Ponorogo – Portalnews Madiun Raya

Dampak pandemi Covid 19 dirasakan banyak orang dengan menurunnya tingkat perekonomian mereka.

Tak terkecuali di wilayah Kecamatan Ngrayun Ponorogo, banyak warga yang kesulitan dalam memenuhi kebutuhan pangan mereka.

Sebagai bentuk kepedulian akan hal itu, Persaudaraan Setia Hati (PSHT) Rayon Desa Cepoko, Ranting Ngrayun Cabang Ponorogo membuka WATER atau Warung Terate.

Menurut Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Ponorogo, Anam Ardiansyah, pihaknya saat ini menggelorakan semangat gotong royong ditengah pandemi.

“Yang pertama, berdiri WAGE yaitu Warung Gratis yang didirikan Pokdarwis Sri Setono Desa Plalangan Kecamatan Jenangan, disana warga secara bergotong royong memberikan hasil pertanian dan bahan pangan yang lain lalu warga yang membutuhkan siapapun bisa mengambil secara gratis, ” Ucap Anam, Senin (11/05).

Setelah itu beberapa Pokdarwis dibeberapa tempat juga meniru hal itu. “Lalu semangat mengeksekusi itu akhirnya terwujud hari ini, adalah PSHT Rayon Cepoko, Ranting Ngrayun, Cabang Ponorogo yang mulai hari ini dengan semangat persaudaraan mendirikan WATER sebagai implementasi pengembangan program WAGE Pokdarwis Sri Sentono, Plalangan, Jenangan, Ponorogo, ” Lanjut Anam Ardiansyah.

Adapun konsepnya sama. “Saget mendet saget ngisi bagi siapapun di Warung Terate ini, jadi dirikan tiang papannya, biar Alloh SWT yang mengetuk hati nuarani makhluk – Nya bagi siapa yang akan mengisinya, lalu siapapun yang membutuhkan silahkan untuk mengambil, ” Jelas pegiat media sosial itu.

Harapan kami, kata Anam, semoga menginspirasi bagi saudara-saudara yang lain dimanapun berada. ” Ini sangat bermanfaat guna menjadi bagian dalam upaya penanggulangan CoviD – 19.” Pungkas Anam Ardiansyah. (Yah).


PonorogoPortalnews Madiunraya.com

Kurang lebih 50 ribu pendekar Persaudaraan Setia Hati Terate Cabang Ponorogo menghadiri kegiatan Bumi Reyog Berdzikir (BRB) di Alun-alun Ponorogo, Ahad (05/01/2020).

Kegiatan tahunan yang digelar kali ketiga di Ponorogo tersebut di apresiasi oleh PSHT Pusat Madiun dengan memberikan Piagam penghargaan sebagai Cabang Terbaik. “PSHT Cabang Ponorogo merupakan cabang yang berhasil menggelar acara dalam skala yang terbesar di antara cabang yang lainnya, ” Ucap Roko Mas Murdjoko, Ketua PSHT Pusat Madiun.

Sementara dalam sambutannya, Ketua Cabang PSHT Ponorogo, Prijono Budi Setiawan, kegiatan besar ini melibatkan 3000 orang panitia. “Harapan kita dengan kegiatan ini dapat memberikan kontribusi kepada Ponorogo, Jawa Timur dan Indonesia supaya selalu dalam perlindungan Alloh SWT, Tuhan yang Maha Kuasa dan dijauhkan dari marah bahaya, ” Ucap Roko Mas Budi, panggilan akrabnya.

Roko Mas Budi juga mengajak kepada seluruh anggota PSHT untuk kembali kepada ajaran suci PSHT. “Kita harus berpegang teguh kepada ajaran Setia Hati yaitu persaudaraan dan menggunakan Hati Nurani kita dalam setiap langkah kehidupan supaya tercapai apa yang menjadi cita-cita kita yaitu menjadi manusia sepenuhnya. ” Pungkas Roko Mas Budi.

Bupati Ponorogo, Ipong Muchlissoni juga memberikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. “Ini adalah bentuk rasa syukur kita atas nikmat yang telah kita terima dari Alloh SWT dan kita berdo’a agar dijauhkan dari marabahaya dan bencana. ” Ucap Bupati Ponorogo.

Sebelum kegiatan dimulai, pertunjukan Reyog Pencak Silat yang para pemainnya merupakan atlit PSHT Cabang Ponorogo memukau hadirin.

Jajaran Forkopimda Ponorogo terlihat hadir dalam kegiatan tersebut termasuk Atlit peraih Emas Asian Games dari Ponorogo, Aji Bangkit Pamungkas. (Yah/Gin).

Pewarta : Yahya Ali Rahmatan

Redaktur : Agin Wijaya

Ponorogo – Portalnews Madiun Raya

Anggota DPR RI terpilih dari Partai Nasdem di Jatim VII, Hj Sri Wahyuni Ipong Muchlissoni sah menjadi Warga Persaudaraan Setia Hati Terate.

Bu Ipong, panggilan akrabnya, mengikuti test jago di bulan Muharram 1440 H, sebagai salah satu syarat menjadi Warga salah satu Perguruan Silat yang berkembang di Indonesia itu.

Menurut salah seorang pengurus PSHT Cabang Ponorogo, Anam Ardiansyah, dirinya membenarkan bahwa Bu Ipong sudah menjadi Warga Persaudaraan Setia Hati Terate. “Di tahun 2017, Mas Ipong (Bupati Ponorogo saat ini) telah disahkan menjadi Warga PSHT, dan di tahun 2019 ini Mbak Sri Wahyuni mengikuti jejak beliau telah di sahkan sebagai Warga PSHT,” terang Anam.

Anam juga mengucapkan selamat atas disahkannya Bu Ipong menjadi salah satu Warga PSHT. “Selamat dan sukses, semoga bermanfaat, Allohuma Aamiin.” Pungkasnya.

Sementara, salah seorang jurnalis di Ponorogo, Anang, juga mengucapkan selamat. “Selamat mbak yu Hj. Sri Wahyuni Ipong Muchlissoni semoga bisa menjadi warga psht yang berbudi luhur, sebab psht adalah organisasi atau Persaudaraan yang mendidik dan mengajarkan keluhuran budi, SH Terate berazaskan Pancasila dan berdasarkan Undang – undang Desar 1945. SH Terate bermaksud mendidik menusia, khususnya para angota /Warga agar berbudi luhur tau benar dan salah, beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. Sekali lagi saya ucapkan selamat Mbak Yu Hj. Sri Wahyuni Ipong Muchlissoni,” ucapnya.

Perlu diketahui, Warga PSHT adalah pendekar pencak silat yang sudah menjalani serangkaian latihan olah Kanuragan baik fisik maupun rohani sesuai ajaran PSHT. (Yah/Gin).

Pewarta : Yahya

Redaktur : Agin Wijaya

Ponorogo – Portalnews Madiunraya.com

Sebanyak 45.024 pendekar Persaudaraan Setia Hati Terate Cabang Ponorogo mengikuti kegiatan akbar Bumi Reyog Berdzikir tahun 2018 di Alun-alun Ponorogo, Ahad (30/12/2018).

Hadir dalam kesempatan itu Bupati Ponorogo beserta jajarannya, Forkopimda Kabupaten Ponorogo, Pengurus Cabang PSHT Kabupaten Ponorogo dan ribuan pendekar dari Persaudaraan Setia Hati Terate.

Dalam sambutannya Ketua Cabang PSHT, Prijono Budi menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan kegiatan religius untuk berdo’a bersama demi keselamatan bersama. “PSHT yang memiliki prinsip Memayu Hayuning Bawono ingin bersama dengan seluruh elemen masyarakat untuk mewujudkan Ponorogo yang aman, damai dan tidak terjadi hal – hal yang tidak diinginkan, begitu pula untuk Indonesia, semoga bencana alam segera berakhir dan kita bisa melanjutkan kehidupan dengan tenang,” ucap Mas Budi, panggilan akrabnya.

Sementara Bupati Ponorogo, Drs H Ipong Muchlissoni yang juga merupakan pendekar Persaudaraan Setia Hati Terate mengucapkan terima kasih kepada seluruh anggota PSHT Cabang Ponorogo yang telah mensukseskan acara tersebut. “Mari kita bersama menyambut tahun baru 2019 dengan penuh optimisme, meskipun di tahun politik dan mungkin kita berbeda pilihan kita tetap harus menjaga kerukunan dan persaudaraa, karena tidak ada kemuliaan tanpa persaudaraan,” ucap Bupati Ipong Muchlissoni.

Kegiatan yang sudah berlangsung yang kedua kalinya tersebut juga dipertunjukkan kebolehan pendekar PSHT dalam memperagakan jurus dan penggunaan senjata sebagai bentuk bela diri yang diajarkan oleh perguruan silat yang lahir pada tahun 1922 tersebut. (yah/gin)

Ponorogo – Portalnews Madiunraya.com

Polres Ponorogo menerjunkan  1.090 personel TNI-Polri bersama Elemen masyarakat mengamankan acara Bumi Reyog Berdzikir yang di adakan oleh Persaudaraan Setia Hati Teratai yang digelar di Alun-Alun Ponorogo, Minggu (30/12/2018).

Polres Ponorogo menerjunkan personel untuk pengamanan Bumi Reyog Berdzikir yang diselenggarakan oleh Persaudaraan Setia Hati Teratai. Kegiatan pengamanan di pimpin langsung oleh Kapolres Ponorogo AKBP Radiant.SIK.M.Hum bersama Dandim 0802 Ponorogo Letkol Inf Made Sandy Agusto.

Menurut kapolres, acara yang dimulai pukul 08.00 WIB ini bakal diikuti sekitar 45 ribu warga PSHT Cabang Kab Ponorogo, “Kegiatan Bumi Reyog Berdzikir juga di ikuti oleh Ranting Purwantoro, Ranting Kismantoro dan Ranting Poh Pelem Kabupaten Wonogiri sebelum penyelenggaraan Bumi Reyog Berdzikir dimulai, pihaknya Polres Ponorogo sudah melakukan koordinasi dan gladi serta melakukan kesepakatan dengan warga PSHT Cabang Ponorogo untuk kelancaran dan kenyamanan kegiatan,” ujar Kapolres Ponorogo.

Ada beberapa poin yang menjadi kesepakatan agar pelaksanaan berjalan dengan aman dan tertib seperti, diantaranya peserta wajib datang tepat waktu jika terlambat langsung dipulangkan. Peserta dilarang membawa barang-barang berbahaya seperti sajam, tongkat, miras, narkoba dan barang berbahaya lainnya. Peserta wajib mematuhi tata tertib berlalu lintas memakai helm SNI, dilarang menggunakan knalpot brong serta berperilaku sopan santun dan menghargai pengemudi yang lain di perjalanan. Peserta wajib gunakan R2 dan dilarang menggunakan truk/pikap bak terbuka untuk mengangkut peserta. Peserta tidak boleh membawa bendera di luar bendera perguruan dan dilarang membawa sound system dan Peserta sanggup menjaga kedamaian dan dilarang melakukan perbuatan yang memancing-mancing situasi yang bisa membuat situasi tidak kondusif, urai Kapolres Ponorogo.

“Semoga kegiatan Bumi Reyog Berdzikir bisa berjalan aman,tertib dan lancar sesuai apa yang di harapkan demi keamanan wilayah kab Ponorogo.” Pungkas Kapolres Ponorogo. (yah/gin)

Tidak Ada Postingan Lagi.

Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.