Ponorogo – Madiunraya.com

Bupati Ponorogo, H Sugiri Sancoko atau yang akrab dipanggil dengan Kang Giri, dikenal sebagai sosok yang merakyat.

Seperti yang terlihat saat orang nomor satu di Pemkab Ponorogo itu melintasi jalan di Desa Krebet Kecamatan Jambon Kabupaten Ponorogo, Senin siang (08/11/2021).

Usai mengikuti acara di Desa Sidoharjo bersama Gubernur Jawa Timur, Kang Giri berhenti di rumah warga yang sedang menggelar hajatan pernikahan.

Sontak kedatatangan Kang Giri membuat warga setempat heboh.

Menurut seorang warga, Siti, warga yang melakukan hajatan tersebut adalah Pak Senen dan Bu Suprihatin. “Beliau menikahkan putrinya mas, tadi terkejut karena Pak Bupati dan Ibu Gubernur tiba-tiba berhenti dan langsung duduk di kursi undangan,” ucap Siti sambil tersenyum senang.

Siti mengakui kalau Bupati Ponorogo saat ini sangatlah merakyat. “Sumeh mas, beliau itu. Kadang kalau naik mobil selalu menyapa duluan dan ini tadi tiba-tiba Mbecek ke rumah Pak Senen,” tambahnya.

Siti berharap, dibawah kepemimpinan Kang Giri bisa menjadikan Ponorogo lebih hebat dan maju. “Semoga Ponorogo bisa maju ya mas.” Harapnya. (yah/gin)

Peliput : Yahya Ali Rahmawan

Penyunting : Agin Wijaya

Ponorogo – Portalnews Madiun Raya

Walaupun tercebur kedalam sumur dirumahnya sendiri sedalam lebih 12 meter, Eka Novia Susanti, (28), warga Dukuh Gelangan RT 02 RW 03 Desa Krebet Kecamatan Jambon Kabupaten Ponorogo kondisinya sehat wal afiat

Sebelumnya, kejadian Ahad Sore (24/10/2021) itu mengagetkan banyak orang sehingga warga sekitar yang dibantu aparat gabungan berbondong mengevakuasi korban.

Kapolsek Jambon, Iptu Nanang Budianto menjelaskan bahwa setelah berjuang selama 2 jam, pada pukul 17.40 Wib, korban dapat dievakuasi oleh tim SPKT Polres Ponorogo dan BPBD Kabupaten Ponorogo dalam keadaan selamat masih hidup. “Setelah dapat dievakuasi kemudian pada pukul. 18.10 Wib, korban dibawa ke RSUD dr Harjono Ponorogo untuk pemeriksaan dan perawatan lebih lanjut. Korban mengalami luka lecet punggung kanan dan lebam mata sebelah kanan,”jelas Iptu Budianto.

Lihat Juga :

Ajaib, terjatuh sumur sedalam 12 meter, warga Krebet Jambon tetap hidup

Kapolsek Jambon juga menyebutkan bahwa korban merupakan pasien ODGJ yang sudah sekira 10 tahun ditangani dan dalam perawatan tenaga kesehatan Puskesmas Jambon. “Kejadian tersebut murni karena kecelakaan dan tidak ada unsur kesengajaan dan atas kejadian tersebut pihak keluarga menerima dengan ikhlas sebagai musibah serta tidak menuntut kepada siapapun.” Pungkas Iptu Nanang Budianto.

Korban dikabarkan mengalami luka lecet punggung kanan dan lebam mata sebelah kanan. “Setelah dirawat, korban terlihat sehat. Semoga kondisi psikisnya segera pulih kembali,” ucap Sunarsih Arifin, netizen yang berhasil memotret kondisi terakhir korban saat mendapatkan perawatan di RSUD Dr Hardjono. (Yah/Gin).

Peliput : Yahya Ali Rahmawan

Penyunting : Agin Wijaya

Ponorogo – Portalnews Madiun Raya

Eka Novia Susanti, (28), warga Dukuh Gelangan RT 02 RW 03 Desa Krebet Kecamatan Jambon Kabupaten Ponorogo mengalami nasib yang naas setelah tercebur sumur, Ahad Sore (24/10/2021) .

Menurut Kapolsek Jambon, Iptu Nanang Budianto, pihaknya pada hari Minggu, 24 Oktober 2021 sekira pukul. 14.30 Wib, menerima laporan telah terjadi orang tercebur sumur gali sedalam kurang lebih 12 meter.

“TKP nya di Rumah Sukadi, (59) seorang petani yang merupakan ayah korban. Korban atas nama Eka Novia Susanti, (28), dan mengalami gangguan jiwa alias ODGJ,”Ungkap Iptu Nanang.

Kronologinya, sekira pukul. 14.00 Wib, saat sang Ibu yang bernama Sumini memasak di dapur memperhatikan korban bermain disekitar TKP dan melihat tutup sumur sudah terbuka. “Ibu korban lalu curiga korban tidak ada di sekitar lokasi bermain kemudian mengecek ke dalam sumur dan benar korban sudah tercebur ke dalam sumur. Kemudian Ibu korban minta tolong kepada tetangga dan melaporkan kepada Perangkat Desa yang diteruskan ke Polsek Jambon pada pukul. 15.30 Wib,”terang Kapolsek Jambon.

Lihat Juga :

Begini kondisi Eka Novia Susanti setelah tercebur sumur sedalam 12 meter

Pada pukul. 17.40 Wib, korban dapat dievakuasi oleh tim SPKT Polres Ponorogo dan BPBD Kabupaten Ponorogo dalam keadaan selamat masih hidup. “Setelah dapat dievakuasi kemudian pada pukul. 18.10 Wib, korban dibawa ke RSUD dr Harjono Ponorogo untuk pemeriksaan dan perawatan lebih lanjut. Korban mengalami luka lecet punggung kanan dan lebam mata sebelah kanan,”jelas Iptu Budianto.

Kapolsek Jambon juga menyebutkan bahwa korban merupakan pasien ODGJ yang sudah sekira 10 tahun ditangani dan dalam perawatan tenaga kesehatan Puskesmas Jambon. “Kejadian tersebut murni karena kecelakaan dan tidak ada unsur kesengajaan dan atas kejadian tersebut pihak keluarga menerima dengan ikhlas sebagai musibah serta tidak menuntut kepada siapapun.” Pungkas Iptu Nanang Budianto. (Yah/Gin).

Peliput : Yahya Ali Rahmawan

Penyunting : Agin Wijaya

Ponorogo – Portalnews Madiun Raya

Menteri Sosial Republik Indonesia yang baru saja dilantik, Tri Rismaharini melakukan kunjungan kerja pertamanya di Kabupaten Ponorogo, Ahad (27/12/2020).

Meskipun di hari libur, Risma disambut jajaran Forkopimda Ponorogo diantaranya Wabup Soedjarno dan Wabup terpilih, Lisdyarita.

Di Ponorogo, Mensos yang juga masih menjabat Wali Kota Surabaya itu berkunjung ke dua tempat, yaitu di Rumah Kasih Sayang di Desa Krebet Kecamatan Jambon dan Rumah Harapan di Desa Karangpatihan, Balong.

Selain menyaksikan langsung kondisi masyarakat yang masih berjuang untuk kehidupannya, Tri Rismaharini menyerahkan berbagai bantuan kepada masyarakat yang kurang mampu diataranya paket sembako, kursi roda, krak, alat peraga edukatif dan berbagai bantuan produktif bagi masyarakat.

Risma menjelaskan bahwa pihaknya akan bekerja keras agar kehidupan masyarakat bisa hidup layak.

“Sambil pulang saya mendengar ada warga yang harus diperhatikan, ini tidak bisa dibiarkan yang nantinya akan tergantung kepada orang lain. Saya membawa bibit lele bagi mereka agar mereka dapat makan terus tanpa menunggu pemberian bantuan,” Ujar Menteri Sosial.

Risma juga berkomunikasi dengan akademisi untuk melihat antropologi penduduk sekitar. “Jadi bukan masalah kebudayaan ataupun kondisi, para akademisi akan memberikan informasi yang akurat sehingga saya tidak salah dalam mengambil kebijakan,” lanjut Menteri Sosial.

Menteri Sosial itu akan melihat progres setelah pemberian bantuan yang diberikan ke Ponorogo itu. “Semua daerah itu prioritas, untuk itu saya akan melihat bagaimana progres yang terjadi setelah bantuan yang produktif ini bisa berjalan. Kalau sukses maka daerah lain akan kita berlakukan hal yang sama. Di Kota Surabaya, kita bisa mengatasi persoalan yang sama, dimana warga yang kurang mampu bisa produktif dan tidak tergantung kepada orang lain.”Pungkas Tri Rismaharini. (Yah/Gin).

Peliput : Yahya Ali Rahmawan

Penyunting : Agin Wijaya

Tidak Ada Postingan Lagi.

Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.