Ponorogo – Portalnews Madiun Raya

Sempat menjadi perbincangan hangat, pencemaran air Terjun Pletuk di kecamatan Sooko oleh limbah kotoran sapi perah, akhirnya Dinas Peternakan dan Dinas Lingkungan Hidup turun tangan, dengan mengadakan musyawarah di Kantor Kecamatan Pudak pada Selasa pagi (14/9)

Pencemaran tersebut diduga berasal dari kotoran sapi perah milik masyarakat yang berada di Kecamatan Pudak, Ponorogo. Sehingga Dinas Peternakan akhirnya mengumpulkan para peternak dan juga kepala desa untuk melakukan musyawarah untuk mencari solusi dari permasalahan yang ada.

Selain para peternak, mahasiswa yang tergabung dalam PMII Unmuh Ponorogo juga turut dihadirkan dalam acara tersebut. Dimana sebelumnya permasalahan pencemaran ini diangkat oleh para mahasiswa yang kemudian melakukan audiensi dengan Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Pariwisata, dan Dinas Peternakan, beberapa waktu yang lalu (03/9).

Dalam acara tersebut, Hanif Zein selaku Koordinator dari PMII menjelaskan bahwa kehadirannya yakni untuk meluruskan dan menjelaskan tujuan dari PMII dalam mengangkat isu tersebut kepada masyarakat Pudak.

“Selain karena diundang, kehadiran PMII hari ini adalah untuk meluruskan dan mengklarifikasi kepada masyarakat Pudak bahwa PMII sama sekali tidak pernah menyalahkan peternak sapi perah yang ada di Pudak dalam permasalahan ini. Silahkan dicek, kapan kami memberikan statement itu. Kami justru meminta dinas terkait untuk segera bergerak mengambil langkah-langkah guna menyelesaikan persoalan ini” jelas Hanif.

Hanif juga menambahkan terkait hasil dari musyawarah ini, PMII akan ikut mengawal sampai dengan terealisasi sesuai apa yang dijanjikan oleh beberapa dinas dan pejabat yang hadir.

“hari ini kami semua sudah mendengar apa yang menjadi kendala dari peternak dalam memaksimalkan pengelolaan limbah dan juga janji-janji dari pemerintah dalam mengatasinya. Seperti Dinas Peternakan yang akan menurunkan program pembuatan pupuk organik, pembuatan IPAL. Juga dari Dinas Lingkungan Hidup yang berjanji akan menurunkan alat untuk Biogas. Itu semua akan kita kawal sampai benar benar terealisasi. Termasuk inisiatif pembuatan perdes.” imbuhnya.

Terakhir Hanif berharap apa yang menjadi komitmen dari seluruh pihak dapat terlaksana dengan baik, dan juga berterima kasih atas dukungan yang diberikan oleh beberapa tokoh masyarakat pudak.

“Semoga segera terselesaikan, dan juga semua saling bekerja sesuai dengan apa yang sudah menjadi komitmen bersama. PMII juga berterima kasih kepada salah satunya mbah Dirni selaku tokoh masyarakat pudak yang tadi kami sempat ketemu dan ternyata mendukung langkah temen-temen PMII.” pungkas Hanif Zein, Koordinator PMII Unmuh Ponorogo.

Hadir dalam kegiatan tersebut, asisten Bupati Ponorogo, Kepala Dinas Peternakan, Perwakilan Dinas Lingkungan Hidup, Camat Pudak dan Sooko, Kepala desa Se-Pudak dan juga para peternak sapi perah.

PONOROGO – Portalnews Madiun Raya

Usai dilantik, Bupati dan Wakil Ponorogo Sugiri Sancoko dan Lisdyarita dibanjiri ucapan Selamat, tak terkecuali oleh Ketua Komisariat Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Budi Utomo Universitas Muhammadiyah Ponorogo, Agus Pranoto. (28/02).

Saat kami temui, Agus menjelaskan bahwasannya PMII Budi Utomo merasa senang atas dilantiknya Bupati dan Wakil Bupati Ponorogo yang baru.

“Kami sangat mengapresiasi dan kami segenap keluarga besar Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Komisariat Budi Utomo mengucapkan selamat atas dilantiknya bapak Sugiri Sancoko dan ibu Lisdyarita sebagai bupati dan wakil bupati kabupaten ponorogo periode 2021-2024,” terang Agus.

Agus juga menyampaikan beberapa hal yang menurutnya penting untuk disorot oleh Bupati yang baru.

“kami mengharapkan untuk pemerintahan yang sekarang ini untuk lebih memperhatikan kaum muda, memberikan ruang lebih banyak untuk mengembangkan segala potensinya. Mengingat indonesia memasuki masa bonus demografi,” lanjutnya.

Menurutnya, kaum muda mempunyai potensi untuk membawa kemajuan bagi Kabupaten Ponorogo.

“jika kaum muda di daerah-daerah berkompeten dalam bidangnya masing masing, insyaallah (kaum muda -red) dapat memberikan kontribusi lebih untuk kemajuan Kabupaten Ponorogo ini.”

Agus kemudian mengingatkan bahwa terpilihnya Sugiri Sancoko sebagai Bupati Ponorogo adalah sebuah amanah yang dititipkan oleh rakyat Ponorogo.

“semoga (Sugiri Sancoko -red) dapat membawa Kota Reyog ini menjadi lebih unggul dalam segi pendidikan maupun ekonomi. Dan semoga amanah yang dititipkan masyarakat Ponorogo dapat diemban sebagaimana mestinya.” pungkas Agus Pranoto, Ketua Komisariat PMII Unmuh Ponorogo.

Tidak Ada Postingan Lagi.

Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.