Ponorogo – Portal news Madiun Raya

Tragis, gara – gara balon udara yang bermuatan mercon ukuran jumbo, rumah Lahuri, Warga Desa Somoroto Kecamatan Kauman rusak dibeberapa bagian, Jumat (06/08/2021).

“Balon udara yang membawa muatan mercon itu diperkirakan robek diudara, sehingga tidak mampu terbang tinggi, kemudian turun didepan rumah bapak Lahuri dan meledak, ” Ucap Kapolsek Somoroto, AKBP Nyoto.

Beruntung Lahuri dan anggota keluarga tidak ada dirumah, karena sedang berada disawah. “Namun pintu, jendela serta atap teras rumah rusak dan pecah karena ledakan. Tidak hanya rumah pak Lahuri, salah satu ruangan sekolah yang dekat dari lokasi mengalami pecah kaca dan plafon,” Lanjut AKBP Nyoto.

Kejadian ini masih dalam penyelidikan Polsek Somoroto dan Polres Ponorogo. Tim inavis terpantau sedang melakukan olah TKP kejadian tersebut.

“Kebiasaan menerbangkan balon udara disertai mercon dalam ukuran jumbo sangat memprihatinkan, sudah banyak korban dan kerusakan yang terjadi, bahkan penegakan hukum sudah sering kita lakukan, akan tetapi hal ini tidak membuat mereka jera. Kami dari Kepolisian akan lebih intensif menangani masalah ini”, ujar AKBP Nyoto, S.H., M.H. setelah meninjau lokasi kejadian. (Yah/Gin).

Ponorogo – Portalnews Madiun Raya

Ada yang berbeda pada operasi gabungan pencegahan penerbangan balon udara tanpa awak di wilayah Polsek Somoroto, Kali ini personil gabungan didominasi dari TNI AU Lanud Iswahyudi, yaitu 20 personil, disusul Polsek Somoroto 15 Personil, Koramil Kauman 5 Personil dan Satpol PP 2 Personil. (05/6).

Pengerahan banyak pasukan ini dilakukan dalam rangka menyelamatkan penerbangan udara, karena jika langit masih terdapat balon udara tanpa awak yang terbang, pesawat dari atau menuju Lanud Iswahyudi tidak bisa beroperasi.

Secara keseluruhan personil TNI AU dari Lanud Iswahyudi yang diturunkan di wilayah Ponorogo sebanyak 300 personil, selain itu juga melibatkan peralatan canggih berupa drone militer yang digunakan untuk mendeteksi persembunyian teroris Santoso di Poso beberapa tahun silam.

Dalam operasi kali diperoleh 3 buah balon dengan ukuran 7m x 3m, 6m x 2m dan 5m x 2m serta 25 buah mercon, keseluruhan dibawa ke mako Polsek Somoroto untuk dimusnahkan.

Dalam pantauan tim operasi gabungan, jumlah balon udara tanpa awak yang terbang relatif sedikit dengan ukuran yang relatif kecil, sehingga jangkauan terbang tidak terlalu tinggi.

“Hari ini dilakukan operasi balon udara tanpa awak secara besar – besaran, karena dalam waktu dekat akan ada penerbangan pesawat dari atau menuju Lanud Iswahyudi, kita menunggu hasil evaluasi dari Lanud, jika hasilnya aman, maka penerbangan pesawat akan dimulai”, Ujar Kapolsek Somoroto, Kompol Nyoto,S.H.,M.H. (Yah/Gin)

Ponorogo – Portalnews Madiun Raya

Sebuah balon udara tanpa awak yang diduga diterbangkan oleh orang tidak bertanggung jawab jatuh dan menimpa rumah milik warga Jambon Ponorogo.

Kasubbag Humas Polres Ponorogo menyampaikan bahwa pada Minggu tanggal 31 Mei 2020 pukul. 06.00 Wib, Personel Polsek Jambon menerima laporan dari Masyarakat ada Balon Udara tanpa awak yang jatuh di Dusun Bureng Desa Jambon Kecamatan Jambon. “Aparat Polisi segera ke TKP dan melakukan penyelidikan, diduga balon udara tersebut diterbangkan saat Lebaran tahun ini, padahal semua pihak sudah melakukan pelarangan karena melanggar berbagai aturan, salah satunya adalah Undang-undang Penerbangan,” Ucap Iptu Edy Sucipta.

Adapun balon udara yang jatuh itu berukuran tinggi 30 M Diameter 15 M, sedang Petasan sudah tidak ada.”Balon tersebut menimpa rumah Bapak Lasmin, warga Dusun Bureng Desa Jambon, Kecamatan Jambon Kabupaten Ponorogo,” jelas Kasubbag Humas Polres Ponorogo.

Akibat jatuhnya balon tersebut mengakibatkan kerugian sebagai berikut, yang pertama Antena TV Roboh dan Jatuh, “Yang kedua Antena Wifi Melengkung dan bengkok, yang ketiga  Genteng Pecah dan diperkirakan kerugian materiil -+ 1 Juta, Saat ini balon udara diamankan di Polsek Jambon. Kami tidak pernah berhenti untuk menghimbau bahwa menerbangkan balon udara saat lebaran melanggar undang-undang serta mengakibatkan kerugian.” Pungkas Iptu Edy Sucipta. (Yah/Gin)

Ponorogo – Portalnews Madiun Raya

Bupati Ponorogo, Drs H Ipong Muchlissoni secara tegas melarang tradisi menerbangkan balon udara saat lebaran.

Hal itu disampaikan oleh Bupati di sela-sela pers release penambahan pasien positif Covid 19 di Ponorogo, Selasa (19/05/2020).

“Tradisi menerbangkan balon udara melanggar undang-undang penerbangan udara, selain itu mudhorotnya lebih besar dari manfaat yang ada, bisa mengakibatkan kebakaran dan bisa merusak rumah yang dijatuhi balon udara itu, ” Ucap Bupati Ipong Muchlissoni.

Lebih lanjut, Bupati juga menyampaikan bahwa saat ini Pemkab Ponorogo fokus dalam menangani Covid 19. “Jangan sampai tradisi balon udara membuat masalah baru, apalagi saat ini fokus semua pihak adalah menangani Covid 19, baik pencegahan, pengobatan maupun dampak sosialnya, ” Lanjut Bupati Ponorogo.

Bupati Ipong Muchlissoni juga menyampaikan himbauan untuk tetap menjaga protokol kesehatan dalam menjalankan Sholat Idul Fitri dan silaturahmi hari raya. “Sejarah atau silaturahmi tetap bisa dilakukan dengan video call dan tetap menjaga protokol kesehatan secara masif. ” Pungkas Bupati Ponorogo. (Yah/Gin).

Peliput : Yahya Ali Rahmawan

Redaktur : Agin Wijaya

Ponorogo – Portalnews Madiun Raya

Anggota Kepolisian Sektor Babadan Ponorogo mengamankan sebuah balon udara raksasa yang sedianya akan diterbangkan saat lebaran nanti., Selasa (12/05).

Sekira pukul 09.00 Wib Kapolsek Babadan, Ipda Yudi Kristiawan SH, beserta anggota melakukan razia Balon Udara di Jalan Sombo Dukuh Ngijo Desa Lembah Kecamatan Babadan Kabupaten Ponorogo.

Menurut Kapolsek, Iptu Yudi Kristiawan, kegiatan razia balon udara dilakukan karena adanya pengaduan dari masyarakat Babadan bahwa di TKP ada beberapa orang warga masyarakat yang sedang beraktifitas membuat balon Udara dari Plastik yang rencananya akan diterbangkan pada hari raya Idul Fitri tanggal 25 Mei 2020.

“Setelah kita lakukan penyelidikan memang benar di tempat itu ada kegiatan pembuatan balon udara yaitu saudara S, warga setempat dan barang bukti yang berhasil diamankan Balon Udara sepanjang 17 meter, Lebar 7 meter, ” Jelas Iptu Yudi.

Kegiatan operasi Balon Udara ini dilakukan dalam rangka harkamtibmas Cipta kondisi diwilayah Babadan, “Tujuannya adalah menekan penerbangan balon Udara, bahan peledak atauvpetasan & Kriminalitas saat bulan Romadhon, ” Lanjut Iptu Yudi.

Kapolsek juga menyampaikan bahwa ditengah pademi Corona saat ini masih banyak warga masyarakat yang berkumpul dengan mengabaikan ketentuan yang sudah ditetapkan dari pemerintah guna cegah mewabahnya Covid 19, “Tanpa menggunakan masker & Physical distancing sangat rawan akan penyebaran Covid 19 ditengah masyarakat, ” Ujar Kapolsek.

Kegiatan ini juga untuk memberi efek jera dan kejadian tidak terulang di wilayah Babadan. “Terhadap pelaku atau pembuat dilakukan pembinaan di Polsek Babadan, karena bahaya nya penerbangan balon Udara, yaitu mengganggu lalu lintas udara dan kebakaran. ” Pungkas Kapolsek Babadan.

Tidak Ada Postingan Lagi.

Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.