Ponorogo – Portalnews Madiun Raya

Kediaman permanen milik Senun (70) di Dusun Ngrenteng Desa Ngampel Kecamatan Balong, Kabupaten Ponorogo yang hangus terbakar, Senin (6/09/2021) sekitar pukul 07.00 WIB ditaksir mengalami kerugian mencapai Rp 150 juta.

Menurut Kapolsek Balong, AKP Hariyanto, kronologis terjadinya kebakaran yang saat itu ditinggal oleh penghuninya tersebut diawali ketika  Pipit melihat rumah Mbah Senun mengeluarkan asap dari ruangan tengah. “Rumah tersebut mengeluarkan api dan dengan cepat api membesar karena tiupan angin yang sangat kencang dan Pipit berteriak minta tolong kepada warga sekitarnya,”Jelas AKP Hariyanto.

BACA JUGA :

Ditinggal aktivitas, Rumah Senun warga Ngampel Balong Ludes terbakar

Warga yang melihat kejadian itu langsung mencoba memadamkan api dengan alat seadanya. “Kades Ngampel kemudian menghungi Bhabinkamtibmas dan Babinsa serta pemadam kebakaran Pemkab Ponorogo untuk memadamkan api, dan api berhasil dipadamkan, namun membakar habis bagian atap bangunan hingga sebagian isi rumah ludes, kerugian ditaksir hingga 150 juta,”Lanjut Kapolsek.

Warga bersama Pemerintah Desa setempat, Tagana, BPBD dan aparat lainnya kini membantu membersihkan material rumah yang terbakar. “Sementara pemilik rumah serta anggota keluarganya  untuk sementara mengungsi ke rumah kerabatnya,”Terang AKP Hariyanto.

Kapolsek Balong AKP Hariyanto SH mengimbau kepada masyarakat untuk memeriksa jaringan listrik yang berada di atap rumah, terutama kondisinya sudah lama. “Agar tidak terjadi kebakaran akibat korsleting listrik pada jaringan.” Pungkasnya. (Yah/Gin).

Peliput : Yahya Ali Rahmawan

Penyunting : Agin Wijaya

Balong – Portalnews Madiun Raya

Bertempat balai desa Ngampel sekaligus di gunakan sebagai posko covid 19 kepala desa Ngampel Siswanto pada hari Senin (6/4/2020) memberikan himbauan kepada seluruh warga desa Ngampel yang ada perantauan baik dalam negeri maupun yang ada di luar negeri untuk sementara waktu tidak mudik atau pulang kampung dulu

Dalam himbauan yang di bacakan oleh kepala desa sendiri , Siswanto menyampaikan dengan penuh harapan kepada seluruh warga desa Ngampel yang ada di perantauan khususnya yang berniat akan pulang ke desa jika sayang sama keluarga, “Sayang bapak ibu , jika ingin keluarga yang ada di desa tetap sehat saya mohon urungkan niat untuk pulang ke desa, tidak usah pulang ke desa sementara waktu hingga wabah Corona ini berakhir, karena kalau pulang ke desa saya tegaskan itu sama aja telah membahayakan keselamatan anak istri atau suami yang kita cintai dan kita sayangi termasuk orang tua kita semua yang ada di desa,” Ucap Siswanto.

Bapak ibu warga desa Ngampel yang saya cintai, lanjut Siswanto, Hal terbaik yang bisa kita lakukan saat ini adalah memutus mata rantai penyebaran virus Corona dari kota ke desa, “Kita tidak tahu bisa jadi teman kita tetangga kita yang ada di kota atau di perantauan bahkan diri kita sendiri telah terinfeksi Virus Corona, karena tidak semua kasus positif virus korona menunjukkan tanda-tanda klinis sebagaimana halnya orang yang sedang terinfeksi,”, Lanjut Siswanto.

Siswanto juga menyampaikan bahwa kepada seluruh warganya agar tidak menganggap enteng virus tersebut. “Bapak Ibu Saudara warga desa Ngampel semua, virus Corona ini tidak boleh kita anggap enteng dan sepele kita bersama-sama harus menghadapi waspada dan turut serta menghentikan penyebarannya, termasuk semua warga desa Ngampel karena apabila tidak mencegah sama artinya dengan merelakan terjadinya musibah di Desa Ngampel ,yang dapat mengancam keluarga yang ada di desa,”ujar Siswanto.

Diakhir himbauannya, Siswanto mengajak semua untuk mendekatkan diri kepada Alloh SWT. “Demikian yang saya sampaikan atas perhatian dan kerjasamanya bapak ibu saudara sekalian atas nama pemerintah Desa Saya mengucapkan banyak terima kasih semoga Allah Subhanahu Wa Ta’ala melindungi kita semua.” Pungkas Siswanto. (Aji/Gin)

Peliput : Ahmad Aji Harahap

Penyunting : Agin Wijaya

Ponorogo – Portalnews Madiun Raya

Desa Ngampel, Kecamatan Balong merupakan desa Tanggap Bencana. Menurut Kepala Desa Ngampel, Siswanto, desanya itu adalah desa yang selalu siap siaga dengan datangnya bencana yang mungkin akan terjadi.

“Setiap saat kami membersihkan  kotoran dan sampah yang tersangkut di bawah jembatan Desa Ngampel sebagai upaya mencegah terjadi banjir karena sungai yang tersumbat,” Ucap Siswanto, Sabtu (19/2/2020).

Lebih lanjut, Siswanto menjelaskan bahwa di saat ada bencana di Desa Ngampel, pihaknya telah bersiap. “Kami telah siap siaga bersama tim kami yang berjumlah 25 orang yang terdiri dari unsur Karang Taruna, Perangkat Desa, Masyarakat, Babinsa, dan Babinkabtibmas, seperti pada saat kita menerima kiriman sampah yang berhenti di bawah jembatan dan tersangkut di bawahnya, kita bersihkan bersama,” Terang Siswanto.

Karena kontruksi dari jembatan tersebut yang memang ada tiang yang menopang Jembatan, Kata Kades Siswanto, hal itulah yang membuat sampah tersebut tersangkut,24 jam. “Kita siap siaga dalam menyelesaikan bencana di desa Ngampel, sore hari pada waktu hujan turun ada pohon tumbang yang berada di jalan Ponorogo Pacitan, kita bersama tim juga membersihkan pohon tersebut. “ Pungkas Siswanto. (Aji/Gin).

Pewarta : Aji Pangestu

Redaktur : Agin Wijaya

Tidak Ada Postingan Lagi.

Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.