Kota Madiun – Portalnews Madiun Raya

Sebagai Bapaknya warga Kota Madiun, Wali Kota Maidi meminjamkan mobil dan rumah dinasnya untuk momen pernikahan bagi warganya.

Hal itu disampaikan oleh Wali Kota beberapa waktu yang lalu dan diunggah melalui akun instagramnya @PakMaidi.

“Menikah adalah momen yang membahagiakan. Sebagai bapaknya warga Kota Madiun, saya ingin melengkapi kebahagiaan itu. Untuk itu, saya pinjamkan dua mobil sedan di rumah dinas bagi siapa saja yang ingin menggunakannya di momen pernikahan. Terutama, bagi anak yatim piatu dan kurang mampu,” Ucap Wali Kota.

Lebih lanjut Wali Kota menyampaikan bahwa dua mobil sedan tersebut yang satu berjenis Toyota Camry Hybrid dan satu lagi Toyota New Vios. “Semuanya gratis. Kalau mau yang lain, saya masih ada mobil pribadi berjenis hardtop dan sedan VW. Silakan pilih,”Lanjut Wali Kota Maidi.

Tidak hanya itu, saya juga persilakan bagi yang ingin menggunakan rumah dinas walikota sebagai lokasi akad. Terutama, bagi warga yang rumahnya kecil. “Program yang saya mulai sejak tahun lalu ini diharapkan tidak hanya membantu masyarakat. Tapi juga mengantisipasi penularan Covid-19. Rumah dinas lokasinya luas. Sehingga, mudah untuk mengatur jarak. Dengan demikian, antisipasi penularan bisa dilakukan,”Terang Wali Kota Maidi.

Bagi yang berminat silakan mendaftar di Dinsos PPPA Kota Madiun. “Semuanya gratis. Kalau saya longgar, insya Allah saya hadir sebagai saksi.” Pungkas Wali Kota Maidi. (Yah/Gin).

Peliput : Yahya Ali Rahmawan

Penyunting : Agin Wijaya

Madiun – Portalnews Madiun Raya

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa mengeluarkan SK Gubernur Jawa Timur yang isinya melarang penjualan bibit Tanaman Porang ke luar Provinsi Jawa Timur.

Hal itu disampaikan oleh Gubernur Khofifah sesaat setelah menyerahkan alat ekonomi produktif untuk KTH antara lain untuk prosesing porang di Desa Kradenan, Dolopo, Madiun, Rabu (8/9).

Menurut Gubernur Khofifah, Tanaman Porang telah menjadi komoditas ekspor unggulan Jawa Timur. “Sudah banyak yang diekspor, tujuannya, mulai dari China, Jepang, dan beberapa negara lainnya,” Jelas Gubernur.

Untuk melindungi kualitas dan menaikkan nilai ekonomi tanaman ini, maka telah dikeluarkan SK Gubernur Jatim agar tidak menjual benih dan bibit porang keluar Jatim terlebih dahulu. Benih porang juga tidak boleh diekspor ke luar negeri.

“Porang, hanya boleh diekspor ketika sudah panen dan diolah minimal dalam bentuk chip (keripik), tepung, beras porang dan hasil produk lainnya. Persis seperti yang disampaikan Presiden Jokowi bahwa porang tidak boleh diekspor dalam bentuk mentah. Melainkan sudah diolah dalam bentuk beras porang atau di Jepang disebut shirataki,”Lanjut Gubernur Khofifah.

InsyaAllah, dalam waktu dekat makin banyak petani porang yang bisa menjual porang dalam bentuk chip. “Dengan begitu kita harapkan penghasilan petani porang Jatim dapat semakin meningkat.”Pungkas Gubernur Jawa Timur. (Yah/Gin).

Peliput : Yahya Ali Rahmawan

Penyunting : Agin Wijaya

Kota Madiun – Portalnews Madiun Raya

Sebanyak 35 Ton dan 735 Kg beras disalurkan oleh Bulog Kota Madiun kepada 3.575 Keluarga Penerima Manfaat dalam Pembatasan Pemberlakuan Kegiatan Masyarakat (PPKM) tahun 2021.

Wali Kota Madiun memberangkatkan secara langsung distribusi beras kepada masyarakat di Jl Pahlawan depan Balai Kota Madiun, Jum’at (06/08/2021).

“Hari ini kita memberangkatkan distribusi beras kepada 3.573 KPM dan masing-masing menerima 10 kg, ” Ucap Wali Kota Maidi.

Lebih jauh Wali Kota menyampaikan bahwa pihaknya memberikan bantuan tersebut kepada keluarga non PKH. “Intinya, seluruh lapisan masyarakat di Kota Madiun kita berikan bantuan, baik dari APBD, CSR maupun Donasi, jadi jangan sampai masyarakat Kota Madiun khawatir,” Terang Wali Kota.

Dengan bantuan tersebut, Wali Kota Maidi berharap kebutuhan pangan masyarakat Kota Madiun bisa tercukupi. “Tetap semangat dan terus menerapkan Protokol Kesehatan dengan disiplin. ” Pungkas Wali Kota Maidi. (Yah/Gin).

“Selain ikut membantu membangun keindahan Kota Madiun, hari ini Calvary juga ikut berpartisipasi dalam mengurangi dampak Pandemi Covid 19 dengan memberikan bantuan berupa CSR yang berwujud 2000 paket sembako dan 100 ribu helai masker, ” Ucap H Maidi.

Kota Madiun – Portalnews Madiun Raya

Perusahaan Konstruksi Nasional asal Mojokerto Jawa Timur, Calvary, memberikan bantuan kepada masyarakat Kota Madiun ditengah Pandemi Covid 19.

Calvary menyalurkan 2000 paket sembako dan 100 ribu masker yang diterima secara langsung oleh Wali Kota Madiun, H Maidi di Halaman Balai Kota Madiun, Jum’at (06/08/2021).

Usai menandatangani berita acara serah Terima bantuan tersebut, Wali Kota Maidi menyampaikan apresiasinya. “Selain ikut membantu membangun keindahan Kota Madiun, hari ini Calvary juga ikut berpartisipasi dalam mengurangi dampak Pandemi Covid 19 dengan memberikan bantuan berupa CSR yang berwujud 2000 paket sembako dan 100 ribu helai masker, ” Ucap H Maidi.

Lebih lanjut Wali Kota menyampaikan bahwa bantuan tersebut akan segera disalurkan kepada warganya di Kota Madiun. “Peran serta semua pihak harus kita apresiasi, seluruh warga Kota Madiun harus tetap menjaga Protokol Kesehatan dengan disiplin, menjaga imunitas dan mensukseskan vaksinasi agar tidak terjangkit Covid, “ujar Wali Kota Maidi.

Dalam kesempatan itu, Wali Kota juga meminta masyarakat agar tidak panik. “Pemkot Madiun akan semaksimal mungkin mencukupi kebutuhan masyarakat, termasuk bahan pangan dan masker. Apapun kesulitan masyarakat harus disampaikan. Setiap Jum’at ada makan GRATIS dan masker GRATIS, tetap semangat dan terus berikhtiar agar Kota Madiun segera menjadi Zona Kuning dan Zona Hijau dan kehidupan bisa kembali normal. ” Pungkas H. Maidi. (Yah/Gin).

Kota Madiun – Portalnews Madiun Raya

Kepedulian Pemerintah Kota Madiun kepada anak Yatim Piatu akibat Covid 19 patut diacungi jempol.

Selain kontinu memberikan santunan logistik berupa bahan makanan, Wali Kota Madiun juga menegaskan bahwa Pemkot Madiun akan menjamin masa depan anak yatim piatu akibat Covid 19.

“Anak Yatim Piatu akibat Covid 19 tidak boleh putus pendidikannya. Yang masih kuliah harus tetap kuliah, yang masih sekolah SD, SMP dan SMA terus kita pantau. Apapun kesulitannya kita bantu. Jika sudah lulus akan kita pekerjakan di Pemerintah Kota Madiun, ” Ungkap Wali Kota Maidi usai memberikan santunan di Kelurahan Sogaten, Jum’at (06/08).

Wali Kota Madiun, H Maidi saat memberikan keterangan Pers di Balai Kota, Jum’at (06/08)

Wali Kota Madiun menjelaskan bahwa pihaknya tinggal merubah Peraturan Wali Kota agar hal tersebut bisa dilakukan. “Kurang lebih ada 166 anak yatim piatu karena orang tuanya meninggal dunia akibat Covid 19, jumlahnya akan terus kita validasi. Pemerintah harus hadir agar mereka bisa terus menjalani kehidupan dengan baik agar pengangguran dan kemiskinan tidak terjadi di masa yang akan datang,” Jelas Wali Kota Maidi.

Selain itu, Wali Kota Madiun juga memastikan bantuan logistik kepada keluarga yang bersangkutan terus dilakukan. “Kita akan terus mengirimkan bantuan logistik secara berkesinambungan. Pemerintah harus hadir memberikan solusi dalam setiap kesulitan wargannya, ” Ujarnya.

Wali Kota Maidi saat mengunjungi warganya yang ditinggal tulang punggung keluarganya karena Covid 19.

Orang nomor satu di Pemkot Madiun dalam kesempatan itu meminta masyarakat untuk tetap tenang dan tidak khawatir. “Pemkot Madiun akan membantu semaksimal mungkin. Bantuan baik yang bersumber dari APBD, CSR maupun Donasi akan terus kita salurkan. Aktivitas perekonomian bisa dilakukan, PKL boleh berjualan namun Protokol Kesehatan harus diterapkan dengan penuh kedisiplinan,” Ucap Wali Kota.

Wali Kota Madiun berharap PPKM di Kota Madiun levelnya semakin menurun. “Alhamdulillah, peta persebaran Covid 19 Kota Madiun sudah orange. Perlahan namun pasti dengan dukungan semua pihak akan terus menjadi Zona Kuning dan menjadi Zona Hijau. Ini harapan kita bersama. ” Pungkas Wali Kota Maidi.

Siti Umriani mengucapkan Terima kasih kepada Wali Kota Madiun yang telah memberikan bantuan kepada keluarganya.

Sementara Siti Umriani, warga Jl Maskumambang Kelurahan Sogaten menyampaikan apresiasi kepada Wali Kota Madiun yang telah memberikan bantuan kepada keluarganya. “Suami saya meninggal dunia tanggal 25 Juli 2021 setelah Positif Covid 19. Anak saya dua, satu SMA dan satunya masih SMP. Bantuan yang diberikan Wali Kota ini sangat berarti bagi kami, ” Ucap Siti Umriani yang didampingi kedua anaknya.

Bersama dengan Dinas Kesehatan, Walikota Madiun memberikan santunan kepada anak yatim piatu yang orang tuanya meninggal dunia karena Covid 19 di Jl Lambang Sari III no. 24 dan Jl Maskumambang Kelurahan Sogaten serta di Bumi Mas, Kota Madiun. (Adv/Yah/Gin).

Peliput : Yahya Ali Rahmawan

Penyunting : Agin Wijaya

Madiun – Portalnews Madiun Raya

Dari program Dana Desa tahun 2021 setelah dikurangi dari penggunaan Bantuan Langsung Tunai untuk penanganan Covid 19 diwilayahnya, Pemerintah Desa Sidodadi masih bisa mengalokasikan anggaran untuk membangun infrastruktur drainase lingkungan RT 06 Dusun Tohgaten.

Hal tersebut disampaikan oleh Wiyarno, Kepala Desa Sidodadi Kecamatan Mejayan kepada Portalnews Madiun Raya, Rabu (16/07).

Wiyarno, Kepala Desa Sidodadi Kecamatan Mejayan Madiun.

Menurut Wiyarno, Drainase yang dibangun sepanjang 158 meter menggunakan Dana Desa. “Alhamdulillah, setelah dialokasikan untuk BLT dan kebutuhan prioritas yang lain dalam masa Pandemi Covid 19 ini, kita bisa membangun Drainase atau saluran air di RT 04 Dusun Tohgaten sepanjang 158 meter dengan volume kedalaman 50 cm dan lebar 40 cm gorong-gorong setengah lingkaran dengan batako,”Ucap Wiyarno.

Lebih lanjut Wiyarno menyampaikan bahwa anggaran yang diserap dari Dana Desa untuk kegiatan pembangunan Drainase tersebut adalah 51 juta rupiah. “Total anggaran yang dipergunakan untuk pembangunan saluran tersebut adalah 51 juta rupiah dengan memperdayakan lingkungan sekitar secara padat karya,”Lanjut Wiyarno.

Sebelumnya, Kepala Desa Sidodadi menyatakan bahwa selalu ada genangan air saat hujan deras yang masuk kelingkungan warga. “Dengan pembangunan saluran air ini harapan kita bisa mengatasi persoalan dimana setiap hujan deras terjadi maka air banyak yang menggenang dirumah warga,” Terang Wiyarno.

Program pembangunan saluran air tersebut dijelaskan oleh Kades Sidodadi sudah masuk RPJMdes. “Rencana pembangunan ini ditunda selama setahun. Karena 2020 kemarin sudah tercover dari BLT dan BTT, dan ini melanjutkan ditahun 2021,” Ujarnya.

Pembangunan padat karya di Desa Sidodadi Kecamatan Mejayan.

Selain pembangunan saluran air tersebut, Pemerintah Desa Sidodadi juga melakukan pembangunan drainase 3 dusun. “Diantaranya di Dusun Taman, TohGaten dan 60 juta di Dusun Oro-oro Watu untuk pembangunan Jembatan. Untuk pembangunan jembatan sudah dilakukan di tahap pertama dan ini ditahap selanjutnya untuk proses pengerjaan,”Jelas Wiyarno.

Dari seluruh proses pembangunan yang dilakukannya, Kades Sidodadi berharap masyarakat Desa Sidodadi bisa terbantu dan memberikan manfaat. “Jadi walaupun ditengah Pandemi Covid 19, kita tetap bisa melakukan pembangunan infrastruktur yang memberikan manfaat bagi masyarakat Desa Sidodadi.”Pungkas Wiyarno. (Yah/Gin)

Klumutan, Saradan – Portalnews Madiun Raya

Meskipun Pandemi Covid 19 masih berlangsung, masyarakat Desa Klumutan Kecamatan Saradan Kabupaten Madiun tetap menggelar kegiatan Bersih Desa pada Jum’at (28/05/2021).

Dengan menerapkan Protokol Kesehatan, masyarakat yang dipimpin oleh Agus Proklamanto, SE itu berduyun-duyun mendatangi makam para leluhur dengan membawa Ayam Panggang, Bunga dan berbagai jajanan yang dipergunakan untuk prosesi ritual yang dipimpin oleh modin setempat.

“Kita sudah berdiskusi banyak dengan Satgas Covid 19 Kecamatan Saradan, dengan Camat, Kapolsek dan Danramil. Walaupun masih pandemi kita tetap melaksanakan kegiatan Bersih Desa dengan mengedepankan Protokol Kesehatan diantaranya mengurangi waktu kegiatan, wajib bermasker, menjaga jarak, menyediakan tempat cuci tangan,”Jelas Agus Proklamanto dengan penuh semangat.

Kepala Desa Klumutan, Agus Proklamanto, SE
Kepala Desa Klumutan, Agus Proklamanto, SE

Menurut Agus, warga didesanya tidak bisa meninggalkan adat dan tradisi yang sudah berlangsung turun temurun itu. “Jadi, kalau didesa kami, Desa Klumutan Kecamatan Saradan Kabupaten Madiun, momen berkumpulnya masyarakat itu setahun ada dua, yaitu Lebaran dan saat Bersih Desa terutama kegiatan Nyadranan atau berdo’a bersama di makam leluhur,” Tambah Agus.

Jika tidak melaksanakan Tradisi Nyadranan atau Bersih Desa, ada mitos akan ada balak atau musibah yang akan menimpa masyarakat kami. “Pernah dulu, saat saya masih kecil, Kepala Desa Klumutan meninggal dunia setelah tidak melaksanakan kegiatan Bersih Desa, selain itu banyak hama tikus yang menyerang tanaman padi di sawah, bagi yang merantau, karirnya akan meredup dan mengalami masalah,”Ungkap Agus Proklamanto.

Masyarakat Desa Klumutan dengan penuh antusias melakukan kegiatan Nyadranan sebagai salah satu rangkaian kegiatan Bersih Desa.

Untuk itu, tanpa disuruh dan dengan kesadaran masing-masing, Agus Proklamanto menyebutkan bahwa masyarakat didesanya selalu was-was jika Bersih Desa tidak segera dilakukan. “Hal itu untuk mencegah terjadinya sesuatu yang tidak diinginkan terjadi di Desa Klumutan. Maka, walaupun masa PPKM Mikro untuk mencegah dan menghindari balak maka kita segera menentukan hari dalam melaksanakan kegiatan Bersih Desa dan seperti biasa kita lihat antusiasme masyarakat sangat terlihat, bahkan saking semangatnya, saat lebaran dan bersih desa ini, dulu kami selalu membeli pakaian yang baru,”urai Kepala Desa Klumutan itu.

Saat pandemi ini, Agus berharap dengan kegiatan yang dilakukan, Pandemi segera berhenti. “Kami berharap agar Desa Klumutan selalu terjaga dari Balak dan Musibah dan pandemi yang masih berlangsung segera berhenti.”Pungkas Kepala Desa Klumutan. (Yah/Gin).

Peliput : Yahya Ali Rahmawan

Penyunting : Agin Wijaya

Saradan, Kabupaten Madiun – Portalnews Madiun Raya

Ditengah Pandemi Covid 19, Masyarakat Desa Klumutan Kecamatan Saradan Kabupaten Madiun menggelar kegiatan Bersih Desa, Jum’at Wage (28/05/2021).

Menurut Kepala Desa Klumutan, Agus Proklamanto, SE, rangkaian bersih desa yang dilakukan diantaranya Nyadranan, Hiburan dan Kegiatan Olah Raga.

“Untuk tradisi Nyadranan sudah dilakukan secara turun temurun dari Mbah mbah dan yang juga babat Desa Klumutan sejak dulu kala,” Ungkap Agus kepada Portalnews Madiun Raya.

Kegiatan Nyadaranan dilakukan dengan berdo’a bersama di kuburan desa dengan membawa ayam panggang dan diisi dengan berdo’a bersama dan tabur bunga. “Nyadranan ini diawali dengan musyawarah masyarakat desa dengan lembaga desa yaitu untuk menentukan hari yang tepat untuk nyadran. Nyadranan dilakukan pada hari Ringkel Desa Klumutan, jika Ringkel Wuku maka harinya harus Jum’at, kemudian setelah itu pembentukan panitia, Nyadranan merupakan adat dan tradisi turun temurun untuk menghindari pageblug. Masyarakat was-was jika belum ada rencana bersih desa  dengan sadar mempersiapkan ayam panggang,ketan untuk jadah, pisang untuk bersih desa,”Urai Agus Proklamanto.

Agus Proklamanto, SE, Kepala Desa Klumutan saat memimpin kegiatan Bersih Desa

Sebelum  Pandemi Covid 19, kegiatan bersih desa dilakukan dengan swadaya dari masyarakat yaitu mengumpulkan anggaran, hiburan siang dan malam wayang kulit dan gambyong serta pengajian umum.” Namun karena pandemi, kegiatan hiburan ditanggung oleh anggaran Desa Klumutan, namun untuk Nyadranan, masyarakat dengan sukarela menyiapkan keperluannya sendiri,”Lanjut Agus.

Kepala Desa Klumutan itu juga menyampaikan bahwa mitos dan pengalaman bagi warga desa Klumutan jika tidak melaksanakan bersih desa akan ada sesuatu yang tidak diinginkan. “Pernah dulu Kepala Desa dengan sengaja ataupun tidak sengaja meninggalkan bersih desa yang bersangkutan meninggal dunia. Selain itu timbul pageblug dengan adanya hama tikus yang menyerang tanaman di sawah, ini yang dihindari sehingga tradisi Bersih Desa terus dilakukan hingga saat ini,”ujar Agus Proklamanto.

Untuk kegiatan hiburan yaitu Gambyong di makam Mbah Branti dan Wayang Kulit di Pendopo Rumah Kades digelar pentas wayang kulit namun karena kondisi pandemi maka dikurangi waktunya. “Walaupun PPKM Mikro karena Pandemi Covid 19, karena sudah adat maka Bersih Desa tetap dilaksnakan dengan Protokol Kesehatan dengan disiplin seperti wajib bermasker, menjaga jarak dan menyiapkan tempat cuci tanga,”kata Agus Proklamanto.

Harapan kita, dengan Bersih Desa yang dilakukan akan segera menghentikan Pandemi Covid 19 yang masih berlangsung. “Hidup kita kembali normal, panen kita melimpah ruah, karier kerja kita bisa lancar dan dijauhkan dari bala dan musibah.”Pungkas Agus Proklamanto. (Yah/Gin).

Peliput : Yahya Ali Rahmawan

Penyunting : Agin Wijaya

Tidak Ada Postingan Lagi.

Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.