Jakarta – Portal Madiun Raya
Viralnya video Presiden Jokowi saat menuju stadion GBK saat pembukaan Asian Games ke 18 tahun 2018, membuat beberapa pihak yang kreatif menangkap peluang menjual Helm yang diberi nama Helm/Helmet Jokowi Stuntman.

Helm yang dikenakan oleh Presiden Jokowi maupun pemeran pengganti tersebut dinilai sejumlah kalangan sangat keren.

Helm yang didominasi warna hitam tersebut diberi brand Helmet Jokowi Stuntman Nolan N90.2 dan dibanderol Rp 5.350.000,- dibeberapa toko online.

Anda mau ?, segera pesan, stok terbatas, begitu promo di sejumlah toko online.
Menurut pengamat media, Nanang Wibowo, dirinya melihat bahwa pihak yang kreatif dalam menangkap peluang yang akan sukses. “Viralnya video Presiden saat menuju GBK kemarin bisa disikapi pihak yang kreatif dalam menangkap peluang, dalam hal ini helm yang dipakai Presiden sangat keren, dan itulah yang dijual oleh mereka”,ujar aktivis yang juga seniman tersebut.

Meskipun harganya mahal saya yakin helm tersebut akan laku keras karena tren itu tidak mempedulikan harga, imbuhnya.

“Setiap momen ada peluang yang bisa diambil, maka kita harus kreatif dan cerdas dalam menangkap peluang”,pungkas Nanang. (yah/gin).

JAKARTA, Madiunraya.com – Nilai tukar atau kurs rupiah justru kian terjerembab hingga menyentuh Rp14.124 per dolar AS pada 09.39 WIB. Padahal, pada pembukaan perdagangan pagi hari ini, rupiah masih berhasil menguat tipis sebanyak 0,04 persen atau 5 poin dari Rp14.058 per dolar AS pada penutupan kemarin. 

Analis Binaartha Sekuritas Reza Priyambada melihat bahwa pergerakan rupiah hari ini masih akan berada di kisaran Rp14 ribu per dolar AS, meski ada sentimen positif dari kenaikan suku bunga acuan BI sebanyak 25 basis poin menjadi 4,5 persen. 

Menurutnya, hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI hanya akan mengangkat rupiah secara sesaat karena terpenuhinya ekspektasi pasar. Namun, dengan sentimen lain yang datang dari meningkatnya utang pemerintah mencapai Rp4.180 triliun per April 2018, maka pergerakan rupiah diproyeksi hanya menguat tipis pada akhir perdagangan hari ini. 

“Hal ini (data utang) dapat menjadi penghalang kenaikan (rupiah) tersebut. Rupiah diestimasikan akan bergerak dengan kisaran support Rp14.055 dan resistance Rp14.039 per dolar AS,” ujar Reza, Jumat (18/5).

Bersama rupiah, seluruh mata uang negara lain di kawasan Asia juga melemah. Mulai dari, won Korea Selatan 0,01 persen, peso Filipina 0,1 persen, dolar Singapura 0,03 persen, baht Thailand 0,07 persen, ringgit Malaysia 0,2 persen, renminbi China 0,05 persen, dan yen Jepang 0,14 persen. 

Untuk mata uang negara maju di dunia bergerak variasi, euro Eropa dan dolar Australia tetap menguat masing-masing 0,09 persen dan 0,01 persen. Namun, poundsterling Inggris, rubel Rusia, dolar Kanada melemah, masing-masing 0,01 persen, 0,03 persen, dan 0,13 persen.

JAKARTA, Madiunraya.com – Kementerian Keuangan mengumumkan jumlah utang pemerintah per April 2018 mencapai Rp 4.180,61 triliun, bertambah Rp 46 triliun atau lebih tinggi 1,06% dari Maret yang sebesar Rp 4.136 triliun.

“Posisi stok utang atau utang pemerintah mencapai Rp 4.180 triliun atau 29% dari PDB,” kata Dirjen Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Luky Alfirman di Kementerian Keuangan, Jakarta Pusat, Kamis (17/5/2018).

Berdasarkan data APBN Kita, total utang pemerintah per April 2018 sebesar Rp 4.180,61 triliun lebih tinggi 13,99% dibandingkan periode yang sama di 2017 sebesar Rp 3.667,41 triliun.

Angka Rp 4.180,61 triliun ini berasal dari pinjaman sebesar Rp 773,47 triliun atau 17,50% dari total. Adapun pinjaman tersebut berasal dari pinjaman luar negeri sebesar Rp 773,91 triliun yang terdiri dari bilateral Rp 331,24 triliun, multilateral Rp 397,82 triliun, komersial Rp 43,66 triliun, suppliers Rp 1,19 triliun. Sedangkan yang berasal dari pinjaman dalam negeri sebesar Rp 5,78 triliun.

Selanjutnya, utang pemerintah yang berasal dari surat berharga negara (SBN) sebesar Rp 3.407,14 triliun. Di mana yang berdenominasi rupiah sebesar Rp 2.427,76 triliun. Denominasi valas sebesar Rp 979,38 triliun. (MR01)

Tidak Ada Postingan Lagi.

Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.