Pacitan – MADIUNRAYA.COM

Nasib manusia tidak pernah ada yang tahu, kecuali oleh Penciptanya. Namun dengan bekerja keras, semangat yang tinggi dan kegigihan serta untaian do’a yang terus mengalir akan menjadikan nasib seseorang menjadi lebih baik.

Hal itu dialami oleh Afrig Aminuddin, pemuda asal Desa Hadiwarno, Kecamatan Ngadirojo Kabupaten Pacitan.

Walaupun berasal dari desa, Afrig Aminuddin kini sudah bergelar, S.Kom, M.Eng dan kini bersiap bergelar Ph D atau Doktor dalam usia yang masih cukup muda, 29 tahun.

Afrig Aminuddin juga sudah diangkat menjadi Dosen Tetap di Universitas AMIKOM Yogyakarta, sebuah Perguruan Tinggi yang cukup terkenal di Indonesia.

Menurut Wira Swastika, karib Afrig, perjuangan sahabatnya itu sangat luar biasa. “Saya menyaksikan sendiri bahwa Afrig Aminuddin merupakan sosok yang tidak kenal menyerah. Meskipun berasal dari keluarga yang sederhana namun semangatnya untuk maju sangat luar biasa. Bahkan saat menempuh S-1, dia hanya mengandalkan penghasilannya dari Google Adsense yang diperolehnya dari Web dan pembuatan Aplikasi. Gelar Masternya diraih di UGM Yogyakarta dan kini mendapatkan Bea Siswa untuk gelar Doktor di Malaysia,”Terang Wira kepada Madiunraya.com, Ahad (16/01/2022).

Wira Swastika mengenal Afrig Aminuddin saat dirinya kuliah di Yogyakarta. “Afrig sejak SMP menggeluti Web Site dan semenjak kuliah merambah pembuatan aplikasi. Kami sering berdiskusi tentang Web dan Pembuatan Aplikasi. Dari diskusi kami, dapat saya simpulkan dia orang yang enak bekerja sama dengan siapapun dan sangat cerdas. Bahkan saat ditawari membuat sebuah aplikasi yang algoritma nya cukup sulit dia dengan penuh optimis mengiyakan. Beliau sangat cerdas. !,” Jelas Wira Swastika.

Alumnus SMPN 1 Ngadirojo Pacitan itu menurut Wira, juga didukung oleh Orang Tua yang selalu mendo’akan anaknya. “Meskipun dia anak tunggal, Ayah Mas Afrig sangat mendukung apa yang menjadi cita-cita anaknya. Bahkan dengan kepasrahan yang total kepada Alloh SWT, dia mendo’akan putra semata wayangnya itu sukses dalam bekerja dan meniti karier,” tambah Wira.

Selain itu Wira juga mengungkapkan bahwa dirinya terinspirasi sikap idealis Afrig Aminuddin yang tidak mau membuat Aplikasi yang tidak bermanfaat. “Dia selalu idealis, namun dengan pencapaian yang diraihnya saya menjadi terinspirasi. Mulai saat itu saya kemudian menirunya membuat aplikasi yang bermanfaat. Meskipun berkurang dari sisi pendapatan namun hati kita lebih tenteram karena aplikasi yang kita buat bermanfaat bagi banyak orang yang menggunakannya,” lanjutnya.

Wira Swastika berharap, banyak anak muda yang seperti Afrig Aminuddin. “Pintar, cerdas, semangat dan idealis. Semoga nantinya banyak anak-anak muda seperti dia.”Pungkas Wira Swastika. (yah/gin).

Peliput : Yahya Ali Rahmawan

Penyunting : Agin Wijaya

Pacitan – MADIUNRAYA.COM

Afrig Aminuddin, S.Kom, M.Eng, Pemuda Desa asli Desa Hadiwarno Kecamatan Ngadirojo Kabupaten Pacitan bersama dr. Dede Candra Permanda,  dr. Guntur Surya Alam, Sp.B,Sp.BA,MPH,FICS dan Banu Hermawan, SH, MHLi berhasil menciptakan Aplikasi Konsultasi Kesehatan yang diberi nama LEKASEHAT.

Pria usia 29 tahun yang kini menempuh S3 di Universiti Malaysia Pahang dan Dosen Tetap di AMIKOM Yogyakarta itu menyampaikan bahwa aplikasi konsultasi tersebut dimulai sejak 2018. “Tujuannya untuk membantu masyarakat di daerah-daerah yang tidak terjangkau oleh fasilitas kesehatan lengkap, selain itu, juga untuk mempermudah akses kesehatan bagi orang-orang yang memiliki mobilitas tinggi atau tidak sempat datang ke dokter,”Ucapnya kepada Madiunraya.com, Sabtu (15/01/2022).

Afrig Aminuddin menjelaskan bahwa aplikasinya itu sudah diakui oleh Kementerian Kesehatan dengan menghadirkan dokter-dokter terpercaya dari seluruh tanah air untuk berkonsultasi dengan keluhan kesehatan yang dialami. “Jadi setelah mendownload aplikasinya di Play Store, kita bisa berkonsultasi dengan dokter umum, dokter spesialis, dokter gigi dan dokter spesialis gigi. Dokter spesialisnya pun komplit, ada Spesialis Akupuntur, Bedah, Bedah Ortopedi, Bedah Onkologi, Kedokteran Fisik dan Rehabilitasi, Kedokteran Keluarga dan Layanan Primer, Obstetri dan Ginekologi, Paru, Penyakit Dalam, Anak, Bedah Anak, Bedah Thorax Cardiovascular, Jantung dan Pembuluh Darah, Kedokteran Jiwa, Neurologi, Onkologi Radiasi, Patologi Klinik dan Telinga Hidung Tenggorokan,”Urai Afrig, panggilan akrabnya.

Jadi, lanjut Afrig, kita bisa menambahkan pasien dan langsung menuju dokter sesuai dengan keluhan kita. “Setelah kita klik maka kita bisa memilih dokter yang kita inginkan. Disitu, profil dokter sangat lengkap mulai pengalaman, lulusan, tempat praktik, no STR dan hari Praktek. Setelah menentukan waktu booking kita bisa memilih cara konsultasi yaitu melalui Video Call atau Chat. Kalau video call biayanya 50 ribu dan kalau chat hanya Rp 25 ribu dan langsung keluar resep dokter atas penyakit yang diderita oleh pasien dan bisa dibeli di apotek manapun,”lanjut Afrig.

Dengan kemudahan aplikasi itu, Afrig meyakini akan memangkas biaya transportasi dan biaya konsultasi yang cukup mahal. “Seperti kita ketahui, selama ini sangatlah sulit bertemu dengan dokter spesialis, selain itu juga biayanya mahal. Dengan aplikasi ini, saya berharap dapat menjangkau seluruh pelosok negeri, sehingga fasilitas kesehatan yang baik dengan dokter yang profesional dapat diakses oleh semua masyarakat serta dengan biaya yang sangat terjangkau,” ucap Alumnus SMPN 1 Ngadirojo yang saat ini menuju gelar Ph. D.

Sementara menurut Wira, Tim yang mendevelop aplikasi Lekasehat, menyampaikan bahwa aplikasinya itu pernah ditawar oleh perusahaan investor dengan nilai cukup fantastis. “Pernah ditawar miliaran rupiah. Namun saya dan tim sepakat untuk terus mengembangkan sendiri aplikasi ciptaan anak negeri, ciptaan anak Pacitan,”ucapnya dengan penuh semangat.

Wira mengajak seluruh warga masyarakat terutama warga Pacitan agar menggunakan aplikasi tersebut untuk konsultasi kesehatan. “Monggo kalau ada saudara yang butuh konsultasi layanan kesehatan dengan dokter terpercaya. Tidak perlu antri lama, bisa konsultasi dari rumah dan hemat. Download aplikasinya s.id/lekasehat dan Web nya lekasehat.id.”

Wira juga menyampaikan bahwa aplikasinya itu sudah diakui oleh Kementerian Kesehatan. “Kemenkes bekerjasama dengan 17 platform telemedicine untuk memberikan jasa konsultasi dokter dan jasa pengiriman obat secara gratis bagi pasien COVID-19 yang sedang menjalani isolasi mandiri di rumah untuk mempercepat proses kesembuhan. Platform tersebut yaitu Alodokter, Getwell, Good Doctor, Grabhealth, Halodoc, KlikDokter, KlinikGo, Link Sehat, Milvik Dokter, ProSehat, SehatQ, YesDok, Aido Health, Homecare24, Lekasehat, mDoc, Trustmedis, dan Vascular.”Pungkasnya. (yah)

Madiun – MADIUNRAYA.COM

Tahun baru bisa dijadikan momen untuk membeli sepeda motor baru. Selain tampil beda, sepeda motor sudah menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat. Membeli motor impian bisa menjadi motivasi mengawali tahun 2022.

“Untuk menyemarakkan awal tahun 2022 serta apresiasi terhadap konsumen, kami menawarkan program menarik bagi konsumen yang membeli sepeda motor Honda seperti All New Honda BeAT, Honda vario 125 dan New CB150X “ kata Abdy Ronotana selaku Marketing Sales Distribution Division Head MPM Honda Jatim.

PT. Mitra Pinasthika Mulia ( MPM Honda Jatim) distributor sepeda motor Honda beserta jaringan dealernya wilayah madiun dan sekitarnya memberikan promo khusus pembelian secara kredit, untuk motor type Matic seperti Honda BeAT. Di awal tahun ini pembelian Honda BeAT ada uang muka Rp. 500 ribu untuk pembelian Honda BeAT dan ada potongan tenor 2x.

Dan untuk Honda Vario125, diberikan penawaran dengan uang muka sebesar Rp. 1,3 juta dan juga akan mendapatkan potongan tenor 2x. Honda Vario 125 kini hadir dengan variant warna yang lebih lengkap & eksklusif. Tersedia varian warna special dan warna baru untuk tipe CBS-ISS. Serta striping baru yang semakin modern untuk tipe CBS. Semakin membanggakan dan menyempurnakan pengalaman berkendara setiap harinya dengan ukuran motor yang sempurna untuk orang Indonesia (fit-in size) dalam menemani segala aktifitas.

Dan Honda Vario150 untuk pembelian kredit MPM Honda Jatim memberikan penawaran uang muka Rp.1,3 juta dan potongan tenor 2x. Honda Vario 150 memiliki kapasitas bagasi terbesar yaitu 18 liter yang dapat menyimpan helm standar untuk menunjang aktivitas sehari-hari. Dilengkapi fitur Smart Key System yang terintegrasi dengan Answer Back System dan Anti Theft Alarm sebagai fitur keamanan kendaraan pada model ini. Sistem pengereman terasa nyaman dengan disematkan Wavy Disc Brake yang semakin optimal dengan kehadiran teknologi Combi Brake System (CBS) untuk membantu menyeimbangkan pengereman roda belakang dan depan secara lebih optimal pada Honda Vario 150.

Selain type matic, penawaran juga diberikan untuk tipe motor naked sport bike Honda CB150R Streetfire, untuk pembelian kredit dengan potongan tenor 6x dan hemat Rp. 5,2 juta. Motor naked sport All New CB150R Streetfire dengan tampilan desain baru yang semakin massive dan agresif layaknya motor big bike. Pilihan terbaru bagi pecinta motor sport ini tampak semakin gagah, membanggakan dan membuat pengendaranya semakin percaya diri.

Penawaran ini berlaku untuk wilayah Madiun, Magetan, Ngawi , Ponorogo, Pacitan. Konsumen dapat menghubungi dealer resmi Honda terdekat untuk memperoleh penawaran tersebut. MPM Honda Jatim beserta jaringan dalernya di Jatim & NTT mempunyai layanan pembelian secara digital seperti pameran virtual, pembelian melalui website https://mpmhondajatim.com dan aplikasi Brompit.

Pilih cara pembayaran yang diinginkan, tunai atau non tunai. Seluruh transaksi pembayaran diarahkan untuk memanfaatkan pembayaran non tunai, seperti kartu debit atau transfer rekening resmi delear tempat konsumen membeli motor. Dealer Honda akan mengirimkan tanda jadi atau kwitansi resmi pembayaran konsumen.

Pacitan – MADIUNRAYA.COM
Dyah Mentari Putri secara resmi dilantik sebagai Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Pacitan periode 2021-2025.

Pelantikan tersebut dipimpin Ketua Harian KONI Jawa Timur, Muhammad Nabil dan dilangsungkan di Pendopo Kabupaten Pacitan, Rabu (12/01/2021).

Kegiatan pelantikan KONI Pacitan diawali dengan pembacaan Surat Keputusan (SK) Kepengurusan KONI Pacitan yang ditandatangani oleh Ir H Erlangga Satriagung, Ketua Umum KONI Jawa Timur, kemudian dilanjutkan dengan prosesi pelantikan dengan penyerahan bendera yang diterima secara langsung oleh Ketua KONI Kabupaten Pacitan.

Dalam sambutannya, Ketua KONI Pacitan yang baru dilantik, Dyah Mentari Putri menyatakan tekadnya untuk membawa kemajuan olah raga di Kabupaten Pacitan. “Seperti yang telah saya sampaikan saat pencalonan, KONI Pacitan harus Profesional dan Modern agar masa keemasan Olah Raga di Kabupaten Pacitan bisa kita raih,” ucap Dyah.

Selanjutnya Dyah juga menyampaikan bahwa kekompakan dan sinergitas dari semua elemen diorganisasi yang dipimpinnya itu sangat diperlukan. “Tentunya dengan semangat kebersamaan akan menjadikan pembinaan atlit di Pacitan yang intensif untuk meraih prestasi di tingkat regional, nasional maupun internasional sangat perlu untuk terus dilakukan,” tambahnya.

Dipenghujung sambutannya, Dyah menyampaikan bahwa pihaknya siap bekerja sama dengan semua pihak terutama Pemerintah Kabupaten Pacitan untuk memajukan dunia olah raga didaerah yang berjuluk 1001 Gua itu.
“Mari kita bekerja keras agar prestasi olah raga di Kabupaten Pacitan bisa kita raih.” Pungkasnya.

Sementara Ketua Umum 2 KONI Jawa Timur yang juga Ketua Harian KONI Jawa Timur, Muhammad Nabil meminta semua pihak untuk mendukung kepengurusan KONI Kabupaten Pacitan periode 2021-2025.

“Yang jelas Pengurus KONI merupakan orangnya Bupati. Karena prestasi olahraga menjadi bukti keberhasilan dalam membangun olahraga didaerah itu. Jika berprestasi maka daerah itu pula yang menjadi harum namanya,” ucap Nabil.

Ketua Harian KONI Jawa Timur itu juga berharap agar pencarian bibit atlit terus dilakukan. “Kalau daerah yang lain bisa berprestasi maka saya yakin Pacitan juga bisa. Sehingga dalam Porprov Jatim Pacitan bisa naik peringkatnya tidak lagi diurutan 32 lagi,” ucapnya.

Untuk itu Nabil meminta agar Pemerintah Kabupaten Pacitan memberikan dukungan penuh kepada KONI Pacitan. “Dukungan dari Pemerintah Kabupaten Pacitan sangat dibutuhkan, termasuk dukungan anggaran.” Tutupnya.

Sementara Bupati Pacitan, Indrata Nur Bayu Aji meminta agar KONI Pacitan melakukan pemetaan agar olah raga yang menjadi unggulan di Pacitan mampu berprestasi ditingkat regional maupun nasional ataupun internasional. “Selain memiliki target, KONI Pacitan harus melakukan pemetaan agar olah raga unggulan mampu memberikan medali saat pertandingan sehingga mampu mengharumkan nama Pacitan,” ucap Mas Bupati Aji, panggilan akrabnya. (yah/gin).

Peliput : Yahya Ali Rahmawan

Pacitan – Madiunraya.com
Memperingati Hari Pahlawan tanggal 10 November 2021, SDN 1 Pucangombo, Kecamatan Tegalombo Kabupaten Pacitan menggelar lomba mirip Pahlawan Bangsa.

Hal itu diinisasi oleh Herlina Savitri, seorang guru yang mengajar ditempat itu.

Menurutnya, Bangsa yang besar adalah Bangsa yang menghargai jasa para pahlawan. “Dalam rangka memperingati Hari Pahlawan, SD Negeri 1 Pucangombo mengadakam lomba dengan mengangkat tema “Pahlawan Inspirasiku” dengan judul kegiatan “My Favorite Heroes”,” Ucap Guru Kelas V itu.

Kegiatan tersebut lanjutnya, diikuti oleh semua murid. “Hanya saja terbagi dalam 2 hari pelaksanaan karena masih PTMT, kegiatan tersebut untuk menghargai jasa para pahlawan dan juga mengenalkan tokoh-tokoh pahlawan perjuangan kepada peserta didik. Dalam kejuaraan tiap kelas dipilih terbaik 1 ,2 dan 3 serta juara Favorite,” Urai Guru Teladan di Kabupaten Pacitan itu.

Herlina Savitri juga menyebutkan bahwa kegiatan berjalan dengan lancar karena berkat kerjasama yang baik antara pihak sekolah dan orangtua wali murid. “Meskipun pakaian seadanya, anak-anak memerankan menjadi Ir Soekarno, Jendral Soedirman, Kapitan Pattimura, Cut Nyak Dien, Tuanku Imam Bonjol dan lainnya. Selamat hari Pahlawan, semoga anak-anak kami bisa menjadi calon-calon penerus dan pemimpin bangsa yang cerdas, berwawasan dan tentunya menjadi Pahlawan Bangsa di masa depan. ” Tutup Herlina Savitri.

Sementara menurut salah seorang siswa yang bernama Nico, dirinya mengidolakan Ir Soekarno sang Proklamator Bangsa. “Beliau adalah kunci kemerdekaan yaitu membacakan naskah Proklamasi Kemerdekaan, tentu saja didukung oleh Rakyat Indonesia serta para Pahlawan yang lain,” Ucapnya.

Nico menggunakan kemeja putih dan songkok atau kopiah yang dipinjam dari Ayahnya. “Cita-cita saya ingin menjadi Insinyur, agar bisa membangun jalan ke rumah saya yang saat ini rusak.” tutupnya sambil tersenyum. (yah/gin).

Peliput : Yahya Ali Rahmawan

Penyunting : Agin Wijaya

Pacitan – Madiunraya.com
Meskipun Pemilihan Presiden (Pilpres) tahun 2024 masih lama, antusiasme masyarakat di Kabupaten Pacitan terhadap sosok Ganjar Pranowo untuk menjadi suksesor Presiden Jokowi cukup besar.

Hal itu terlihat dalam pembentukan Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Sobat Ganjar Pranowo atau yang dikenal dengan SOGAN.

Ketua DPC SOGAN Kabupaten Pacitan, Guntur Pamungkas menuturkan bahwa Ganjar Pranowo yang saat ini menjabat sebagai Gubernur Jawa Tengah merupakan sosok yang tepat untuk melanjutkan kepemimpinan di Indonesia. “Beliau (Ganjar Pranowo – red) merupakan sosok yang cerdas dan sangat mencintai Bangsa Indonesia serta mencintai masyarakatnya, ” Ucap Guntur Pamungkas di kediamannya, Sabtu (06/11/2021).

Lebih lanjut, Guntur yang sudah menyiapkan susunan pengurus tingkat Kabupaten Pacitan akan segera mensosialisasikan Ganjar Pranowo di daerah yang berjuluk 1001 Goa itu. “Langkah kedepan kita akan mengikuti arahan dari DPD SOGAN Jawa Timur dan DPP SOGAN, kami akan memaksimalkan dalam bersosialisasi agar Pak Ganjar Pranowo selain dikenal juga akan dipilih dalam Pilpres 2024,” Terang Guntur.

Meskipun Pacitan dikenal sebagai basisnya Partai Demokrat, Guntur optimis bahwa masyarakat Pacitan sangat cerdas untuk memilih pemimpin yang tepat untuk keberlangsungan kehidupan berbangsa dan bernegara. “Kami akan mensosialisasikan sosok Pak Ganjar dengan citra yang positif bahwa beliau sosok yang tepat untuk dipilih. ” Tutup Guntur Pamungkas.

Sementara Ketua DPD SOGAN Jawa Timur, Sonny Moesanto, menyampaikan bahwa DPC SOGAN di Pacitan merupakan DPC ke delapan di Jawa Timur yang sudah terbentuk. “Target kami di tahun 2021 ini, seluruh Kabupaten dan Kota di Provinsi Jawa Timur sudah terbentuk semua, kemudian kami akan melakukan deklarasi untuk mengusung Pak Ganjar Pranowo sebagai Calon Presiden dalam Pilpres tahun 2024,” Ungkap Sonny yang didampingi oleh Nurjahman, Sekretaris DPD SOGAN Jawa Timur.

Lebih jauh Sonny menyampaikan bahwa waktu yang ada akan dimanfaatkan olehnya untuk terus berkonsolidasi dan terus mengembangkan perekonomian kerakyatan. “Kebetulan Ketua Umum kami merupakan Pebisnis besar yaitu eksportir hasil bumi, tentu hal ini harus dimanfaatkan untuk kemandirian rakyat menuju kesejahteraan yang selama ini kita impikan, ” Lanjut Sonny.

Sonny berharap bahwa perjuangan yang dilakukannya itu bisa memenangkan Ganjar Pranowo di Pilpres tahun 2024. “Kalau melihat antusiasme masyarakat, saya meyakini bahwa Pak Ganjar bisa menang diangka 70 hingga 80% di Pilpres tahun 2024 mendatang. Yang penting, ini kita terus bekerja maksimal dengan turun ke lapangan secara langsung. ” Pungkas Sonny.

Pun dengan puluhan warga Pacitan yang sudah menjadi pengurus DPC SOGAN maupun simpatisan Ganjar Pranowo yang hadir dalam kegiatan tersebut bertekad mensukseskan langkah Ganjar Pranowo menjadi Presiden RI di tahun 2024. (Yah/Gin).

Pacitan – Portalnews Madiunraya.com

Hati-hati menuruni medan dengan menggunakan Motor Matic. Setidaknya kalimat tersebut tidaklah salah.

Seperti yang dialami oleh dua orang yang mengalami Rem Blong saat menuruni tanjakan di Melikan Desa Kemuning Kecamatan Tegalombo Kabupaten Pacitan, Selasa (02/11/2021).

Menurut kerabat korban, Ruslan, keponakannya yang menaiki Honda Vario bersama dengan temannya yang berasal dari Sidoarjo mengalami kecelakaan tunggal setelah Motor Honda Vario yang ditumpanginya mengalami Rem Blong.

“Rem Honda Vario mendadak blong dan motor melaju dengan cepat dari atas hingga menyeberang jalan dan menabrak pasir dan rumah warga,” ucap Ruslan, kepada Madiunraya.com.

Untungnya, lanjut Ruslan, saat menyeberang jalan itu tidak ada kendaraan yang lewat. “Kedua pengendara berteriak sehingga warga yang didepannya berlarian semua, dan setelah menabrak rumah warga laju motor terhenti,” terang Ruslan.

Akibat kejadian itu, Ruslan menyampaikan pengemudi motor mengalami luka ringan. “Sementara temannya yang dibonceng mengalami luka agak parah. Meskipun dalam kondisi sadar namun mengeluhkan sakit di dada dan saat ini dibawa ke RSUD Dr Darsono Pacitan,” ujar Ruslan.

Mantan Kepala Desa Kemuning itu berharap masyarakat yang mengendarai sepeda motor matic hendaknya hati-hati. “Kemungkinan karena melakukan pengereman terus menerus sehingga kampas rem menjadi panas sehingga tidak bisa berfungsi lagi. Sebaiknya jika menurun mesin tidak boleh mati dengan sedikit gas, rem kadang dilepas sehingga tidak panas, hati-hati pokoknya.”Pesan Ruslan. (Yah/Gin).

Peliput : Yahya Ali Rahmawan

Penyunting : Agin Wijaya

Pacitan – Portalnews Madiunraya.com

Diduga mengalami depresi karena sakit gatal disekujur tubuhnya tak kunjung sembuh, seorang kakek bernama Boiman (70), warga RT 02 RW 14 Dusun Bugel Desa Mantren Kecamatan Punung Pacitan ditemukan meninggal dunia setelah nekat gantung diri dibawah Pohon Jati, Ahad (31/10/2021).

Dilansir dari kabar-indonesia.com, Kapolsek Punung, Iptu Susilo Dwi Purnomo menyampaikan bahwa pihaknya mendatangi TKP setelah ada laporan peristiwa gantung diri di wilayah hukumnya. “Sekira pukul 13.45 WIB telah di temukan seorang laki-laki bernama Boiman warga RT 02 RW 14 Dusun Bugel Desa Mantren Kecamatan Punung Pacitan dalam kondisi tidak bernyawa dan tergantung dengan seutas tali yang diikatkan pada tangga dari bambu dan disandarkan pada pohon jati,”ungkap Kapolsek Punung.

Lebih lanjut Iptu Susilo Dwi menyampaikan kronologis kejadian itu. “Jadi pada hari Minggu sekira jam 12.00 WIB, saat anak korban bersama istrinya pulang kerumah dari ladang, dan mengetahui korban tidak ada di rumah. Kemudian anak korban mencari di kamarnya namun juga tidak ada, kemudian mencari di kebun belakang rumah dan di keketahui korban sudah dalam keadaan gantung diri dengan seutas tali plastik warna oranye yang diikatkan di sebuah tangga yang terbuat dari bambu dan di sandarkan pada sebuah pohon jati,”urai Kapolsek.

Kemudian anak korban minta tolong ke tetangga dan ke Kepala Dusun serta melaporkan kejadian ke Polsek Punung, “Mendapatkan laporan tersebut, Kami bersama anggota Polsek dan Petugas Kesehatan serta Kepala Desa mendatangi lokasi kejadian untuk mengevakuasi jenazah korban,” jelas Kapolsek Punung.

Setelah dilakukan olah TKP yaitu dievakuasi dan dilakukan visum oleh petugas kesehatan, di tubuh korban tidak diketemukan luka maupun bekas penganiayaan dan Korban meninggal dunia murni karena gantung diri. “Dugaan sementara penyebab nekatnya korban gantung diri dikarenakan korban mengalami depresi disebabkan memiliki penyakit gatal-gatal di sekujur tubuh yang tidak kunjung sembuh dan sudah berusaha berobat kemana-mana,” ucap Kapolsek.

Polisi juga mengamankan barang bukti berupa tali tampar warna oranye, Baju batik lengan panjang warna putih dan celana pendek warna biru.

“Jenazah korban langsung di makamkan karena keluarga menolak untuk dilakukan otopsi.” Pungkas Kapolsek Punung. (Red)

Tidak Ada Postingan Lagi.

Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.