Pamit Kuliah S2, Guru di Tegalombo malah kecantol Sopir Travel

Guru SD dibawa lari sopir travel
Guru SD dibawa lari sopir travel

Pacitan, MADIUNRAYA.com

Seorang Guru SD yang berinisial I (45) asal Tegalombo Pacitan, dikabarkan menghilang hingga kini.

Hal tersebut disampaikan oleh Mantan Suaminya yang bernama M (45) kepada Madiunraya.com, Jum’at (11/07/2025).

Menurut M, awalnya kehidupan rumah tangganya Bersama I berlangsung harmonis. Mereka dikaruniai 2 orang putri dan hidup di salah satu desa yang ada di Kecamatan Tegalombo Pacitan.

“Isteri saya waktu itu mengajar disebuah SD Negeri di Tegalombo Pacitan. Kemudian petaka ini muncul saat dia minta ijin melanjutkan kuliah S2 di sebuah kota di Jawa Timur. Karena jauh, dia naik travel dalam menempuh kuliahnya itu,” ucap M, mengawali kisah hidupnya.

M sendiri sering mengerjakan proyek pembangunan di Kecamatan Tegalombo.

“Saya juga bekerja mengerjakan proyek-proyek pembangunan seperti rabat jalan, membangun talud atau saluran air. Kehidupan kami normal dan harmonis, baik secara ekonomi maupun sosial,”lanjutnya.

Namun seiring waktu, isterinya yang juga sudah menerima tunjangan sertifikasi pendidik itu mengalami perubahan sikap.

“Setelah beberapa kali ketahuan berselingkuh, isteri saya menghilang dan dibawa lari oleh sopir travel langganannya. Dia tidak peduli lagi dengan saya, anak-anak dan keluarganya. Bahkan demi sopir pujaannya itu, mantan isterinya itu pinjam uang dalam jumlah besar di sebuah Bank BUMD dan dilaporkan yang bersangkutan telah meninggal sehingga tidak mengangsur pinjamannya itu lagi,”urainya dengan nada sedih.

Kini M telah menikah lagi dengan Wanita asal Ponorogo dan menetap di Bumi Reyog bersama dengan anak-anaknya.

“Ternyata cinta buta itu mengorbankan segalanya, anak, suami, orang tua dan karir PNS yang diidamkan banyak orang. Yang jelas dia tidak bersyukur dan tergoda dengan rayuan sopir travel. Dan hingga kini, mantan isteri saya itu menghilang bak ditelan oleh bumi. Saya telah ikhlas dan akan menatap masa depan saya Bersama keluarga baru saya disini,” ucap M yang kini bekerja di Pemkab Ponorogo itu. (yah/gin).