Ponorogo – Portalnews Madiun Raya

Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Kabupaten Ponorogo, Jamus Kunto Purnomo menegaskan jika pinjaman dari PT SMI cair senilai Rp 155 Miliar untuk perbaikan jalan, pihaknya tidak bisa melaksanakan di tahun 2021 ini.

Mengapa ?, karena diperlukan waktu untuk proses penyusunan DED dan proses lelang. “Pembuatan DED kurang lebih 1 bulan, untuk lelang pun juga 1 bulan, jadi prosesnya memerlukan waktu 2 bulan, padahal ini September hampir berakhir,” ucap Jamus, Kamis (23/09/2021) lalu.

Hingga saat ini, Jamus menyampaikan bahwa belum ada kejelasan Apakah dari PT SMI bisa segera cair. “Padahal PT SMI mensyaratkan bahwa kucuran pinjaman dana itu harus dilaksanakan pada tahun ini, tidak bisa multi years. Kecuali PT SMI bisa berubah sikap yaitu bisa dilaksanakan di tahun depan. Maka hal itu akan bisa dilaksanakan karena memang untuk proses pembuatan DED atau rancangan dan lelang memerlukan setidaknya waktu 2 bulan sehingga harapannya PT SMI melonggarkan kebijakannya di tahun 2022,” ucap Jamus.

Jamus juga menjelaskan bahwa banyaknya jalan yang rusak dan refocusing anggaran di dinas yang dipimpinnya itu membuat pihaknya tidak bisa berbuat banyak. “Untuk perbaikan jalan hanya mengandalkan kucuran dana dari pemerintah, karena hingga saat ini 45% jalan di Kabupaten Ponorogo rusak, baik rusak parah maupun rusak ringan ataupun sedang, sehingga diperlukan anggaran yang besar untuk memperbaiki jalan-jalan di Kabupaten Ponorogo,” jelas Jamus.

Soal bantuan anggaran Jamus juga mengatakan bahwa selain PT SMI yang telah menawarkan pinjaman untuk perbaikan jalan di Kabupaten Ponorogo, ada pihak perbankan milik Pemerintah Daerah seperti Bank Jatim yang siap mengucurkan dana. “Namun bunganya lebih tinggi daripada PT SMI yang diketahui bunganya adalah 5,5% sedangkan pihak perbankan yang lain seperti Bank Jatim 8% lebih. Sehingga Pemerintah Kabupaten berfikir ulang untuk pembangunan jalan dengan menggunakan pinjaman tersebut.”Pungkas Jamus Kunto. (Yah/Gin).

Peliput : Yahya Ali Rahmawan

Penyunting : Agin Wijaya

Ponorogo – Portalnews Madiun Raya

Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Kabupaten Ponorogo, Jamus Kunto Purnomo menyebutkan bahwa total jalan yang rusak di Ponorogo sepanjang 900 km lebih.

“Dari 900 Km lebih itu yang rusak berat 300 km lebih sehingga diperlukan anggaran yang besar untuk perbaikan,” ucap Jamus, Kamis (23/09/2021) kemarin.

Lebih lanjut Jamus Kunto menyampaikan ada 3 kecamatan di Ponorogo yang mendominasi kerusakan jalan kabupaten. “Tiga kecamatan itu di Jenangan, Sambit dan Sampung. Hal itu dikarenakan jalanan disana sering dilalui oleh kendaraan yang melebihi tonase atau kapasitas yang diperbolehkan,” tambah Jamus Kunto.

Jamus juga mencontohkan bahwa di 3 kecamatan itu banyak aktivitas pertambangan. “Banyak truck yang mengangkut material tambang yang melebihi Tonase dan ini sudah berlangsung cukup lama, ini yang mengakibatkan banyak jalan yang rusak di 3 kecamatan itu,” jelas Jamus.

Jamus juga menyatakan bahwa selama ini pihaknya terus aktif melakukan perbaikan jalan yang rusak. “Dengan anggaran yang ada, total senilai 75 Miliar selama tahun 2021 ini, kami terus melakukan perbaikan,” tandasnya.

Namun karena anggaran dan total jalan yang rusak tidak sebanding, Jamus meminta masyarakat untuk menyadari hal tersebut. “Apalagi anggaran Dinas PU di potong untuk penanganan Covid 19, kalau kondisi normal, anggaran bisa mencapai 200 M lebih setahun dan ini tinggal 75 M,” ujarnya.

Untuk itu Jamus berharap, Pemerintah Kabupaten Ponorogo, terutama instansi terkait untuk melakukan penertiban kendaraan yang mengangkut material melebihi Tonase. “Sambil menunggu anggaran yang cukup untuk melakukan perbaikan, kita rawat jalan yang ada agar tidak rusak karena dilewati kendaraan yang memuat material melebihi Tonasenya.” Pungkas Jamus Kunto Purnomo. (Yah/Gin).

Peliput : Yahya Ali Rahmawan

Penyunting : Agin Wijaya

Ponorogo – Portalnews Madiun Raya

Banyaknya keluhan tentang kondisi Jalan di Kabupaten Ponorogo diamini oleh Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Kabupaten Ponorogo, Jamus Kunto Purnomo saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis (23/09/2021).

Menurut Jamus, panggilan akrabnya, di Kabupaten Ponorogo ada 2 jenis jalan yang menjadi kewenangan Pemerintah Kabupaten Ponorogo. “Yang pertama adalah Jalan Kabupaten sepanjang 916,10 KM dan yang kedua Jalan Poros Desa sepanjang 1.300-an KM,” Ucapnya.

Lebih lanjut, Jamus menyampaikan bahwa dari sekian jalan yang ada, 45% nya dikatakan rusak. “Jadi baik jalan kabupaten dan jalan poros desa yang rusak adalah sepanjang 997,2 KM. Yang rusak berat 15 % atau sepanjang 332,4 KM dan sisanya 664,8 KM rusak sedang dan ringan,”Jelas Jamus Kunto.

Untuk memperbaiki kerusakan jalan tersebut menurut Jamus, perlu biaya yang besar. “Untuk yang jalan rusak berat maka perlu di cor atau di rigid, itu biayanya Rp 2,5 Miliar tiap kilometer, itu untuk jalan selebar 4,5 hingga 5 meter. Sementara untuk jalan yang rusak sedang maupun ringan diperlukan anggaran 1,2 Miliar untuk setiap kilometernya dengan aspal Hotmix,” tambah Jamus Kunto Purnomo.

Sehingga untuk saat ini, Jamus menyatakan perlu anggaran 831 Miliar untuk memperbaiki jalan yang rusak berat. “Untuk memperbaiki jalan yang rusak ringan dan sedang diperlukan anggaran 797,8 Miliar. Jadi, total anggaran untuk perbaikan seluruh jalan yang rusak di Ponorogo perlu anggaran 1,6 Triliun,” Ungkap Jamus Kunto.

Dengan kondisi Pandemi Covid 19 seperti saat ini, Jamus mengatakan hal itu tidak mungkin bisa dikerjakan. “Untuk tahun 2021 ini, karena ada refocusing akibat Pandemi, anggaran untuk pembangunan maupun perawatan jalan di Ponorogo hanya 75 Miliar, jadi sangat jauh sekali.”Pungkas Jamus Kunto Purnomo. (Yah/Gin).

Peliput : Yahya Ali Rahmawan

Penyunting : Agin Wijaya

Tidak Ada Postingan Lagi.

Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.