PonorogoPortalnews Madiunraya.com

Kurang lebih 50 ribu pendekar Persaudaraan Setia Hati Terate Cabang Ponorogo menghadiri kegiatan Bumi Reyog Berdzikir (BRB) di Alun-alun Ponorogo, Ahad (05/01/2020).

Kegiatan tahunan yang digelar kali ketiga di Ponorogo tersebut di apresiasi oleh PSHT Pusat Madiun dengan memberikan Piagam penghargaan sebagai Cabang Terbaik. “PSHT Cabang Ponorogo merupakan cabang yang berhasil menggelar acara dalam skala yang terbesar di antara cabang yang lainnya, ” Ucap Roko Mas Murdjoko, Ketua PSHT Pusat Madiun.

Sementara dalam sambutannya, Ketua Cabang PSHT Ponorogo, Prijono Budi Setiawan, kegiatan besar ini melibatkan 3000 orang panitia. “Harapan kita dengan kegiatan ini dapat memberikan kontribusi kepada Ponorogo, Jawa Timur dan Indonesia supaya selalu dalam perlindungan Alloh SWT, Tuhan yang Maha Kuasa dan dijauhkan dari marah bahaya, ” Ucap Roko Mas Budi, panggilan akrabnya.

Roko Mas Budi juga mengajak kepada seluruh anggota PSHT untuk kembali kepada ajaran suci PSHT. “Kita harus berpegang teguh kepada ajaran Setia Hati yaitu persaudaraan dan menggunakan Hati Nurani kita dalam setiap langkah kehidupan supaya tercapai apa yang menjadi cita-cita kita yaitu menjadi manusia sepenuhnya. ” Pungkas Roko Mas Budi.

Bupati Ponorogo, Ipong Muchlissoni juga memberikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. “Ini adalah bentuk rasa syukur kita atas nikmat yang telah kita terima dari Alloh SWT dan kita berdo’a agar dijauhkan dari marabahaya dan bencana. ” Ucap Bupati Ponorogo.

Sebelum kegiatan dimulai, pertunjukan Reyog Pencak Silat yang para pemainnya merupakan atlit PSHT Cabang Ponorogo memukau hadirin.

Jajaran Forkopimda Ponorogo terlihat hadir dalam kegiatan tersebut termasuk Atlit peraih Emas Asian Games dari Ponorogo, Aji Bangkit Pamungkas. (Yah/Gin).

Pewarta : Yahya Ali Rahmatan

Redaktur : Agin Wijaya

Ponorogo – Portalnews Madiunraya.com

Dinilai memecahkan rekor tingkat dunia, Lembaga Prestasi Rekor Indonesia dan Dunia (LEPRID) memberikan penghargaan atas terselenggaranya Bumi Reyog Berdzikir PSHT Cabang Ponorogo tahun 2018.

Penghargaan tersebut secara langsung diserahkan oleh Pimpinan LEPRID, Paulus Pangka kepada Bupati Ponorogo dan Persaudaraan Setia Hati Terate Cabang Ponorogo yang menginisiasi Pencak Silat Kolosal yang diikuti oleh 45.024 pendekar. “Ini merupakan rekor dunia, dimana 45.024 pendekar secara bersamaan dan kompak melakukan Gerak Pencak Silat Kolosal, dan baru ini terjadi di dunia,” ujar Paulus Pangka sambil menyerahkan Trophy, Piagam dan Piala kepada Bupati Ponorogi, Ipong Muchlissoni dan PSHT Cabang Ponorogo yang diwakili oleh Prijono Budi Setiawan.

Selain itu, LEPRID juga memberikan penghargaan kepada Kapolres Ponorogo, AKBP Radiant dan Dandim 0802/Ponorogo, Letkol Made Sandy Agusto yang mendukung kegiata tersebut.

“Kami juga memberikan penghargaan kepada Kapolres dan Dandim Ponorogo yang telah mendukung kegiatan ini sehingga bisa berjalan dengan lancar, tertib dan kondusif,” ucap Paulus Pangka.

Dalam kesempatan itu, LEPRID juga memberikan Buku Prestasi dan Rekor kepada Sri Wahyuni Ipong Muchlissoni. (yah/gin)

Ponorogo – Portalnews Madiunraya.com

Sebanyak 45.024 pendekar Persaudaraan Setia Hati Terate Cabang Ponorogo mengikuti kegiatan akbar Bumi Reyog Berdzikir tahun 2018 di Alun-alun Ponorogo, Ahad (30/12/2018).

Hadir dalam kesempatan itu Bupati Ponorogo beserta jajarannya, Forkopimda Kabupaten Ponorogo, Pengurus Cabang PSHT Kabupaten Ponorogo dan ribuan pendekar dari Persaudaraan Setia Hati Terate.

Dalam sambutannya Ketua Cabang PSHT, Prijono Budi menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan kegiatan religius untuk berdo’a bersama demi keselamatan bersama. “PSHT yang memiliki prinsip Memayu Hayuning Bawono ingin bersama dengan seluruh elemen masyarakat untuk mewujudkan Ponorogo yang aman, damai dan tidak terjadi hal – hal yang tidak diinginkan, begitu pula untuk Indonesia, semoga bencana alam segera berakhir dan kita bisa melanjutkan kehidupan dengan tenang,” ucap Mas Budi, panggilan akrabnya.

Sementara Bupati Ponorogo, Drs H Ipong Muchlissoni yang juga merupakan pendekar Persaudaraan Setia Hati Terate mengucapkan terima kasih kepada seluruh anggota PSHT Cabang Ponorogo yang telah mensukseskan acara tersebut. “Mari kita bersama menyambut tahun baru 2019 dengan penuh optimisme, meskipun di tahun politik dan mungkin kita berbeda pilihan kita tetap harus menjaga kerukunan dan persaudaraa, karena tidak ada kemuliaan tanpa persaudaraan,” ucap Bupati Ipong Muchlissoni.

Kegiatan yang sudah berlangsung yang kedua kalinya tersebut juga dipertunjukkan kebolehan pendekar PSHT dalam memperagakan jurus dan penggunaan senjata sebagai bentuk bela diri yang diajarkan oleh perguruan silat yang lahir pada tahun 1922 tersebut. (yah/gin)

Ponorogo – Portalnews Madiunraya.com

Polres Ponorogo menerjunkan  1.090 personel TNI-Polri bersama Elemen masyarakat mengamankan acara Bumi Reyog Berdzikir yang di adakan oleh Persaudaraan Setia Hati Teratai yang digelar di Alun-Alun Ponorogo, Minggu (30/12/2018).

Polres Ponorogo menerjunkan personel untuk pengamanan Bumi Reyog Berdzikir yang diselenggarakan oleh Persaudaraan Setia Hati Teratai. Kegiatan pengamanan di pimpin langsung oleh Kapolres Ponorogo AKBP Radiant.SIK.M.Hum bersama Dandim 0802 Ponorogo Letkol Inf Made Sandy Agusto.

Menurut kapolres, acara yang dimulai pukul 08.00 WIB ini bakal diikuti sekitar 45 ribu warga PSHT Cabang Kab Ponorogo, “Kegiatan Bumi Reyog Berdzikir juga di ikuti oleh Ranting Purwantoro, Ranting Kismantoro dan Ranting Poh Pelem Kabupaten Wonogiri sebelum penyelenggaraan Bumi Reyog Berdzikir dimulai, pihaknya Polres Ponorogo sudah melakukan koordinasi dan gladi serta melakukan kesepakatan dengan warga PSHT Cabang Ponorogo untuk kelancaran dan kenyamanan kegiatan,” ujar Kapolres Ponorogo.

Ada beberapa poin yang menjadi kesepakatan agar pelaksanaan berjalan dengan aman dan tertib seperti, diantaranya peserta wajib datang tepat waktu jika terlambat langsung dipulangkan. Peserta dilarang membawa barang-barang berbahaya seperti sajam, tongkat, miras, narkoba dan barang berbahaya lainnya. Peserta wajib mematuhi tata tertib berlalu lintas memakai helm SNI, dilarang menggunakan knalpot brong serta berperilaku sopan santun dan menghargai pengemudi yang lain di perjalanan. Peserta wajib gunakan R2 dan dilarang menggunakan truk/pikap bak terbuka untuk mengangkut peserta. Peserta tidak boleh membawa bendera di luar bendera perguruan dan dilarang membawa sound system dan Peserta sanggup menjaga kedamaian dan dilarang melakukan perbuatan yang memancing-mancing situasi yang bisa membuat situasi tidak kondusif, urai Kapolres Ponorogo.

“Semoga kegiatan Bumi Reyog Berdzikir bisa berjalan aman,tertib dan lancar sesuai apa yang di harapkan demi keamanan wilayah kab Ponorogo.” Pungkas Kapolres Ponorogo. (yah/gin)

Ponorogo – Portal Madiun Raya
Menyambut tahun 2018, Perguruan silat Persaudaraan Setia Hati Terate Cabang Ponorogo menyelenggarakan “Bumi Reyog Berdzikir” yang dipimpim oleh KH. Sholikan Al-Hafid bertempat di Aloon-alon Kab. Ponorogo, diikuti 25.000 peserta, Sabtu (30/12).

Dalam kegiatan tersebut dihadiri Kapolres Ponorogo AKBP Suryo Sudarmadi, SIK.MH., Dandim 0802/Ponorogo Letkol Inf Slamet Sarjianto, SE., Bupati Ponorogo Drs.H. Ipong Muchlissoni, Sekda Ponorogo Drs. Agus Pramono,Ketua DPRD Ponorogo H. Ali Mufthi, S.Ag, Ketua IPSI Ponorogo Rahmad Taufik, S.Sos.M.Si., Ketua MUI Ponorogo Dr. KH. Ansor M. Rusdi, SAg., Ketua PSHT Ponorogo H. Priyono Budi Setiyawan, SH beserta Pengurus, Para Kyai dan alim ulama serta Ketua Ranting PSHT se-Kab Ponorogo bersama Warga PSHT Cabang Ponorogo.

KH. Hasyim As’ari, SAg sebagai ketua panitia kegiatan tersebut menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang sudah membantu terlaksananya acara Bumi Reyog Berdzikir bersama PSHT Cabang Ponorogo ini.
“Kegiatan Bumi Reyog Dzikir bersama warga PSHT Cabang Ponorogo mengambil tema “Memayu Hayuning Bawono di bumi Ponorogo”, ucapnya.
Adapun tujuan kegiatan ini adalah untuk mempererat dan menjalin tali silaturahmi sesama warga PSHT Cabang Ponorogo dan berdoa bersama untuk kemajuan Ponorogo serta memohon agar kita semua selalu dilindungi  dan dijauhkan dari segala macam bentuk bencana, menjadi kota yang aman, nyaman dan  makmur, pungkasnya.(GiN)

Tidak Ada Postingan Lagi.

Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.