Ponorogo – Portalnews Madiun Raya

Diandra EM Syifa, Siswa Kelas VI SDN Mangkujayan I Ponorogo menjadi bintang tamu dalam acara Dubi Dubidam di Stasiun televisi RTV, Kamis (08/08).

Yang istimewa, acara tersebut disiarkan secara live oleh RTV.

Tampil bersama dengan Jane Calista, Diandra terlihat ceria. Jane adalah sahabat Diandra saat mewakili Indonesia dalam ajang musik tingkat Asia di Singapura beberapa waktu yang lalu.

Menurut Setyo Budi, Ayahanda Diandra, dirinya sangat bangga dengan putrinya itu. “Harapan kami, dengan menjadi bintang tamu di acara Dubi dubidam RTV akan menjadi jalan bagi Diandra untuk meraih mimpinya menjadi artis cilik,” ucapnya kepada Portalnews Madiun Raya.

Penampilan bersama Jane Calista yang merupakan host Dubi dubidam RTV, artis dan penyanyi cilik, sangat kompak, Jane ini sudah akrab dengan Diandra karena sama-sama mewakili Indonesia di Singapura, sambung Setyo.

“Kita juga berharap Diandra ini bisa menginspirasi anak-anak di Ponorogo untuk terus berusaha meraih prestasi sesuai dengan bakatnya, tidak hanya di bidang menyanyi tetapi juga dibidang yang lainnya.” Pungkas Setyo Budi. (Yah/Gin)

Ponorogo – Portalnews Madiun Raya

Inalillahi wa innailaihi rojiun, telah berpulang kehadirat Alloh SWT, Mbah Tekluk, Kamis (08/08).

Mbah Kartumi atau yang biasa disebut Mbah Tekluk merupakan Legenda Penjual Kopi di Ponorogo. Setidaknya itu yang disampaikan oleh Supriyadi, pelanggan setia warung Kopi Mbah Tekluk. “Rasa kopinya mantap dan khas mas, kalau belum ngopi di Warung Kopi Mbah Tekluk ada yang kurang rasanya,” ucap Supriyadi.

Supriyadi juga menambahkan bahwa Mbah Tekluk mulai berjualan kopi dari tahun 1960 didepan Gedung Bhakti Jalan Soekarno Hatta Ponorogo. “Dari dulu hingga kini tempat jualannya tetap disini, saat ini yang berjualan adalah anaknya Mbah Tekluk,” sambungnya.

Mbah Tekluk meninggal dunia dalam usia 90 tahun dan rumah duka di Jalan Sumatera Ponorogo.

Selamat jalan Mbah Tekluk, selamat jalan Legenda Penjual Kopi lintas jaman di Ponorogo, darinya kita belajar kesabaran, komitmen dan konsistensi. (Yah/gin)

Pewarta : Yahya

Redaktur : Agin

Ponorogo – Portalnews Madiun Raya

YH (17 tahun), remaja asal Kelurahan Nologaten Ponorogo ini terpaksa berurusan dengan pihak berwajib setelah dirinya disangka melakukan pencurian HP dan 7 gas tabung elpiji 3 kg.

Ironisnya, dia mencuri dari tetangganya sendiri, yaitu di kediaman Nurulita yang hanya berjarak dua rumah dari tempat tinggalnya.

Menurut Kapolsek Ponorogo, Iptu Suroso menerangkan bahwa pada hari Rabu tanggal 31 Juli 2019 sekira pukul 16.00 Wib, Anggota Reskrim Polsek Ponorogo telah melakukan penangkapan pelaku Tindak Pidana Pencurian dengan Pemberatan. “Anggota kami melakukan penangkapan di Jl.KH.Ahmad Dahlan Kelurahan Nologaten Kecamatan Ponorogo, dan mengamankan Tersangka atas nama YH (17) serta barang bukti 1 buah HP dan 7 tabung gas elpiji,” terang Iptu Suroso.

Kronologisnya adalah pada hari Rabu tanggal 31Juli 2019 sekira pukul 02.00 wib Tersangka melakukan pencurian dengan pemberatan pada malam hari dengan cara memasuki rumah korban melalui pintu samping dan mengambil 1 buah Hand Phone merk Oppo type F1S yang sedang dicas setelah mengambil Hand Phone kemudian di saat tersangka mau keluar dari rumah korban tersangka melihat tabung Gas 3 kg yang pada akhirnya ikut diambil oleh tersangka sejumlah 7 tabung gas 3 kg kemudian tersangka pulang ke rumah dan menyimpan Hand Phone dan 7 buah tabung Gas 3 kg tersebut diatas plafon rumah kemudian tersangka bersembunyi di samping rumah kemudian di pagi hari nya korban mendapati Hand Phone yang di cas sudah tidak ada akhirnya korban melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Ponorogo dengan kejadian tersebut korban mengalami kerugian materi sebesar Rp.4.500.000, urai Kapolsek Ponorogo.

“Setelah anggota Reskrim Polsek Ponorogo menerima laporan tersebut, selanjutnya melakukan penyelidikan. Dari hasil Lidik kemudian Petugas pada hari Rabu tanggal 31 Juli 2019, sekira pukul 16.00 wib, menangkap Tersangka di rumahnya, kepadanya kita sangka dengan pasal 363 KUHP.” Pungkas Iptu Suroso. (Yah/Gin)

Pewarta : Yahya

Redaktur : Agin

Ponorogo – Portalnews Madiun Raya
Polemik keberadaan pocong di alun alun Ponorogo berakhir dengan aksi razia yang dilakukan Satpol PP Kabupaten Ponorogo beberapa waktu yang lalu.

Diberitakan sebelumnya, Pocong yang berkeliaran di Alun alun Ponorogo bukanlah pocong beneran, namun salah satu bentuk kreatifitas warga Ponorogo yang menginginkan swafoto dengan salah satu jenis dedemit tersebut. Bagi yang memahami tentu tidak masalah namun bagi anak anak berjumpa dengan makhluk tersebut tentu membuat takut dan orang tua mereka mengeluh di media sosial.

Mendengar keluhan masyarakat, pihak terkait yaitu satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Ponorogo akhirnya merazia keberadaan pocong tersebut.

Namun tindakan itu memantik kekecewaan sebagian orang, Bagus yang merupakan pegiat pariwisata di Ponorogo memprotes hal tersebut. “Bukan mengusir seperti itu, namun dikelola dengan baik, waduh kalau seperti ini pemerintah mematikan semangat kreatifitas dan inovasi warganya,”ungkap Bagus dengan kesal, Selasa (28/08).

Lalu, apa yang kita jual untuk pariwisata?, harusnya pemerintah juga tahu kalau itu bentuk enonomi kreatif, jangan langsung main usir begitu dong, sambungnya.

“Seharusnya pemerintah duduk bersama dengan pelaku wisata, baik di desa, kecamatan dan kabupaten, apa yang harus ditampilkan di Ponorogo selain Reyog yang sudah menjadi icon Ponorogo, sehingga Ponorogo dikenal sebagai kota budaya dan pariwisata sehingga meningkatkan perekonomian warganya. “pungkasnya. (yah/gin).

Tidak Ada Postingan Lagi.

Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.