,

Ponorogo – MADIUNRAYA.COM

Polemik antara warga desa Tumpak Pelem dengan bumdes yang sempat heboh kini ada titik terang.
Kabar yang beredar bahwa warga Desa Tumpak Pelem, Kecamatan Sawoo penerima bansos berupa Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) dan Program Keluarga Harapan (PKH) menggeruduk kantor bumdes untuk menanyakan sejumlah bantuan yang belum terealisasi.Dan warga menganggap dana tersebut tidak cair karena ditilep.

Masalah tersebut sempat heboh, Dengan kejadian tersebut pihak Bundes langsung bersikap dan menanggapi tegas.
Pihak Badan Usaha Milik Desa (BumDes) Melalui bendahara BumDes Tumpak Pelem, Agus Rianto menerangkan dengan tegas soal Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) bahwa pihaknya tidak pernah menilep ataupun mememakai dana bantuan tersebut.

Agus menjelaskan semua itu hanya karena miscomunication antara warga dan pengurus bumdes.
” Ini sebenarnya hanya kesalah pahaman, Pokok persoalannya adalah tentang sulitnya akses seperti sinyal untuk memproses dana itu.mengingat bahwa KKS Itu bentuknya seperti kartu ATM, untuk mencairkan uang harus dengan cara menggesek lewat Electronic Data Capture (EDC). Nah Sedangkan di sini di desa Tumpak Pelem blankspot atau tidak ada sinyal ,disitu masalahnya” kata Agus saat ditemui wartawan pada Senin (15/2) kemarin.

Warga yang merupakan Keluarga Penerima Manfaat saat menerima Bantuan Pangan

Agus menambahkan, memang kartu KKS tersebut dari warga sudah sepakat jika dikumpulkan dan mempercayakan kepada bumdes untuk mencairkan. Jadi kita sebagai pengurus sudah menjalankan sesuai kesepakatan, dan nanti hasilnya kita sampaikan lewat WhatsApp group.

” Nah dari situ muncul persoalan. kita sudah memberikan info kepada penerima manfaat lewat ketua kelompok masing supaya di sampaikan, namun berbagai kendala seperti susah sinyal . “tegas Agus

Dari kejadian ini, kami akhirnya sepakat untuk mengembalikan kartu KKS ke masing- masing warga penerima bantuan.karena juga mengantisipasi hal serupa terjadi lagi ” Sekarang masing- masing sudah memegang kartu ATM tersebut dan kami sudah menyerahkan bantuan bahan pokok atau sembako seperti telur, beras dll kepada penerima manfaat.

Suyati salah satu warga tumpak pelem penerima KPM Bansos mengaku senang kartu KKS nya telah dikembalikan. Ia mengakui kurang berkomunikasi baik dengan pihak ketua BUMDes sehingga muncul miss komunikasi hingga sempat ramai seperti ini.

” Saya seneng sudah menerima dana itu .cair hari ini. Ternyata ini hanya kurang komunikasi antara petugas bumdes dan warga termasuk saya.tapi Alhamdulillah sudah klir.” Jelas Suyati

Suyati bahkan menerima pembagian BPNT 3 sak beras 30 kilogram, telur pengganti daging karena biasanya terima daging, ada kacang kedelai.

Sementara itu, Kepala Desa Tumpak Pelem Kecamatan Sawoo, Atik Sumiati berharap, kejadian serupa tidak terjadi kembali. Kendati telah selesai persoalannya, ia meminta BUMDes dan para KPM untuk lebih baik dalam berkomunikasi.

“Kita menyadari kalau diwilayah sini ( Tumpak Pelem – red) susah sinyal”, Imbuh Atik, Sementara mesin EDC dalam pengoperasian menggunakan koneksi sinyal provider tersebut.

” Di lokasi sekitar sini memang tidak ada sinyal Telkomsel. Kami komunikasi sebagian besar lewat WA, penggesekan mesin EDC itu menggunakan sinyal provider bukan wifi. Jadi terkadang penggesekan itu dilakukan di tempat-tempat yang ada sinyalnya. Baru-baru ini ada solusi dengan pasang antena wifi. Dulu kami sudah bilang ke BNI, karena BUMDes itu agen BNI, juga tidak bisa memberikan solusi terkait sinyal,” jelasnya. kaitannya dengan isi saldo nol itu sesuai keterangan pengelola BUMDes, pengisian dari pusat itu tidak bersamaan. Ada saja satu atau dua KKS tidak ter injek hari itu atau bulan itu, tapi di bulan berikutnya dobel, dan itu bisa langsung dicairkan ke BUMDes bila itu terdeteksi cair. Tapi kalau saldonya digesek nol apa yang mau dicairkan,” jelas Atik

“Jadi jika ada persoalan seperti ini alangkah bijaknya cepet komunikasi dengan petugas, jangan terus heboh seperti Ini. Tapi Alhamdulillah semua sudah klir tidak ada masalah lagi ” pungkas Atik (Yogi).

Peliput : Hariyogi Wijanarko

Penyunting : Agin Wijaya

Tidak Ada Postingan Lagi.

Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.