,

Ponorogo, MADIUNRAYA.com

Enam bocah yang masih dibawah umur terpaksa berurusan dengan pihak berwajib melakukan pencurian peralatan Diesel dan Pompa Air di area persawahan.

Hal itu disampaikan oleh Kapolres Ponorogo, AKBP Catur Cahyono Wibowo saat Pers Release di Mapolres setempat, Rabu (08/06/2022).

Menurut Kapolres, hal itu dilakukan oleh para tersangka yang saat ini masih sekolah untuk bekal ngopi bareng.

“Mereka masih sekolah. Yang paling tua, berusia 17 tahun sekolah di SMK Sawoo. Namun otaknya adalah 2 anak SMP. Mereka mencuri onderdil di sawah itu lalu dijual kepada Tukang Rosok untuk bekal mereka ngopi bareng, ” Ucap AKBP Catur Cahyono Wibowo.

Lebih lanjut Kapolres menyampaikan bahwa para tersangka diantaranya adalah ABS (13), ASR (13), SBM (14), RN (17), AAPG (14) dan MAE (16).

“Semuanya warga Sambit. Uang hasil penjualan digunakan untuk Ngopi dan beli rokok, ” Tambah Kapolres Ponorogo.

AKBP Catur Cahyono Wibowo juga menyebutkan bahwa pihaknya mendapatkan informasi dari masyarakat dan Tukang Rosok yang biasa menerima hasil penjualan barang curian mereka.

“Dari para tersangka disita berbagai barang bukti diantaranya 7 pompa Diesel, 2 set kunci shock, 7 rotor pompa, 7 pulley altenator, 3 balancer gear, dudukan Diesel, 2 sepeda motor yang digunakan para pelaku, ” Urai Kapolres Ponorogo.

Walaupun masih dibawah umur, Kapolres menyatakan bahwa para tersangka akan diproses secara hukum.

“Mereka akan tetap diproses secara hukum dengan ancaman 7 tahun penjara karena melakukan tindak pidana pencurian dan melanggar pasal 363 ayat 1 KUHP dan pasal 55 ayat 1 E KUHP. ” Tutup Kapolres Ponorogo. (Red)

Ponorogo – MADIUNRAYA.COM

Karena terjatuh ke sungai saat mengendarai sepeda, seorang Pelajar asal Sambit Ponorogo bernama Akmal Abidzar Firdaus meninggal dunia pada hari Minggu, 28 November 2021.

Kapolsek Sambit AKP Sutriatno menjelaskan bahwa kejadian itu terjadi sekira pukul 06.30 Wib, “Kami mendapatkan laporan bahwa telah terjadi orang meninggal dunia akibat tenggelam di Sungai,” ucap AKP Sutriatno.

Lebih lanjut Kapolsek menyampaikan bahwa TKP peristiwa itu terjadi di aliran sungai masuk Rt 02/02 Dukuh Banyon Desa Nglewan Kecamatan Sambit Kabupaten Ponorogo. “Peristiwa itu dilaporkan oleh
Wiji Kuswanto (orang tua korban ), 47 yang merupakan seorang Perangkat desa dan beralamatkan di Dukuh Teleng RT 003 RW 001 Desa Maguwan Kecamatan Sambit Kabupaten Ponorogo,” lanjutnya.

Dari TKP, Kapolsek menyampaikan bahwa pihaknya mengamankan barang bukti diantaranya pakaian yang di gunakan korban kaos warna kuning lengan hitam, celana panjang warna abu abu dan 1 unit sepeda yang di gunakan korban merk Turanza warna hitam. “Jadi pada hari Minggu, 28 Nov 2021, sekira pukul 06.00 wib, saksi bersama sama dengan korban bersepeda rutenya menelusuri di pinggiran sungai, dimana semuanya menggunakan sepeda sendiri-sendiri dengan urutan korban berada di nomer 3, hingga sampai di dekat TKP, berniat untuk berhenti namun pada saat korban akan turun dr sepeda, korban kesulitan di karenakan sepeda terlalu besar, hingga akhirnya korban terjebur di sungai,” jelas AKP Sutriatno.

Melihat korban terjebur di sungai saksi langsung berusaha menolong korban, “Karena kebetulan ada teman korban bisa berenang, namun tidak kuat menarik korban hingga akirnya korban tenggelam ke dasar sungai, melihat kejadian tersebut saksi berteriak minta tolong namun keadaan di TKP sepi, selanjutnya saksi berlari pulang untuk memanggil warga, kemudian mereka langsung ke TKP dengan di bantu warga lainnya mencari korban dengan cara menyelam di sungai, hingga korban di temukan di dasar sungai sudah dalam ke adaan meninggal,” urai Kapolsek.

Hasil pemeriksaan medis, AKP Sutriatno menyampaikan bahwa korban keluar air dari hidung dan telinga, kemaluan tidak keluar air mani, dubur tidak keluar kotoran, tinggi korban 120 cm.
“Untuk TKP merupakan sebuah sungai, dengan kedalaman 270 cm dan lebar 300 cm. dengan keadaan air sungai tenang dan tidak mengalir deras,” ujar Kapolsek.

Berdasarkan hasil olah TKP korban meninggal akibat murni kecelakaan tenggelam sungai, dengan tidak di ketemukanya tanda penganiayaan pada tubuh korban. “Pihak keluarga menerima kejadian tersebut adalah musibah dan tidak akan menuntut kepada pihak manapun, atas permintaan keluarga tidak dilakukan otopsi terhadap korban, Dengan di kuatkan surat pernyataan dr keluarga korban. Saat ini jenazah disemayamkan di rumah duka dan persiapan untuk dimakamkan dipemakaman umum Desa Maguwan.” Pungkas AKP Sutriatno. (yah/gin).

Peliput : Yahya Ali Rahmawan

Penyunting : Agin Wijaya

Ponorogo – Portalnews Madiun Raya

Nasib naas dialami oleh seorang Nenek yang bernama Sumisisum, setelah diketahui meninggal dunia karena terpanggang bara api di ladang tanaman bambu masuk Dukuh Depok RT 3 RW 2 Desa Nglewan Kecamatan Sambit Kabupaten Ponorogo, Rabu (29/09/2021).

Menurut Kapolsek Sambit, AKP Sutriatno, pihaknya menerima laporan dari warga bahwa ada kejadian orang meninggal dunia akibat terpanggang api di sebuah ladang yang menjadi wilayah hukumnya.

“Korban atas nama Sumisisum (78) yang beralamatkan di Dukuh Krajan RT 03 RW 02 Desa Wringinanom Kecamatan Sambit Kabupaten Ponorogo,” ungkap Kapolsek.

Dari TKP, Kapolsek menyampaikan bahwa pihaknya mengamankan barang bukti berupa Sabit (milik korban) dan Tongkat bambu (milik korban). “Kronologis kejadiannya adalah pada hari Rabu, 29 September 2021, sekira pukul 10.30 wib, korban di ketahui tidak ada di rumah, Kemudian sekira pukul 12.00 wib, korban belum juga pulang, hingga keluarga korban berusaha mencari keberadaan korban, Pada saat mencari korban, saksi mengetahui korban sudah meninggal dunia dalam keadaan luka bakar dengan posisi terlentang di bawah tanaman bambu,” terang AKP Sutriatno.

Keadaan di sekitar lokasi korban, api sudah padam bekas terbakar. “Jarak titik api awal dengan posisi korban meninggal dunia kurang lebih 10m. Menurut keterangan saksi kebiasaan korban adalah membersihkan daur kering di ladang miliknya dengan cara di bakar. TKP berdampingan dan berdekatan dengan tanah atau ladang milik korban yg sering di bersihkan dgn cara daun kering bambu yang kering di bakar,”jelas AKP Sutriatno.

Setelah melakukan pemeriksaan medis di tubuh korban didapatkan Kemaluan keluar cairan. “Posisi lidah tergigit, luka bakar menganga pada pantat sebelah kanan ( 14cm ), perut sebelah kiri (10cm) dan paha kiri (10cm), Dubur tidak mengeluarkan kotoran, Tubuh korban mengalami luka bakar 70%, Panjang mayat 140 cm dan tidak ada bekas penganiayaan,”ucap Kapolsek Sambit.

Berdasarkan hasil olah TKP awal korban meninggal akibat murni kecelakaan, dengan tidak di ketemukanya tanda penganiayaan pada tubuh korban. “Tanggapan keluarga
menerima kejadian tersebut adalah musibah dan tidak akan menuntut kepada pihak manapun, atas permintaan keluarga tidak dilakukan otopsi terhadap korban, Dengan di kuatkan surat pernyataan dr keluarga korban. Saat ini jenazah disemayamkan di rumah duka dan persiapan untuk dimakamkan dipemakaman umum Desa Wringinanom.” Pungkas Kapolsek Sambit, AKP Sutriatno. (Yah/Gin).

Peliput : Yahya Ali Rahmawan

Penyunting : Agin Wijaya

Ponorogo – Portalnews Madiun Raya

Salah satu kuliner yang tetap mempertahankan konsep sejak awal buka adalah Soto Ayam di Desa Wringin Anom Kecamatan Sambit Kabupaten Ponorogo.

Karena letaknya di bawah 2 pohon Asem, publik sering mengatakan tempat itu Soto Ayam Sor Asem.

Menurut Nuli, generasi ketiga yang mewarisi tempat usaha kuliner itu, awalnya Mbah Misirah yang merupakan neneknya pada tahun 1990 membuka Warung Soto ayam di tempat itu.

“Jadi kita pertahankan tempatnya mas, selain itu resep dan jam buka juga kita pertahankan. Buka mulai jam 16.00 sampai habis,”Terang Nuli sambil melayani pembeli, Rabu (09/09/2021).

Lebih lanjut Nuli menyampaikan bahwa soto racikannya yang sudah turun temurun itu akan tetap dipertahankan. “Semua memakai Ayam Kampung dengan santan dan disajikan dalam kondisi panas. Ada kecap dan sambal namun terserah selera dari keinginan pembeli,” ujar Nuli.

Nuli juga menyampaikan bahwa selain buka ditempat itu, dirinya juga membuka cabang di Mlarak. “Kalau disana buka dari jam 08.00 hingga pukul 20.00 WIB. Di Pasar Wringin Anom juga buka saat Pasaran Legi saja, selebihnya ya di tempat ini,” Ucap Nuli.

Menemani Soto Ayam yang harganya cukup murah yaitu Rp 5.000,- per porsi, Nuli juga menyajikan Daging Ayam yang digoreng. “Ada sundukan, jeroan, paha ayam, ceker. Semuanya daging ayam kampung. Harganya cukup Rp 5.000,- saja. Untuk minuman Rp 3.000,- saja.” Pungkas Nuli.

Sementara menurut pengunjung yang sengaja datang dari tempat lain, Ali Imron, rasanya cukup mantap. “Sengaja saya datang sebelum jam 16.00 WIB mas, biar bisa merasakan saat buka pertama. Rasanya cukup segar dan mantap. Bisa bikin kemringet.” Ujar Ali Imron. (Yah/Gin).

Peliput : Yahya Ali Rahmawan

Penyunting : Agin Wijaya

Ponorogo – Portalnews Madiun Raya

Tertimpa sebuah pohon Trembesi rumah milik Gatot Suprapto, warga RT 03 RW 01, Dukuh Nepen, Desa Nglewan, Kecamatan Sambit, Kabupaten Ponorogo mengalami rusak berat di bagian dapurnya.

Menurut Gatot, kejadian tersebut terjadi pada hari Senin, tanggal 01 Pebruari 2021, sekira pukul 14.30 Wib. “Setelah hujan yang bercampur angin terjadi di wilayah kami, pohon trembesi yang berada di pekarangan roboh dan mengenai dapur rumah. Akibatnya dapur tersebut rusak cukup berat,” terang Gatot Suprapto.

Kerugian dengan kejadian itu menurut Gatot mencapai kurang lebih 5 juta rupiah. “Kerugian kurang lebih 5 juta rupiah, kejadian ini cukup dilaporkan kepada Bhabinkamtibmas tidak perlu dilaporkan ke BPBD dan instansi terkait lainya. Kejadian tersebut karena faktor alam dan murni musibah,”tandasnya.

Selain itu, pohon trembesi tersebut adalah milik Gatot Suprapto sendiri. (Yah/Gin)

Ponorogo – Portalnews Madiun Raya
Satu orang Warga Negara Indonesia (WNI) atas nama Eka Danang Susanto dinyatakan sehat oleh Kementerian Kesehatan RI setelah di karantina di Natuna.

Yang menarik, Eka Danang Susanto ini akan pulang ke Ponorogo pada Sabtu (15/02).

Jika dilihat dari tujuan pulang, Eka Danang Susanto pulang ke Desa Campurejo Kecamatan Sambit, Ponorogo.

Menanggapi hal itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Ponorogo, Rahayu Kusdarini menyatakan bahwa yang bersangkutan langsung pulang ke rumah. “Karena sudah dinyatakan sehat oleh Kemenkes, ” Ucap Bu Irin, panggilan akrabnya, Jum’at (14/02).

Kadinkes juga menyampaikan bahwa warga yang sudah keluar dari karantina sudah dinyatakan sehat. “Jadi jangan dikucilkan, ” Lanjut Rahayu Kusdarini.

Saat ditanya apakah Dinkes akan melakukan monitor, Rahayu Kusdarini menjawab tidak ada instruksi sampai dengan saat ini. “Karena memang Kemenkes sudah menyatakan sehat, jadi kita tidak perlu kuatir. ” Pungkas Rahayu Kusdarini. (Yah/gin).

Pewarta : Yahya Ali Rahmawan

Redaktur : Agin Wijaya


Ponorogo – Portalnews Madiunraya.com

Karena menerobos lampu merah, seorang Supir Truk di Ponorogo mendapat hukuman.

Bukan ditilang, namun MH, inisial sopir truk itu dihukum dengan disuruh menghormat kepada Traffic light yang sebelumnya dilanggar itu.

Menurut Aiptu Dicky AFF, Anggota Polres Ponorogo yang melakukan penindakan itu menjelaskan bahwa hal itu supaya tidak dilakukan oleh yang bersangkutan lagi. “Pelanggaran adalah awal dari kecelakaan lalu lintas, untuk itu kami terpaksa memberikan hukuman terhadap salah satu sopir truk yang melanggar lampu pengatur lalu lintas dengan cara menerobos lampu ketika lampu sudah menyala merah sehingga bisa dan sangat membahayakan pengendara yang lampunya menyala hijau,”jelas Dicky, Kamis (18/07).

Tindakan terpaksa itu di berikan kepada pengemudi truk yang berinisial MH dari Desa Nglewan Kecamatan Sambit dengan menghormat kepada Lampu rambu lalu lintas, sambungnya.

“Kita berharap masyarakat mematuhi aturan yang berlaku. Kalau lampu sudah menyala merah maka semua wajib berhenti, jangan menerobos karena sangat membahayakan baik bagi dirinya sendiri maupun orang lain.” Pungkasnya. (Yah/gin)

Pewarta : Yahya

Redaktur : Agin

Sambit, PonorogoPortalnews Madiun Raya

Parade Budaya sebagai ajang festival pembukaan calon obyek wisata alam dan religi di Belik Depok Sumber Panguripan, Dukuh Depok Desa Nglewan Kecamatan Sambit Ponorogo berlangsung meriah.

Kegiatan tersebut di laksanakan pada hari Jum’at tanggal 18/1/2019, dalam ajang budaya itu dilaksanakan beberapa acara diantaranya pawai obor, peserta pawai obor sewu dari PSHT Rayon Nglewan Bregodo Atmojo kusumo jati, tidak ketinggalan pemuda Depok yang ikut dalam acara Ambeng sewu dan buceng purak.

Hadir dalam acara pembukaan calon wisata di dukuh depok rombongan Forpimka Kecamatan Sambit dan pemdes Nglewan.

BPD Serta Tomas Nglewan juga hadir, selain itu Bregodo Mantili Dirjo dari Desa Wringin Anom sambit serta tamu special dari PAKASA paguyuban Kawula Karaton Surakarta Gebang Tinatar.

Sebagai Puncak acara pada malam harinya pagar pagar karaharjan dengan mocopat Kidong Rinekso ing wingi oleh pangarso 1 pakasa gebang tinatar KRAT Gendut Hadinagoro.

Saat di konfirmasi wartawan, Imam Suwito, kamituwo Depok dan sekaligus sebagai ketua Panitia parade budaya, merasa bangga dan bahagia dan sangat mengapresiasi kekompak masyarakat depok. “Selama 1 bulan lebih kami bahu membahu, secara swadaya mewujudkan belik depok sebagai destinasi wisata yang baru lahir di tenggara kota reog dan besar harapan event ini jadi event tahunan,serta dengan adanya wisata baru ini semoga bisa membuka lapangan kerja baru sehingga bisa meningkatkan taraf ekonomi masyarakat dukuh depok dan masyarakat desa Nglewan, “jelas Imam Suwito. (Aji/Gin)

Reporter : Sunaji

Redaktur : Agin

Tidak Ada Postingan Lagi.

Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.