Ponorogo – Portal Madiun Raya

Luas Tambah Tanam (LTT) Padi yang ditarget mencapai 28 ribu hektar lebih untuk periode April sampai dengan September 2018 hingga saat ini telah tercapai 31,94%, diharapkan pada bulan September ini LTT Padi untuk wilayah Kabupaten Ponorogo dapat tercapai 100%. Guna memberikan motivasi kepada Petani yang didampingi oleh Aparat Komando Kewilayahan (Apkowil) Kodim 0802/Ponorogo Dandim 0802/Ponorogo Letnan Kolonel Inf Made Sandy Agusto turun langsung ke lahan pertanian Padi siap tanam di Kelurahan Kadipaten Kecamatan Kecamatan Babadan Kabupaten Ponorogo.(19/04/2018)

Kehadiran Dandim 0802/Ponorogo ini membuat Petani yang sebagian besar diantaranya ibu-ibu yang sedang melaksanakan tanam padi terlihat sumringah. Letnan Kolonel Inf Made Sandy Agusto yang sehari-hari sangat akrab dengan masyarakat ini pun turun langsung membantu Petani menanam padi dilahan pertanian mereka. Disela-sela kesibukan menanam padi ini, seperti biasa Dandim 0802/Ponorogo bercanda dengan para petani hingga suasana terasa akrab.

Sementara itu, sesuai laporan dari wilayah-wilayah jajaran Kodim 0802/Ponorogo hari ini tercatat penambahan LTT seluas 157 hektar yang tersebar diwilayah Kecamatan Sukorejo 67 hektar, Kecamatan Kota Ponorogo 28 hektar, Kecamatan Ngebel dan Badegan masing-masing 15 dan 21 hektar serta sisanya tersebar dibeberapa Kecamatan diseluruh wilayah Kabupaten Ponorogo.(dim/gin)

Reporter : Tatang Dahono

 

Trenggalek – Portal Madiun Raya

Ratusan masyarakat Trenggalek melakukan Aksi demo, ngeluruk Dinas PUPR rabu (18/4) , terkait pekerjaan hotmix jalan di kecamatan Bendungan, Panggul, Pule yang sangat ambu radul, karena pekerjaanya asal asalan.

Berangkat dari STKIP Gempleng ratusan masa mengendarai pick up dan truck menuju Kantor Dinas PUPR, untuk menyampaikan aspirasi.

Sampai di depan pintu gerbang masa yang akan menyampaikan aspirasi tidak bisa masuk, karena di pagar betis oleh aparat.

Suasana menjadi panas karena pendemo tidak ditemui M.Soleh Kepala Dinas PUPR.
Beruntung masa bisa dikendalikan, akhirnya menuju gedung DPRD Trenggalek.

Diterima oleh Gus Wanto unsur pimpinan DPRD,
Budi Santosa Koordinator demo mengatakan, “kami perwakilan masyarakat lapis bawah yang peduli APBN Trenggalek, menyampaikan aspirasi tentang, peningkatan infrastruktur jalan yang kurang baik, amburadul, alias abal abal, terangnya.
Ada tujuh titik pekerjaan yang tidak layak, berada di 5 Kecamatan, di kabupatenTrenggalek.

Menanggapi jalan yang kurang baik kata Budi, masyarakat itu tahunya hanya hasil, masalah perencanaan itu ada di masing masing OPD, semua punya tupoksi.

Karena itu kami menunggu fungsi kontrol dewan, kita nunggu putusannya, jika tidak ada jalan keluar, masyarakat akan mencari keadilan, karena itu uang rakyat, tegasnya.

Ditambahkan banyak kejadian yang memprihatinkan, sebelum serah terima, banyak pekerjaan yang sudah ambrol.

Paket hotmix ini lanjutnya, nilainya sangat besar dan bervariasi, ada yang 6 Milyard , 4,7 Milyard, dan 5 Milyard, kurang lebih total pekerjaan nilainya ada 30 Milyard.

Dan yang menyedihkan rekanan ini kata Budi, sekarang menang lelang untuk pekerjaan jalan Pager Wojo – Bendungan, senilai 12 Milyard.Padahal pekerjaan sebelumnya tidak layak dan kurang baik, kata Budi Kecewa.

Sementara itu Gus Wanto salah salah satu unsur pimpinan dewan mengatakan, ” bukti investigasi pekerjaan th 2017 yang lalu yang ditemukan oleh masyarakat, pekerjaanya tidak memenuhi syarat, jumlahnya ada tujuh titik.

Padahal komisi 3 pada tahun 2017 yang lalu, sudah memberikan warning kepada rekanan, tetapi tidak ada perubahan sama sekali, urainya.

Ditanya siapa yang bertanggung jawab, Gus Wanto mengatakan, dewan hanya sebatas APBD saja, sedangkan eksekutor nya OPD, dalam hal ini intansi yang terkait.
Atas temuan ini kami akan segera memanggil OPD untuk melakukan Herring, sedangkan yang menentukan kebijakan adalah bupati, ” pungkas Gus Wanto. (Ono/gin)

,

Ponorogo – Portal Madiun Raya

Kesadaran masyarakat dalam melaksanakan Keluarga Berencana merupakan salah satu tujuan diselenggarakannya Program Kegiatan KB Kesehatan yang diselenggarakan oleh satuan Kodim 0802/Ponorogo bersama Pemda Kabupaten Ponorogo melui Dinas PP dan KB yang didukung oleh Dias Kesehatan yang dilaksanakan oleh Puskesmas-Puskesmas sewilayah Kabupaten Ponorogo. Menggunakan mobil pelayanan KB milik Dinas PP dan KB Kabupaten Ponorogo, anggota Kodim 0802/Ponorogo yang dipimpin oleh Danramil 0802/03 Babadan Kapten Inf Rubiyanto bersama dengan petugas dari PP dan KB Kabupaten Ponorogo melaksanakan Sosialisasi KB Kesehatan kepada Warga Masyarakat Desa Purwosari Kecamatan Babadan.(17/04/2018)

Hadir dan mendukung kegiatan tersebut antara lain, Danramil 0802/Ponorogo beserta 5 orang anggota, Kepala Dinas PP dan KB Kabupaten Ponorogo yang diwakili oleh Kasi Keluarga Sejahtera Bapak Harminto, SH, M.Hum beserta 7 orang petugas, Kepala Puskesmas Babadan Dr. Abraham Reza Kaisar, M.Kes beserta 7 anggota dan Koordinator Bidan sewilayah Kecamatan Babadan Ibu Isnatun beserta 10 orang Bidan Desa sewilayah Kecamatan Babadan yang dibantu relawan Posyandu Desa Purwosari.

Sosialisasi KB Kesehatan ini dilaksanakan kepada akseptor KB aktif maupun calon akseptor yang telah didata oleh Babinsa Purwosari sebelumnya, Sedangkan tempat yang dipillih untuk pelaksanaan kegiatan ini antara lain Posyandu-Posyandu yang ada di Desa Purwosari yang diakhiri di Polindes Purwosari yang keseluruhan penerima sosialisasi diperkirakan mencapai 250 orang.(dim/gin)


Reporter : Tatang Dahono

Trenggalek – Portal Madiun Raya

Untuk mempersiapkan tenaga-tenaga terlatih, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Trenggalek, mengadakan kegiatan Pelatihan Manajemen Bencana Tingkat Dasar, di Bumi Perkemahan Coban Rambat, Kecamatan Bendungan, mulai tanggal 13 April 2018.

Kegiatan yang dibuka oleh Plt. Bupati Trenggalek, H. Mochamad Nur Arifin, serta dihadiri oleh Forpimcam Kecamatan Bendungan, Kepala Desa Dompyong, dan pimpinan BAZNAS Kabupaten Trenggalek.

Dalam kegiatan ini para peserta yang berjumlah 34 orang relawan (terdiri dari 31 putra dan 3 orang putri) akan dibimbing oleh pemateri yang diantaranya berasal dari, BTB (BAZNAS Tanggap Bencana) Provinsi Jawa Timur, dari BPBD, Tagana, PMI, dan Basarnas Kabupaten Trenggalek.

Plt. Bupati Nur Arifin, pada pembukaan pelatihan tersebut, mengapresiasi kegiatan yang dilakukan oleh BAZNAS Kabupaten Trenggalek.
Menurut Nur Arifin, para relawan BAZNAS Tanggap Bencana (BTB) ini nantinya juga direkrut sebagai, anggota Pasukan Oranye Qlue.

“Kita sekarang punya Qlue, kita juga punya tujuh pasukan dan kebencanaan itu masuk di Pasukan Oranye, nanti sekalian kita SK-kan. Tetapi saya juga minta begitu ada laporan kebencanaan, harus segera ditindak lanjuti,” pinta Plt. Bupati.

Nur Arifin juga mengucapkan terima kasih kepada para peserta, yang sudah mau bersedekah partisipasi dalam kegiatan tersebut. “Saya ucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada para relawan yang mau bersedekah partisipasi, bersedekah tenaga, niat untuk membantu saudara-saudara kita, jika nanti terjadi bencana. Semoga saja tidak ada bencana, tapi saya berterima kasih jika ada yang mau berpartisipasi seperti ini,” pungkasnya. (Ono/gin)

Ponorogo – Portal Madiun Raya

Membantu mengatasi kesulitan rakyat merupakan salah satu misi keberadaan satuan Kodim 0802/Ponorogo. Guna mewujudkan misi tersebut, Letnan Kolonel Inf Made Sandy Agusto Dandim 0802/Ponorogo tak segan-segan bergelut dengan lumpur dan material yang ada di sungai Ngotok Kelurahan Surodikraman Kecamatan Kota Ponorogo dalam karya bakti sinergi TNI, Polri, Pemda dan masyarakat setempat, Ahad,(15/04/2018).

Karya bakti yang menunjukkan kebersamaan komponen masyarakat Ponorogo ini bertujuan untuk membantu masyarakat Kecamatan Kota pada umumnya dan khususnya warga Kelurahan Surodikraman dari penyebaran penyakit yang diakibatkan terhambatnya saluran sungai Ngotok di kelurahan ini. Kegiatan ini diawali dengan pengecekan personel dan materiil serta doa bersama yang mentargetkan lancarnya aliran air di Sungai Ngotok yang mulai banyak terdapat timbunan material bawaan arus sungai selama musim hujan tahun 2017-2018 sehingga dapat menjadi tempat bersarangnya bibit-bibit penyakit.

Kekompakan dan semangat yang ditunjukkan peserta kegiatan dalam pelaksanaan Karya Bakti Sinergi ini tak lepas dari kehadiran Dandim 0802/Ponorogo Letnan Kolonel Inf Made Sandy Agusto yang terjun langsung dalam kegiatan untuk memberikan motivasi dan dorongan kepada seluruh pelaksana kegiatan Karya Bakti guna pencapaian target sasaran kegiatan yang telah ditentukan. Tak canggung-canggung, Letnan Kolonel Inf Made Sandy Agusto ditengah-tengah anak buah dan komponen lainnya bahu- membahu membersihkan saluran air di Sungai Ngotok yang melintas di tengah Kota Ponorogo ini. Sementara itu hadir dalam kegiatan Karya Bakti antara lain, Dandim 0802/Ponorogo, Danramil 0802/01 Kota Ponorogo, Wakapolsek Kota Ponorogo, Kepala Kelurahan Surodikraman serta personel dari Dinas PUPR, BPBD dan masyarakat Kelurahan Surodikraman.

Ditemui saat berlangsungnya kegiatan Karya Bakti ini, Kepala Kelurahan Surodikraman Hj. Ahwayuning Hirowati, SH menyampaikan bahwa kemanunggalan TNI, Polri, Pemerintah dan Masyarakat Kelurahan Surodikraman dalam bentuk karya bakti bersama ini adalah wujud sinergitas dan soliditas seluruh komponen diwilayahnya guna menanggulangi bencana serta penyebaran bibit-bibit penyakit, ia berharap dengan lancarnya sungai Ngotok ini masyarakat dapat hidup dengan nyaman tanpa ada kekhawatiran akan bencana alam dan penyebaran penyakit.

Khusus kepada Bapak Dandim 0802/Ponorogo ia menyampaikan rada terima kasih yang sebesar-besarnya atas perhatian beliau yang sangat besar dalam pelaksanaan kegiatan Karya Bakti Sinergi ini, hingga Bapak Dandim 0802/Ponorogo turun sendiri didasar sungai untuk bersama-sama membersihkan aliran air Sungai Ngotok. “Hal ini dapat dijadikan sebagai pemacu semangat warga Kelurahan Surodikraman dalam menjaga kebersihan dan menjaga kelancaran aliran sungai Ngotok ini”,ujar Lurah Surodikraman.(dim/gin)

Reporter : Tatang Dahono

Trenggalek – Portal Madiun Raya

Rapat kerja organisasi perangkat daerah dengan Pansus DPRD, dalam rangka melanjutkan LKPJ Bupati tahun 2017 (12/4) kemarin berjalan alot.
‌Sukarudin Ketua Pansus merasa kecewa karena serapan anggaran APBD tahun 2017 banyak yang tidak terserap, dan kurang dari 80 persen.
‌Padahal sebelumnya mereka minta tambahan anggaran, namun setelah berjalan, anggaran tersebut banyak yang tidak terserap, ini patut dipertanyakan, ungkap Sukarudin.

“Seperti di Dinas PUPR, ada beberapa kegiatan yang serapan anggaranya tidak mencapai 80 persen yaitu, anggaran operasional bencana alam , anggaran alat untuk mengukur mendeteksi jalan juga tidak terealisasi, karena harganya 1 Milyard, sedangkan anggarannya yang disediakan hanya 200 juta”, jelas Sukarudin.

Serapan anggaran ini tidak hanya di Dinas PUPR saja, tetapi juga di Dinas PKPLH, Dinas Kesehatan dan lain lain.
Jika Melihat laporan dari masing masing organisasi perangkat daerah ( OPD ) ini Sukarudin menilai, perencanaanya patut dipertanyakan, “Apalagi di Dinas PUPR, sudah jelas alat pendeteksi jalan harganya 1 Milyard, kenapa dianggarkan 200 juta ini aneh tapi nyata”, katanya dengan nada kecewa.

Sukaji anggota Pansus menilai ini, disebabkan optimisme dalam menetapkan pagu anggaran. “Ternyata setelah direncanakan hanya membutuhkan Anggaran sedikit, akhirnya terjadi selisih”,jelasnya.

Sedang kan masalah anggaran pendeteksi jalan dalam perencanaan awal pagu tidak berorientasi pada kebutuhan riil. Ini yang harus diperbaiki. kedepan kalau mengusulkan sesuatu harus sesuai dengan kebutuhan sebuah kegiatan, lanjut Sukaji.

“Sehingga dalam perencanaan kontrak nanti kalau terjadi selisih, terbatas hanya pada rinciannya”,lanjut Sukaji.

Sukaji pun menyampaikan, bila target kegiatan terpenuhi, dananya sisa, berarti kesalahan pada perencanan anggaran.

“Sebaliknya jika kegiatan tidak bisa dilaksanakan, ada dua hal yang melatar belakangi yaitu, perencanaan asal asalan, timing waktu yang tidak tepat ketika pelaksanaan di kontrakan, dan pelaksanaan teknis terlambat, yang berimbas juga pada keterlambatan kontrak”, urai Sukaji.

Karena itu saya peringatkan setiap kegiatan harus menghitung waktu dalam sebuah kegiatan, jangan semaunya,pungkas Sukaji. (Ono/gin)

Ponorogo – Portal Madiun Raya

Peristiwa Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW sebagai momentum perjalanan Rasulullah menghadap Rabb nya untuk menerima petunjuk pelaksanaan kewajiban shalat 5 waktu bagi Umat Islam. Memanfaatkan momentum peringatan Isra’ Mi’raj tersebut dimanfaatkan Kodim 0802/Ponorogo untuk meningkatkan keimanan dan ketaqwaan Prajurit dengan menyelenggarakan Peringatan Hari Besar Islam (PHBI) di Masjid Al Muttahidah Jl. Veteran Ponorogo, Rabu (11/04/2018).

Peringatan PHBI yang dikemas dengan acara Pengajian tersebut kali ini mengambil tema “Jadikan Hikmah Peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad Saw 1439/2018M Sebagai Sarana Pemantapan Iman dan Taqwa Prajurit dan PNS TNI AD yang Berjiwa Kesatria, Militan, Loyal,Modern dan Manunggal dengan Rakyat”. Ratusan anggota Kodim 0802/Ponorogo yang hadir dalam acara tersebut manunggal bersama jama’ah Masjid untuk mengikuti pengajian dalam rangka Isra’ Mi’raj yang disampaikan oleh DR. KH. M. Suyudi, M.Ag.

Dalam sambutannya saat mengawali acara pengajian tersebut, Kapten Czi M. Fachrodji Ansharullah yang mewakili Dandim 0802/Ponorogo menyampaikan bahwa peringatan PHBI ini hendaknya dijadikan momentum meningkatkan keimanan dan ketaqwaan Prajurit. “Selain itu, momentum ini sangat baik untuk manunggal bersama rakyat dalam rangka membangun dan memelihara kerohanian, baik Prajurit maupun masyarakat”, pungkasnya.

Usai sambutan Pasi Pers Kodim 0802/Ponorogo, jama’ah peringatan Isra’ Mi’raj menerima Pengajian dari DR. KH. M. Suyudi, M,Ag yang membeberkan peristiwa Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW dan cara merefleksikannya dalam kehidupan sehari-hari.(dim/gin)

Ponorogo – Portal Madiun Raya
Puluhan anggota Lembaga Swadaya Masyarakat atau LSM di Ponorogo menggelar aksi unjuk rasa didepan kantor Bupati Ponorogo, Kamis (12/04).

Dalam orasinya mereka memprotes sebutan “Anjing Penjaga” yang disematkan kepada para LSM oleh Bupati Ipong Muchlissoni saat Musrenbang Kabupaten Ponorogo.

Menurut para LSM, Bupati Ipong Muchlissoni melakukan ujaran kebencian terhadap para LSM.

Forum LSM juga menyoroti kinerja pemerintah yang dinilai kurang pro rakyat dengan bukti sehari sebelumnya Bupati Ipong Muchlissoni juga didemo terkait kebijakan PKL, Bentor, Waduk Demo, pendirian pabrik di Desa Sampung.

Seperti yang diungkapkan Sunardi, pihaknya sangat prihatin akan kepemimpinan Bupati Ipong. “Pemerintahan Bupati Ipong tidak pro rakyat dan tidak lebih baik dari pemerintahan sebelumnya”,ujarnya.

Seperti informasi yang telah beredar, Bupati Ipong menyebut bahwa LSM sebagau Watch Dog atau anjing penjaga. “LSM merupakan watchdog yang artinya memberikan kontrol sosial atas kepemimpinan Ipong – Djarno, berupa kritikan atas kekurangan atau tidak maksimalnya pelayanan kami kepada masyarakat”,ujar Bupati Ipong saat musrenbang saat itu.

Diakhir aksi unjukrasa yang dilakukan oleh Forum LSM, mereka melaporkan Bupati Ipong Muchlissoni ke Polres Ponorogo atas hate spech yang menurut forum LSM dilakukan oleh Bupati Ipong Muchlissoni. (GiN).

Tidak Ada Postingan Lagi.

Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.