Ponorogo – Portalnews Madiun Raya
Untuk menghindari terjangkitnya Virus Covid 19, ratusan Ibu hamil dan menyusui di Kecamatan Ngrayun Kabupaten Ponorogo disuntik vaksin, Selasa (31/08).

Kegiatan yang berlangsung di Pendopo Kecamatan Ngrayun Ponorogo itu mendapatkan pengawalan dari Bhabinkamtibmas Polsek Ngrayun serta Babinsa Koramil Ngrayun.

Menurut Kapolsek Ngrayun, AKP Joko Santoso, kegiatan tersebut dilaksanakan untuk mencegah dan menghindari meluasnya pandemi Covid19, yang ditujukan kepada Ibu Hamil maupun Ibu yang masih menyusui. “Karena pentingnya kegiatan ini, kami melaksanakan pengamanan dan monitoring kegiatan Vaksinasi Covid 19 Dosis 1 jenis Sinovac yang diberikan kepada ibu ibu Hamil dan Menyusui di wilayah Kecamatan Ngrayun,” Ucap AKP Joko.

Kapolsek Ngrayun itu juga menjelaskan mekanisme pelaksanaan Vaksinasi tersebut. “Ibu- ibu hamil harus melalui beberapa tahap antara lain, anggota Vaksinator meja 1 bertugas mencocokan data dan registrasi, anggota Vaksinator meja 2 bertugas melakukan skrening dan pemeriksaan fisik sederhana, anggota Vaksinator meja 3 bertugas pemberian vaksinasi, anggota Vaksinator meja 4 bertugas pemantuan KIPI, selanjutnya penerima Vaksin Covid – 19 harus melewati meja 1 sampai meja 4 dan benar-benar dinyatakan sehat,” Jelas AKP Joko Santoso.

AKP Joko Santoso juga menyatakan bahwa total vaksin dalam kegiatan tersebut adalah 238 dosis. “Yaitu terdiri dari ibu menyusui 6 orang, masyarakat umum dosis 1 sebanyak 54 orang, dosis 2 sebanyak 8 orang, sedangkan Ibu hamil 170 orang,” Ujar Kapolsek.

AKP Joko berharap agar tercipta Herd Imunity setelah vaksinasi dilakukan.”Tentunya dengan dukungan semua pihak untuk tetap menerapkan Protokol Kesehatan, menjaga imunitas dengan menerapkan pola hidup sehat serta kesadaran vaksinasi secara masif.” Pungkas AKP Joko Santoso. (Yah/Gin).

Peliput : Yahya Ali Rahmawan

Penyuting : Agin Wijaya

Pacitan – Portalnews Madiun Raya

Soal vaksin Covid-19 Jubir Tim Gugus Tugas Penanganan TGTP Covid-19 Kabupaten Pacitan Rachmad Dwiyanto, menyampaikan dari 4 jenis vaksin yang disediakan pemerintah dijadwalkan sampai di Pacitan antara tanggal (13/01) sampai dengan (20/01).

“Penerapannya belum bisa dilaksanakan kalau belum dapat sertifikat Halal dari MUI dan izin BPOM,” kata Rachmad.

Untuk pelaksana vaksinasi adalah institusi pelayanan Kesehatan pemerintah yang terdiri dari 24 puskesmas, RSUD Darsono Pacitan, klinik DKT dan Klinik Polres Pacitan.

Sedang dari 4 tahapan yang ditentukan akan diutamakan petugas medis, dan disusul tahap 2 TNI, Polri, Satpol PP, petugas pelayan publik, guru, toma, toga dan para pelaku ekonomi.

Selain itu, kelompok masyarakat yang ditunda dalam pemberian vaksin adalah orang dengan kondisi demam suhu diatas 37,5 °c, memiliki penyakit asma, PPOK dan TBC.

Vasksinasi juga tidak diberikan kepada kelompok masyarakat dengan kondisi pernah terkonfirmasi menderita Covid-19, hamil/menyusui, ispa dalam 7 hari terakhir, anggota keluarga kontak erat, suspek, konfirmasi Covid 19, sedang dalam perawatan, alergi berat setelah vaksin ke 1 dan terapi aktif kelainan darah.

Untuk pelaksanaan vaksinasi pemerintah akan mendirikan 27 pos pelayanan, tiap hari akan dilakukan 68 sesi dan jumlah sasaran tiap sesi adalah 15 orang. Dari angka tersebut akan ditemukan 870 orang yang mendapat vaksin dari 105 petugas medis yang bertugas. (Yah).

Ket Gambar :
Juru Bicara Satgas Covid 19 Kabupaten Pacitan, Rachmad Dwiyanto

Tidak Ada Postingan Lagi.

Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.