Ponorogo – Portalnews Madiun Raya

Berbagai cara dilakukan untuk menghadapi Pandemi Covid 19 yang masih berlangsung.

Salah satunya adalah Kosiyar, seniman asal Ponorogo yang mengelola Sanggar Tari Purwa Lakshita Ponorogo yang beralamatkan di Jl. Gatotkaca 32 Ponorogo Jawa Timur.

Menurutnya Pandemi Covid 19 yang berkepanjangan membuat semua  hal terganggu dan siapapun pasti merasakan dampak dari itu semua. “Maka perlunya sanggar tari Purwa Lakshita Ponorogo menciptakan karya tari baru guna menunjang pembelajaran yang disesuaikan dengan kondisi saat ini,” ujarnya melalui akun facebook miliknya.

Lebih lanjut Kosiyar menyampaikan bahwa pihaknya menciptakan karya tari baru yang diberi nama “PREI SUI”. “Prei Sui adalah garapan terbaru yang dikhususkan untuk mendalami pengetahuan tentang element dasar gerak tari dan memperkenalkan tentang panggung Prosenium sebagai ruang Imajiner. Bagaimana anak -anak mampu membayangkan bahwa ruang yang mereka gunakan adalah sebuah stage tanpa batas,” Lanjutnya.

Kosiyar juga menyampaikan pentingnya memperkenalkan element dasar gerak tari, tentang ruang, waktu, bentuk, teknik, dan isi bagi calon Penari yang masih pemula. “Anak-anak sanggar tari Purwa Lakshita Ponorogo, pada hari ini pilihannya adalah Rest Area Bukit Soeharto, desa Biting, kecamatan Badegan, Ponorogo. Disamping untuk membangun mental calon Penari sangatlah penting dilakukan di ruang publik yang sudah barang tentu banyak pengunjungnya,” urai Kosiyar.

Sebagai penanda berakhirnya acara mereka ditandai dengan Potong tumpeng, jenang sengkala dan penerbangan 110 balon. “Ini kita lakukan dengan harapan Pandemi Covid 19 segera berakhir dan menuju pada tatanan kehidupan yang lebih baik. Salam Budaya.” Pungkas Kosiyar. (Red)

Ponorogo – Portalnews Madiun Raya

Bukit Soeharto yang terletak di Desa Biting Kecamatan Badegan Kabupaten Ponorogo kini hampir selesai direnovasi.

Pantauan Madiunraya.com, tempat yang kini disulap menjadi wisata alam yang asri dan wisata sejarah itu mulai dipadati pengunjung baik dari lingkungan setempat dan warga Ponorogo serta Wonogiri maupun pengendara yang berhenti setelah melewati tempat tersebut.

Taman bunga yang berwarna-warni dipadukan dengan puluhan gasebo atau tempat istirahat menambah asri bukit yang pernah didatangi Presiden kedua RI, Soeharto pada tahun 1978.

Monumen yang ditandatangani Soeharto tanggal 2 Maret 1978 berdiri dengan kokoh di puncak bukit dan menjadi tempat selfie selain pemandangan Gunung, Sungai serta taman bunga.

Puluhan lapak PKL yang berdagang makanan, minuman maupun mainan anak serta yang lain menambah semarak suasana sore itu.

Alunan musik juga terasa syahdu bagi pengunjung yang singgah ditempat itu, sebagai pelengkap bercengkerama dan sekedar ngopi bersama kolega, sahabat ataupun keluarga tercinta.

Ya, yang dulu gersang dan tandus, kini Bukit Soeharto di perbatasan Jawa Tengah dan Jawa Timur itu kini menjadi tempat yang ramai dikunjugi warga walaupun sepebuhnya belum selesai di renovasi.

Ada patung Jenderal Soeharto yang kini masih dibangun dan masih dalam tahap finishing akan semakin menambah nilai historis Bapak Pembangunan bagi Indonesia itu.

Selain itu ada rencana pembangunan Home Stay dan Water Boom serta wisata air yang akan melengkapi fasilitas bagi pengunjung.

Jadi, “Penak Jamanku To…??”. Ayo lurr dolan nyang Bukit Soeharto. (Yah/Gin).

Peliput : Yahya Ali Rahmawan

Penyunting : Agin Wijaya

Tidak Ada Postingan Lagi.

Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.