Ponorogo – Portalnews Madiunraya.com
Tahun politik 2019 yang akan segera datang membuat banyak orang membuat perkiraan dan analisa. Salah satunya oleh Subandi Budha, pengamat politik lokal di Ponorogo.

Subandi mengatakan bahwa apabila Jokowi terpilih lagi dan hasil perolehan suara Partai Nasdem Jawa Timur dinilai bagus maka Bupati Ponorogo, Drs H. Ipong Muchlissoni akan menjadi menteri.

Menanggapi hal tersebut, Bupati Ipong Muchlissoni yang berhasil ditemui Portalnews Madiunraya.com menyampaikan bahwa analisa tersebut tidaklah salah. “Ya, itu adalah harapan orang yang senang dengan saya, kita Aamiinkan lah,” terang Bupati Ipong.

Orang membandingkan seperti Pak Tejo, mantan Menkopolhukam yang dulunya adalah Bappilu Nasdem Jawa Timur, begitu Jokowi menang dan Nasdem dapat jatah menteri maka beliau menjadi Menkopolhukam, atau seperti Mentari Perdagangan, Enggiarto yang juga Bappilu Nasdem, sambung Bupati Ipong Muchlissoni.

“Melihat itu, lalu orang membandingkan dengan posisi saya yang saat ini sebagai Ketua Bappilu Nasdem Jawa Timur, ya kita aaminkanlah, tapi untuk saat ini saya fokus kepada pemenangan Jokowi – Ma’ruf serta Partai Nasdem, ” terang Bupati Ipong Muchlissoni.

Saat ditanya berapa target Partai Nasdem Ipong menjawab untuk DPR RI dari Partai Nasdem Jawa Timur menargetkan 15 kursi. “Sedangkan untuk Pilpres kita menargetkan 65 – 70 % untuk kemenangan Jokowi – Ma’ruf Amin.” pungkas Bupati Ipong Muchlissoni. (yah/gin).

Ponorogo – Portalnews Madiun Raya
Perayaan Grebeg Suro dan Festival Nasional Reyog Ponorogo tahun 2018 dipastikan berbeda dan lebih semarak dibanding kegiatan serupa tahun lalu.

Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Ponorogo, Lilik Slamet Rahardjo dalam jumpa pers di Padepokan Reyog, Senin (27/08).

Menurut Lilik, panggilan akrabnya, pihak Dinas Pariwisata akan membuat semarak festival seni tahunan di Kabupaten Ponorogo tersebut. “Meskipun anggaran turun, dari 2 miliar di tahun 2017 menjadi 1,8 miliar kita optimis lebih semarak dengan item yang lebih banyak,” ujar Lilik.

Semua kegiatan tahun lalu akan kita laksanakan dan ada beberapa kegiatan yang levelnya tingkat nasional. “Diantaranya lomba paralayang di Desa Tatung Kecamatan Balong pada tanggal 7-9 September 2018,” jelas Lilik.

Kemudian ada pameran UMKM, Gebyar Pariwisata, Kopi Darat Nasional (pameran batu permata), Nggowes Pomade 2, bazar dan lomba anak kreatif, sambung Lilik.

“Kita berharap dengan hajatan ini akan menarik wisatawan baik domestik maupun manca negara untuk berkunjung ke Ponorogo.” terang Lilik.

Untuk itu, kita sudah memasang bilboard dan baliho di Surabaya dan Yogyakarta dengan tagline #ayokePonorogo, dan dari inovasi yang kita lakukan itu sudah banyak perusahaan yang menghubungi kami untuk mensuport kegiatan di Ponorogo tersebut, urai Lilik.

Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Ponorogo yang baru tersebut berharap semua pihak termasuk jurnalis ikut mensukseskan kegiatan Grebeg Suro tahun 2018. (yah/gin)

Pacitan – Portalnews www.madiunraya.com
Masa tunggu jamaah haji di Kabupaten Pacitan mencapai 23 tahun. Ini artinya, jika calon jamaah haji tersebut mendaftar di tahun 2018 ini, maka keberangkatannya pada tahun 2041 mendatang.

Hal tersebut disampaikan oleh Susianto, calon jamaah haji asal Desa Kasihan, Kecamatan Tegalombo Pacitan. Menurut pensiunan guru tersebut dirinya mendaftar rukun Islam ke 5 tersebut bersama isterinya, Jum’at (24/08).

“Setelah dari Bank Syariah Mandiri untuk membayar porsi haji, kami langsung mendaftar ke Kemenag Pacitan dan oleh petugas Kemenag kami diberitahu jadwal keberangkatannya pada tahun 2041.” ucap Susianto.

Mendengar keterangan petugas Kemenag, Susianto tidak mempermasalahkan. “Bismillah, kami berniat ibadah, semoga kami sehat dan panjang umur sehingga bisa berangkat haji tahun 2041.” lanjut Susianto.

Pun dengan Sunartin, isteri Susianto yang juga Kepala Sekolah SDN Kasihan II tersebut mengaku siap menunggu sesuai dengan jadwal keberangkatannya. “Tadi kata petugas Kemenag, estimasi keberangkatan kami tahun 2041. Tapi itu adalah estimasi manusia, ketentuan dari Alloh SWT lebih akurat, Insya Alloh kalau yang bekehendak apapun bisa terjadi.” ucap Sunartin dengan yakin.

Sementara menurut salah seorang tokoh masyarakat di Pacitan, H. Subiyanto Munir, S. Pd, MM, memang masa tunggu ibadah haji di Pacitan mencapai 23 tahun. “Animo masyarakat Pacitan untuk berhaji sangat besar, sedangkan kuota yang diberikan sangat sedikit, jadi kita harus bersabar. ” ucap Kabid Fakir Miskin Dinas Sosial Kabupaten Pacitan ini.

Kalau ingin cepat berangkat solusinya adalah dengan Haji Plus, yang masa tunggunya 7 tahun, namun biayanya 3 kali lipat ibadah haji reguler, sambungnya.

“Namun Siskohat atau sistem penjadwalan dari Kementerian Agama itu memprioritaskan jamaah haji yang sepuh, sehingga kesempatan jamaah haji yang usia lanjut akan dipercepat, kita harus berikhtiar sambil bersabar dalam menggenapkan rukun Islam kita.” pungkas Subiyanto. (yah/gin).

Trenggalek – Portal Madiun Raya

Pemerintah Kabupaten Trenggalek bersama dengan Tim terpadu Forkopimda, sangat serius menangani bencana longsor di KM 16 Raya Trenggalek-Ponorogo.

Bahkan Forum Pimpinan Daerah di Kota Tempe Keripik rela turun langsung untuk memandu, jalannya proses evakuasi longsor.

Plh. Bupati Trenggale Pariyo, Kapolres Trenggalek, AKBP Didit BWS, Waka ADM Perhutani, Andik Iswanto dan segenap kepala OPD terkait, juga meninjau jalur alternatif yang bisa dilalui kendaraan.

Kegigihan tim terpadu ini akhirnya membuahkan hasil, Sabtu sore (25/8/2018) sekitar pukul 15.00 WIB jalur Trenggalek-Ponorogo sudah bisa dibuka.

Kendaraan yang sempat terjebak seharian, akhirnya dapat melintas meskipun masih menggunakan sistem buka tutup.

Terbukanya jalur Trenggalek-Ponorogo ini dibenarkan oleh Kapolres Trenggalek, AKBP Didit BWS. Menurut Perwira Polri dengan pangkat dua melati dipundaknya tersebut menyatakan bahwa hal tersebut merupakan hasil kerja keras dari tim terpadu, dan unsur Forkopimda. “Kita tim terpadu memaksimalkan untuk akses jalan secara bergantian agar dapat dilalui,” ungkapnya.

Sistemnya saat ini kita gunakan buka tutup dan kita tempatkan tim terpadu dari akses arah Ponorogo dan mau masuk Trenggalek dan dari titik sebaliknya.

Masih menurut AKBP Didit, kondisi tebing sekarang masih labil, batu dan tanah masih berangsur-angsur turun di titik longsor.

Kepada para pengendara untuk berhati-hati dan harus tetap mematuhi instruksi dari Tim. “Hati-hati, pelan-pelan untuk menjaga keselamatan.” jelasnya.

Sementara itu Triadi Admono Plt Kadis Kominfo Kabupaten Trenggalek, mewakili Pemkab Trenggalek mengucapkan rasa terima kasihnya atas kerja keras seluruh elemen, baik pemerintah, Forkopimda maupun masyarakat. “Sehingga jalur Trenggalek-Ponorogo bisa dibuka, transportasi yang sebelumnya lumpuh total dapat melintas. Sebagaimana yang di sampaikan oleh Kapolres, jalur ini dibuka dengan sistem, buka tutup. Karena masih ada material yang dimungkinkan bisa jatuh,” urai Triadi.

Kita memprioritaskan keamanan pekerja dan pengguna jalan. Karena itu kita gunakan fungsi satu lajur, dengan sistem buka tutup lalu lintas dari kedua arah. Mana kala nanti digunakan untuk penurunan material, kita koordinasikan dengan Proyek Wika, sambungnya.

“Selanjutnya kita alihkan, dengan menggunakan jalur yang sudah kita atur bersama.” pungkas Triad. (Ono/gin)

Reporter : Dahono

Surabaya – Portal Madiun Raya
Dra. Khofifah Indar Parawansa politikus perempuan ini lahir di Surabaya, 19 Mei 1965. Isteri dari Indar Parawansa ini menjabat beberapa organisasi yaitu :

Ketua Umum PP Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) ( 2000 – 2005 )
Anggota Dewan Pertimbangan DPP PKB ( 2000 – 2002 )
Anggota Dewan Syuro DPP PKB ( 2000 – 2002 )
Wakil Sekretaris Dewan Syuro PKB ( 2002 – 2007 )
Menteri Sosial Kabinet Kerja (2014 – 2019)

Khofifah menghabiskan masa kecilnya di Surabaya, sampai dengan kuliah dirinya juga di Surabaya dan mengambil jurusan yang berbeda di perguruan tinggi yang berlainan. Selain belajar politik di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Airlangga (Unair) ia juga belajar ilmu komunikasi dan agama di Sekolah Tinggi Ilmu Dakwah, Surabaya.

Umur 27 tahun, Khofifah menjadi anggota DPR RI dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP) 1992-1997. Pemilu tahun 1997, Khofifah terpilih kembali menjadi anggota DPR. Pada periode ini, Khofifah hanya bertahan dua tahun. Karena pada waktu itu, tahun 1998, terjadi peralihan rezim Orde Baru ke Era Reformasi.

Pemilu tahun 1999, Khofifah berpindah partai ke Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), partai yang lahir di Era Reformasi bentukan Abdurrahman Wahid. Khofifah terpilih kembali sebagai anggota dewan, tetapi dia tidak lama bertugas di sana. Pada tahun 1999, dia diangkat menjadi Menteri Pemberdayaan Perempuan oleh Presiden terpilih Abdurrahman Wahid (Gus Dur) pada kabinet Persatuan Indonesia.

Nasib Khofifah menjadi menteri juga tidak bertahan lama, hanya dua tahun, seiring jatuhnya Presiden Abdurrahman Wahid untuk periode 1999-2001. Presiden baru Megawati tidak memasukkan Khofifah sebagai menterinya dalam Kabinet Gotong Royong periode 2001-2004.

Berhenti jadi menteri, tidak membuat dirinya kecil hati. Dia semakin aktif di berbagai kegiatan kemasyarakatan. Dia aktif di organissi Muslimat, organisasi sayap perempuan Nahdlatul Ulama (NU). Dia memimpin Muslimat periode 2000-2005.

Kiprahnya di kemasyarakatan makin terasa dirasakan masyarakat. Masyarakat Jawa Timur mendorong Khofifah untuk ikut colan pemilihan gubernur (Pilgub) Jawa Timur 2013. Khofifah ikut bertarung, tapi belum berhasil.

Pada Pilpres 2014, Khofifah diminta menjadi salah satu juru bicara politik pasangan Jokowi-JK. Hasilnya berbuah manis. Jokowi menang, dan meminta Khofifah untuk menjadi menteri sosial pada kabinet Kerja 2014-2019.

Anak Khofifah dan Indar Parawansa berjumlah 4 orang yaitu Fatimah Sang Mannagali, Jalaluddin Mannagali, Yusuf Mannagali, Ali Mannagali.

Riwayat Pendidikan :
SD Taquma (1972-1978)
SMP Khodijah – Surabaya (1978-1981)
SMA Khodijah – Surabaya (1981-1984)
S1, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Airlangga, Surabaya (1984-1991)
S1, Sekolah Tinggi Ilmu Dakwah, Surabaya (1984-1989)
S 2, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Indonesia, Jakarta (1993-1997)

KARIER
Ketua Umum OSIS SMA Khadijah ( 1983 )
Ketua Umum Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU)
Ketua Umum Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Surabaya ( 1986 )
Dosen Universitas Wijaya Putra, Surabaya ( 1991 – 1992 )
Dosen Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Taruna, Surabaya ( 1989 )
Pimpinan Fraksi Partai Persatuan Pembangunan DPR RI (1992-1997)
Pimpinan Komisi VIII DPR RI (1995-1997)
Anggota Komisi II DPR RI (1997-1998)
Wakil Ketua DPR RI (1999)
Sekretaris Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa MPR RI (1999)
Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan (1999-2001)
Kepala Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (1999-2001)
Ketua Komisi VII DPR RI (2004-2006)
Ketua Fraksi Kebangkitan Bangsa MPR RI (2004- 2006)
Anggota Komisi VII DPR RI (2006)
Ketua Partai PKB ( 1998 – 2000 )
Ketua Umum PP Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) ( 2000 – 2005 )
Anggota Dewan Pertimbangan DPP PKB ( 2000 – 2002 )
Anggota Dewan Syuro DPP PKB ( 2000 – 2002 )
Wakil Sekretaris Dewan Syuro PKB ( 2002 – 2007 )
Menteri Sosial Kabinet Kerja (2014 – 2019).

Saat ini Khofifah bersama Emil Dardak bersiap mengemban amanah menjadi Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Timur periode 2018 – 2023. (gin/yah)

TRENGGALEK, Madiunraya.com – Pasangan calon Gubernur nomor urut 1 Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa-Emil Elestianto Dardak menang telak di Kabupaten Trenggalek.

Berdasarkan hasil hitung cepat dari laman KPU RI yang dikutip Madiunraya.com pada Jumat  (29/6/2019), Khofifah-Emil meraup 266.031 suara persentase 68,9 persen.

Sementara paslon nomor urut 2 Saifullah Yusuf-Puti Guntur Soekarno meraup 120.180 suara atau 31,1 persen. Adapun total suara sebanyak 394.795 dengan rincian suara sah 386.211 dan suara tidak sah 8.584.

Jumlah pemilih Pilgub Jatim di Trenggalek sendiri berdasarkan laman KPU RI tersebut sebanyak 576.939 dengan jumlah pengguna hak pilih sebanyak 394.795 pemilih atau dengan partisipasi sebanyak 68,4 persen.

Sebelumnya diberitakan Khofifah-Emil memenangi Pilgub Jatim versi hitung cepat lembaga survei atau quick count.

Data yang dihimpun juga menunjukkan Khofifah-Emil unggul di sebagian besar daerah di Jawa Timur berdasarkan hitung cepat Indikator Politik Indonesia. Selain di Trenggalek, Khofifah-Emil juga unggul di Tuban, Bojonegoro, Gresik, Jombang, Kediri, Pacitan, Sumenep, Lamongan, Sidoarjo, Probolinggo dan Surabaya.

Untuk Kota Surabaya, berdasarkan hitung cepat itu, Khofifah-Emil unggul dengan perolehan suara 54,74 persen, sementara pasangan Saifullah Yusuf-Puti Guntur Soekarno mendapatkan suara sebesar 45,26 persen.

Namun, Saifullah Yusuf-Puti Guntur Soekarno unggul di daerah lain, di antaranya Kota dan Kabupaten Malang, Magetan, Tulungagung, Sampang dan Banyuwangi.

Data yang masuk ke Indikator Politik Indonesia sudah 100 persen dengan tingkat partisipasi pemilih atau “voter turn out (VTO) sebanyak 62,05 persen, “margin of error” sebesar 1,32 persen. Hasilnya adalah Khofifah-Emil 53,63 persen dan Saifullah Yusuf-Puti Guntur Soekarno 46,37 persen.

Selain Indikator, berdasarkan hasil hitung cepat Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA pasangan Khofifah-Emil yang didukung Partai Demokrat, Partai Nasdem, PAN, Partai Hanura, Partai Golkar dan PPP itu unggul dengan angka 54,14 persen suara.

Sementara Gus Ipul-Puti Guntur Soekarno yang didukung PDI-P, Gerindra, PKB dan PKS memperoleh 45,86 persen suara. Namun demikian, hitung cepat dari lembaga-lembaga survei tersebut bukan hasil akhir dari Pilkada Jatim, melainkan masih menunggu rekapitulasi hasil suara oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) hingga 9 Juli 2018.

Ponorogo – Portal Madiun Raya

Sebagai bentuk apresiasi hari lahir Pancasila dan memperingati Bulan Bung Karno di bulan Juni serta memuliakan Anak Yatim, DPC PDI Perjuangan Ponorogo, mengajak 70 anak yatim/piatu untuk ziarah ke Makam Bung Karno (MBK) di Kota Blitar, Selasa (05/06).

Menurut Ketua rombongan, Siti Noor Aini, kegiatan ziarah di Makam Bung Karno dengan anak yatim ini selain untuk memperingati Hari Lahir Pancasila 1 Juni juga untuk mendoakan mbak Puti Soekarno agar menang dalam Pilgub 27 Juni 2018 mendatang. “Kita berharap dari do’anya anak yatim/piatu yang kita ajak berziarah akan dikabulkan oleh Alloh SWT”,ujar Nora, panggilan akrabnya.

Selain itu kita juga mengajarkan kepada mereka untuk menghargai Bapak Proklamator RI serta Presiden pertama republik ini, sambungnya.

“Kedatangan anak-anak yatim yang didampingi oleh Kiai Syamsu sebagai pimpinan panti asuhan Munirul Islam Pinggirsari, Ponorogo dan sejumlah pengurus DPC PDI P Ponorogo”,lanjut Nora.

Menurut Nora,sambutan luar biasa diberikan oleh DPC PDIP kota Blitar dan Kabupaten Blitar. “Bahkan Wakil Wali Kota Blitar, Santoso menyambut langsung rombongan dari Ponorogo ini”,jelasnya.

Terpisah, anggota DPRD Jawa Timur, Bambang Juwono menjelaskan bahwa sebagai bentuk memperingati bulan Bung Karno, seluruh DPC PDIP di Kabupaten dan Kota di seluruh Jawa Timur secara bergantian melakukan kegiatan ziarah di Makam Bung Karno. “Bulan Juni adalah bulan Bung Karno, dimana tanggal 6 Juni beliau lahir di Surabaya, tanggal 21 Juni wafat di Jakarta dan dimakamkan di Blitar, serta tanggal 1 Juni beliau memaparkan Pancasila didepan anggota BPUPKI”, jelas Bambang.

Selain itu, ini merupakan bagian dari upaya mendoakan pasangan Gus Ipul-Puti dapat menang di Pilgub Jatim 2018, mengingat mbak Puti adalah cucu dari pendiri bangsa ini, Mbak Puti memiliki komitmen memajukan Provinsi Jawa Timur dengan menjaga ideologi yang dari kakeknya, pungkas Bambang. (yah/gin)

Ponorogo – Portal Madiun Raya
Mengunjungi simpatisan atau reses, Anggota DPRD Provinsi Jawa Timur, Bambang Juwono, SH, M Hum di Kabupaten Ponorogo menyampaikan bahaya radikalisme atau terorisme terhadap kehidupan berbangsa dan bernegara.

Bambang Juwono yang lahir di Kecamatan Balong Ponorogo tersebut menegaskan bahwa ideologi radikalisme tidak cocok hidup di Indonesia. “Sebenarnya jumlah mereka itu tidaklah banyak, namun yang membuat mereka terlihat besar adalah mereka berani mati saja”,jelas Bambang.

Ideologi Radikalisme yang dianut oleh mereka tidaklah pas karena kita hidup dalam keadaan yang aman, kecuali kita masih dalam penjajahan apalagi yang dibunuh adalah sesama anak bangsa dan saya yakin sebenarnya mereka tidaklah beragama, karena semua agama melarang kekerasan, sambungnya.

“Untuk itu, dalam kegiatan reses kali ini saya menyampaikan bahwa ideologi mereka harus di lawan dengan kembali ke Pancasila yang merupakan hasil perenungan yang mendalam dari founding father bangsa ini”,lanjut Bambang.

Pancasila yang terdiri dari 5 sila apabila ditarik menjadi tri sila dan menjadi eka sila yaitu Gotong Royong, nilai ini yang terkesan hilang dalam budaya bangsa kita dan sudah kewajiban kita untuk kembali kepada nilai luhur tersebut, pungkas Bambang Juwono.

Bambang Juwono yang mengunjungi Kecamatan Jetis, Badegan dan Jenangan tersebut juga akan berkeliling di wilayah Dapil VII Jatim dengan menyampaikan hal yang sama. (Yah/Gin)

Tidak Ada Postingan Lagi.

Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.