Ponorogo – MADIUNRAYA.COM
Puluhan sopir dan Kondektur Bus dari berbagai Perusahaan Otobis (PO) baik Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) maupun Antar Kota Dalam Provinsi (AKDP) di Terminal Tipe A Selo Aji Ponorogo di Test Urine.

Pelaksanaan Test Urine tersebut dilakukan oleh Sat Narkoba Polres Ponorogo bersama jajaran Dishub, TNI dan Dokkes Polres Ponorogo di Pintu Kedatangan Terminal tersebut, Jum’at (24/12/2021).

Menurut Kasat Narkoba Polres Ponorogo, AKP Didik Supriyanto, SH, kegiatan tersebut dilakukan menjelang perayaan Natal tahun 2021 dan Tahun Baru 2022.
“Kami ingin memastikan bahwa para Pengemudi Bus yang beroperasi disini bebas dari pengaruh Alkohol dan Obat Terlarang sehingga dalam bekerja bisa aman dan tidak membahayakan baik untuk sesama pemakai jalan maupun penumpang yang di bawanya,” ucap AKP Didik Supriyanto.

Lebih lanjut AKP Didik menyampaikan bahwa kegiatan yang dilakukan adalah untuk mencegah terjadinya kecelakaan Lalu Lintas yang bisa berakibat fatal. “Kami juga ingin memastikan bahwa awak Bus berada dalam kondisi yang prima dalam bekerja. Alhamdulillah dari 31 Sopir dan Kondektur Bus yang kami Test Urine semuanya hasilnya negatif,” tambah Kasat Narkoba Polres Ponorogo.

Apabila ditemukan yang Positif, Kasat Narkoba menyatakan bahwa pihaknya akan melakulan pemeriksaan secara intensif. “Untuk sementara Bus nya tidak boleh beroperasi dan kami akan menghubungi perusahaanya untuk mengganti sopir tersebut,” ujar AKP Didik Supriyanto SH.

Kasat Narkoba Polres Ponorogo berharap dengan kegiatan itu bisa mengamankan perayaan Natal dan Tahun Baru. “Semoga perayaan Natal dan Tahun Baru 2022 berjalan aman dan kondusif.” pungkas AKP Didik Supriyanto SH.

Sementara menurut salah satu Sopir Bus bernama Eko Budoyo, dirinya senang dengan pemeriksaan yang dilakukan. “Semoga dengan Test Urine ini semakin menambah kepercayaan masyarakat sehingga mereka senang bepergian menggunakan Bus. Kami juga berharap pelaksanaan Test Urine ini tidak hanya menjelang hari besar, mungkin bisa rutin setiap 3 bulan sekali agar bisa terdeteksi kesehatan kami,” tambah Sopir Bus Laju Prima itu.

Salah satu penumpang bernama Andi Yuwono merasa senang dengan kegiatan itu. “Sehingga kami merasa mantap saat naik bus, karena Sopirnya sehat dan tidak dipengaruhi oleh Narkoba dan Alkohol. Kegiatan seperti ini harus sering dilakukan agar setiap perjalanan menggunakan Bus bisa aman.” ucap Penumpang asal Surabaya yang hendak melanjutkan perjalanan ke Pacitan itu. (yah/sof)

Ponorogo – MADIUNRAYA.COM

Tidak seperti bahan pangan lainnya seperti telur dan daging yang harganya naik menjelang Hari Besar seperti Natal, Tahun Baru dan Idul Fitri, salah satu kuliner khas Kabupaten Ponorogo yaitu Es Dawet Jabung selalu stabil harganya.

Bahkan menurut Bu Roni, salah satu penjual Es Dawet Jabung di Timur Perempatan Desa Jabung Kecamatan Mlarak Kabupaten Ponorogo, harga satu porsi menu dagangannya itu sama sejak 5 tahun terakhir.

“Saya mulai jualan Es Dawet Jabung sejak tahun 2010. Saat itu harga perporsi atau per mangkok Rp 1.500,-. Kemudian naik dan sejak tahun 2016, harga per porsi Rp 3.500,-,” Ungkap Bu Roni, Kamis (22/12/2021).

Meskipun ada beberapa tempat yang sudah mulai menjual Rp 4.000,- atau Rp 5.000,-, Bu Roni tetap menjual dagangannya itu sama seperti 5 tahun terakhir. “Tetap mas. Walaupun Natal dan Tahun Baru, tetap saya jual Rp 3.500. Gorengan seperti Piya-piya, Tahu Isi, Pisang Goreng, Lentho, Tape Goreng dan Lainnya juga tetap, Rp 1.000,- setiap biji,”Lanjutnya.

Saat pandemi Covid 19 seperti ini, rata-rata penjualan Es Dawet Jabung Bu Roni berkisar 60 – 80 mangkok per hari. “Tergantung cuacanya mas. Kalau Panas bisa lebih. Dulu, sebelum pandemi, banyak orang tua santri Gontor yang menjenguk anaknya bisa meningkatkan penjualan. Bisa 150-200 mangkok saat itu. Namun semenjak Pandemi Covid 19 hal tersebut tidak terjadi karena memang tidak boleh ada kunjungan ke Pondok Pesantren di Gontor,” urai Bu Roni.

Bu Roni juga bercerita bahwa yang khas dari Es Dawet Jabung adalah adanya Gempol dalam campuran ketan, cendol dan air santan serta juruh. “Kita bubuhkan sedikit garam. Sehingga rasanya nikmat. Alhamdulillah, dengan berjualan Es Dawet Jabung bisa mencukupi kebutuhan keluarga saya.”Tutup Bu Roni sambil menyerahkan semangkok Es Dawet yang lepeknya tidak boleh diambil sama pembelinya. (yah/gin).

Peliput : Yahya Ali Rahmawan

Penyunting : Agin Wijaya

Tidak Ada Postingan Lagi.

Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.