AKP Ryo Pradana, Kasatreskrim Polres Ponorogo menghimbau Masyarakat Untuk Tidak Terbangkan Balon Udara dan Bermain Petasan Jelang Idul Fitri
Lebaran yang tinggal menghitung hari biasanya dirayakan dengan menyulut petasan dan menerbangkan balon udara bagi sebagian warga Bumi Reog.
Karena dinilai sangat membahayakan, Polres Ponorogo melarang keras terhadap kegiatan tersebut.
Hal itu disampaikan oleh Kasatreskrim Polres Ponorogo, AKP Ryo Pradana.
“Sangat bahaya. (Menerbangkan balon udara tanpa awak dan bermain petasan),” tegasnya, Senin (25/03/2024).
Tradisi ini, Kata Kasatreskrim, kerap menelan korban jiwa.
“Hal ini mendapat sorotan khusus dari pihak kepolisian dalam hal ini Polres Ponorogo, Polda Jawa Timur. Dalam beberapa tahun terakhir, kegiatan tersebut telah menyebabkan kecelakaan fatal, termasuk kejadian di Kecamatan Jambon pada tahun 2020 dan di Kecamatan Sukorejo pada tahun 2021, yang masing-masing menewaskan satu dan dua orang,” terangnya.
Kasatreskrim Polres Ponorogo, AKP Ryo Pradana juga menegaskan bahwa selain membahayakan jiwa, balon udara juga dapat mengganggu keselamatan penerbangan.
“Upaya pencegahan telah dilakukan secara intensif, termasuk patroli rutin yang berhasil menyita lima kilogram bahan peledak di awal Ramadhan,”katanya.
Bagi mereka yang masih nekat, AKP Ryo mengingatkan akan adanya konsekuensi hukum sesuai yang berlaku.
“Termasuk ancaman pidana berdasarkan UU Darurat RI 12/1951 dan Undang-undang Nomor 1/2009 tentang Penerbangan. Kami tidak akan segan mengambil tindakan tegas terhadap siapa pun yang melanggar dan bisa dihukum penjara.” Tutup AKP Ryo. (red/mr)