Ponorogo – Portalnews Madiunraya.com
Teka teki peristiwa penemuan mayat atas nama Eko Prayudi (53) akhirnya menemui titik terang. Hal itu setelah pihak Polres Ponorogo merelease kasus tersebut, Senin (03/09) di Mapolres Ponorogo.

Menurut Kapolres Ponorogo, AKBP Radiant, pihaknya secara maraton melakukan penyelidikan atas kasus tersebut, termasuk melakukan autopsi terhadap mayat korban. “Hasilnya, anak korban yang bernama HNP (24), menjadi tersangka atas meninggalnya Eko Prayudi,” terang Kapolres.

HNP adalah anak kandung korban, saat itu datang ketempat korban (ayahnya) dan terjadi perselisihan antara tersangka dengan korban soal penjualan mobil serta harta warisan milik korban, sambung Kapolres.

Baca Juga : 7 Fakta tentang Hendra, tersangka pembunuh ayah kandungnya sendiri.

“Tersangka HNP melakukan sangkaan tindak pidana dengan mendorong tubuh korban hingga terbentur di dinding, dalam melakukan dorongan tersangka menggunakan kedua tangan sehingga korban jatuh ke lantai, selanjutnya tersangka menepuk pipi korban, namun korban diam dan hanya kakinya yang bergerak, karena tersangka takut diketahui oranglain maka yang bersangkutan mengambil bantal dan meletakkan di muka korban,” jelas AKBP Radiant.

Selain menetapkan tersangka, kami membawa juga barang bukti berupa 1 potong celana panjang warna abu abu, 1 potong celana dalam warna abu abu tua, satu potong kaos dalam warna putih, dan satu potong kaos lengan pendek warna abu – abu muda serta satu ikat pinggang warna hitam, urai Kapolres.

“Tersangka kami sangka melakukan tindak pidana pembunuhan biasa atau dugaan tindak pidana penganiyaan biasa yang berakibat matinya si Teraniaya sebagaimana dimaksud dalam pasal 338 KUHP atau pasal 351 ayat 3 dengan ancaman hukuman penjara maksimal 15 tahun. ” pungkas Kapolres. (yah/gin).

Ponorogo – Portal Madiun Raya
Kasus dugaan pembunuhan yang menimpa Eko Prayudi (55), warga Sumoroto yang ditemukan meninggal dunia Senin (27/08) kemarin masih menjadi teka teki.

Sampai dengan saat ini, Polisi masih memeriksa saksi secara intensif dan melakukan autopsi terhadap mayat di RSUD Dr Hardjono.

Menurut Kasatreskrim Polres Ponorogo, AKP Maryoko, pihaknya masih intensif memeriksa saksi. “Sampai dengan saat ini kita sudah memeriksa anak korban, isteri korban dan pembantu yang mengetahui pertama kali penemuan orang meninggal dunia tersebut,” jelas AKP Maryoko.

Untuk melengkapi penyidikan, jenazah yang bersangkutan kita lakukan autopsi dengan menggandeng RS Bhayangkara Kediri, sambung Kastreskrim yang baru tersebut.

“Secara maraton kita lakukan penyidikan dan harapan kita, satu dua hari mendatang bisa kita release hasilnya.” terang AKP Maryoko.

Saat ditanya kemungkinan tersangka, Kasatreskrim menerangkan bahwa semua masih dalam tahapan penyidikan. (yah/gin).

Ponorogo – Portal Madiun Raya
Eko Prayudi (55) yang ditemukan meninggal di lantai 2 rumah Jl Sumatra 120 Ponorogo ternyata mengalami keterbelakangan mental sejak kecil.

Hal tersebut disampaikan oleh Kanit SPKT Polres Ponorogo, Aiptu M Yasir. Menurut Yasir, korban EP diketahui mengalami keterbelakangan mental sejak kecil. “Namun demikian yang bersangkutan memiliki 2 isteri dan dua anak, dan termasuk keluarga yang berada, EP asli Sumoroto dan saat ditemukan meninggal dia berada di rumah adiknya yang berprofesi sebagai bidan,” jelas M Yasir.

Saat ini anak korban yang bernama H (25) masih dalam proses penyidikan karena berdasarkan keterangan pembantu, Senin (27/08) pagi sekira jam 09.00 H mendatangi ayahnya di lantai dua, sementara pembantu tersebut berada di lantai satu, sambung M. Yasir.

“Pukul 12.30 pembantu naik ke atas dan menemukan korban sudah meninggal dunia dengan mulut yang berbusa, ” terang M. Yasir.

Menurut keterangan tetangganya, H pernah mengeyam pendidikan di SLB, dan yang bersangkutan saat ditanya penyidik selalu tersenyum, saat ini yang bersangkutan masih didalami kondisi kejiwaannya, urai M. Yasir.

“Ada beberapa dugaan yang mengarah kepada pembunuhan dengan motif soal warisan, karena korban dikenal sebagai orang berada, namun pastinya menunggu penyidikan dan hasil autopsi,” pungkas M Yasir. (yah/gin)

Tidak Ada Postingan Lagi.

Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.