Ponorogo – Portalnews Madiun Raya

Bupati Ponorogo, Drs Ipong Muchlissoni menyampaikan bahwa ada 3 orang Tenaga Kesehatan yang meninggal dunia terkena Covid 19. “Inna lillahi wa inna ilaihi rojiun, Kabar duka kembali saya sampaikan bahwa hari ini terdapat 3 orang pasien confirm meninggal dunia. 1 orang perempuan, usia 47 tahun, alamat domisili Kec. Babadan. Beliau adalah seorang Dokter yang bertugas di Puskesmas Sukorejo. Selama kurang lebih 1 bulan ini beliau berjuang melawan COVID19, dan dirawat di ICU RS Universitas Airlangga Surabaya. Namun Allah berkehendak lain, tadi malam beliau dinyatakan meninggal dunia,”Terang Bupati Ipong.

Yang kedua, lanjutnya, 1 orang perempuan, usia 42 tahun, alamat domisili Kec. Jetis. “Beliau adalah seorang Bidan yang bertugas di Puskesmas Nailan. Berawal dari mengeluh demam, batuk , sesak nafas dan gambaran rontgent pneumoni bilateral. Setelah dirawat kurang lebih 3 hari di ICU RSU Muhammadiyah, beliau dinyatakan meninggal dunia,” Lanjutnya.

Kemudian, 1 orang perempuan, 64 tahun, alamat domisili Kec. Jetis. “Beliau adalah ibunda dari Almarhumah Bidan Puskesmas Nailan yang saya sampaikan di atas. Beliau sebelumnya juga dirawat dengan keluhan demam, batuk dan sesak nafas, dengan gambaran rontgent pneumoni bilateral. Setelah dirawat kurang lebih 2 hari RSU Muhammadiyah, beliau dinyatakan meninggal dunia. Semoga almarhumah meninggal dengan Husnul Khotimah serta keluarga yang di tinggalkan di beri kesabaran dan ketabahan,”Ujar Bupati.

Dengan bertambahnya nakes yang meninggal di Kabupaten Ponorogo, mari kita semua turut prihatin dan menjadikan hal ini sebagai bahan instrospeksi diri kita untuk lebih disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan untuk memutus rantai penularan. “Hari ini ada tambahan kasus baru sebanyak 34 orang. Total kasus per hari ini  1240 kasus, Sembuh 1.016 orang, Meninggal 50 orang dan Isolasi          174 orang, Ingat 3 kata kunci iman, imun dan aman.”Pungkas Bupati Ipong Muchlissoni. (Yah/Gin)

Tidak Ada Postingan Lagi.

Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.