Ponorogo – Portalnews Madiun Raya

Jagat pegiat Seni Reyog Ponorogo berduka, seorang penari Jathil asal Desa Beton Kecamatan Siman meninggal dunia pada Selasa Malam (17/03/2020).

Hal itu terlihat dalam percakapan Grup WhatsApp Bolo Reyog Obyok Ponorogo.

Menurut Mas Rin, yang pertama mengupload peristiwa itu, Penari Jathil Dina mengalami kecelakaan dan meninggal dunia. “Jathil Dina meninggal dunia, Jathil Beton, Siman,” Caption yang dibuat Mas Irin.

Sontak postingan tersebut mendapat tanggapan dari anggota grup WA tersebut yang mayoritas merupakan pegiat Seni Reyog Ponorogo.

Seperti yang disampaikan oleh Ud.Pengrajin reyog “Swargo langgeng dek, moga khusnul khotimah,” Ucapnya berduka.

Sementara ada beberapa netizen yang meminta kejelasan sebab Jathil Dina meninggal dunia. “Sakit apa lur ?,” tanya Joyo Untung.

“Kecelakaan di Bendo,” jawab Mas Rin.

Puluhan netizen yang merupakan anggota grup mengucapkan bela sungkawa atas peristiwa itu.

Jathil Dina merupakan sosok yang aktif melakukan kegiatan seni yang dibuktikan dengan banyaknya foto saat yang bersangkutan pentas menjadi bagian dalam pagelaran Reyog Ponorogo. (Yah)

Ponorogo – Portalnews Madiun Raya
Perayaan Grebeg Suro dan Festival Nasional Reyog Ponorogo tahun 2018 dipastikan berbeda dan lebih semarak dibanding kegiatan serupa tahun lalu.

Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Ponorogo, Lilik Slamet Rahardjo dalam jumpa pers di Padepokan Reyog, Senin (27/08).

Menurut Lilik, panggilan akrabnya, pihak Dinas Pariwisata akan membuat semarak festival seni tahunan di Kabupaten Ponorogo tersebut. “Meskipun anggaran turun, dari 2 miliar di tahun 2017 menjadi 1,8 miliar kita optimis lebih semarak dengan item yang lebih banyak,” ujar Lilik.

Semua kegiatan tahun lalu akan kita laksanakan dan ada beberapa kegiatan yang levelnya tingkat nasional. “Diantaranya lomba paralayang di Desa Tatung Kecamatan Balong pada tanggal 7-9 September 2018,” jelas Lilik.

Kemudian ada pameran UMKM, Gebyar Pariwisata, Kopi Darat Nasional (pameran batu permata), Nggowes Pomade 2, bazar dan lomba anak kreatif, sambung Lilik.

“Kita berharap dengan hajatan ini akan menarik wisatawan baik domestik maupun manca negara untuk berkunjung ke Ponorogo.” terang Lilik.

Untuk itu, kita sudah memasang bilboard dan baliho di Surabaya dan Yogyakarta dengan tagline #ayokePonorogo, dan dari inovasi yang kita lakukan itu sudah banyak perusahaan yang menghubungi kami untuk mensuport kegiatan di Ponorogo tersebut, urai Lilik.

Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Ponorogo yang baru tersebut berharap semua pihak termasuk jurnalis ikut mensukseskan kegiatan Grebeg Suro tahun 2018. (yah/gin)

Tidak Ada Postingan Lagi.

Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.