PONOROGO, Madiun Raya– Semangat belajar, kerja keras, dan kemauan untuk terus berkembang mengantarkan Randy Dwiki Saputra, alumni SMKN 1 Badegan Ponorogo, meraih Juara 1 Kategori Teknisi Pit Reguler pada ajang Astra Honda Motor Technical Skill Contest (AHM-TSC) 2026 tingkat nasional. Prestasi tersebut menjadi bukti bahwa lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) memiliki peluang besar untuk berprestasi dan berkarier di industri otomotif.
Kini Randy berkarier sebagai teknisi di AHASS CUN II Ponorogo, salah satu jaringan bengkel resmi Honda di bawah naungan MPM Honda Jatim. Keberhasilannya mengalahkan lebih dari 9.700 teknisi AHASS dari seluruh Indonesia menjadi kebanggaan tersendiri bagi sekolah, dunia pendidikan vokasi, dan MPM Honda Jatim.
AHM Technical Skill Contest merupakan kompetisi tahunan yang diselenggarakan PT Astra Honda Motor sebagai ajang kalibrasi kompetensi sekaligus apresiasi bagi teknisi dan service advisor Honda terbaik di Indonesia. Tahun ini, proses seleksi diikuti lebih dari 9.700 teknisi dan 2.500 service advisor dari sekitar 3.657 jaringan AHASS di seluruh Indonesia melalui tahapan seleksi berjenjang mulai tingkat kabupaten/kota, regional hingga nasional.
Sebelum melaju ke tingkat nasional, Randy terlebih dahulu mengikuti seleksi regional yang diselenggarakan MPM Honda Jatim. Seleksi tersebut diikuti oleh 1.262 teknisi dan 371 service advisor dari 694 jaringan AHASS di wilayah Jawa Timur dan Nusa Tenggara Timur. Berkat kompetensi dan dedikasinya, Randy berhasil menjadi salah satu wakil terbaik hingga akhirnya meraih gelar juara nasional.
Selama menempuh pendidikan di SMKN 1 Badegan Ponorogo, Randy mendapatkan bekal kompetensi teknik sepeda motor melalui Laboratorium Teknik Sepeda Motor (TSM) Honda yang menjadi bagian dari implementasi link and match antara dunia pendidikan dengan industri. Semangatnya dalam mengembangkan kompetensi telah terlihat sejak di bangku sekolah. Pada 2022, Randy berhasil meraih prestasi pada Lomba Kompetensi Siswa (LKS) Bidang Teknik Sepeda Motor Wilayah Kerja 4 Provinsi Jawa Timur, yang meliputi Kabupaten Ponorogo, Kota Madiun, Kabupaten Madiun, Kabupaten Pacitan, Kabupaten Magetan, Kabupaten Ngawi, dan Kabupaten Nganjuk. Pengalaman tersebut menjadi bekal berharga yang terus ia kembangkan hingga akhirnya berhasil meraih Juara Nasional AHM Technical Skill Contest 2026.
“Saya bersyukur atas pencapaian ini. Pengalaman belajar di SMKN 1 Badegan Ponorogo, mengikuti LKS, hingga bekerja di AHASS menjadi bekal yang sangat berharga. Semoga prestasi ini dapat memotivasi adik-adik SMK untuk terus belajar, disiplin, dan percaya diri meraih cita-cita,” ujar Randy Dwiki Saputra.
M. Bondan Priyoadi, Technical Service Division Head MPM Honda Jatim, mengatakan bahwa keberhasilan Randy menjadi bukti nyata pentingnya pengembangan kompetensi sejak di bangku sekolah hingga memasuki dunia kerja.
“Prestasi Randy membuktikan bahwa lulusan SMK memiliki potensi besar untuk berprestasi ketika terus mengembangkan kompetensinya. Kami berharap kisah ini menjadi motivasi bagi para siswa SMK untuk terus belajar dan mempersiapkan diri menjadi tenaga kerja profesional yang siap bersaing di industri otomotif,” ujar Bondan.
Kepala SMKN 1 Badegan Ponorogo, Sujono, M.Pd., menyampaikan rasa bangganya atas prestasi yang diraih salah satu alumninya tersebut.
“Kami bangga atas prestasi Randy yang telah mengharumkan nama sekolah. Semoga pencapaian ini menjadi inspirasi bagi seluruh siswa SMKN 1 Badegan Ponorogo untuk terus mengasah kompetensi, berani berprestasi, dan siap menghadapi dunia kerja,” ujar Sujono, M.Pd.
Keberhasilan Randy juga membuka peluang untuk mewakili Indonesia dalam proses seleksi menuju Asia Oceania Technical Skill Contest (AOC) 2026, ajang bergengsi yang mempertemukan teknisi Honda terbaik dari berbagai negara di kawasan Asia dan Oceania.
Melalui berbagai program pengembangan pendidikan vokasi, MPM Honda Jatim terus berkomitmen mendukung lahirnya generasi muda yang kompeten, adaptif terhadap perkembangan teknologi, dan siap menghadapi tantangan dunia kerja. Kisah Randy menjadi bukti bahwa mimpi besar dapat dimulai dari bangku SMK. Dengan semangat belajar, disiplin, dan terus mengasah kompetensi, setiap siswa SMK memiliki kesempatan yang sama untuk meraih prestasi, membangun karier profesional, bahkan mengharumkan nama Indonesia di tingkat internasional.














