Sugeng Rismiyanto menerima WKR Award

Madiun – Portalnews Madiunraya.com

Walikota Madiun, H. Sugeng Rismiyanto, mendapatkan award atau penghargaan dari salah satu Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) di Kota Madiun.

Penghargaan tersebut diberikan kepada Walikota Sugeng Rismiyanto dalam kegiatan Refleksi Akhir Tahun Forum Koordinasi Kehumasan dan Jumpa Pers yang diselenggarakan oleh Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Madiun di Hotel Aston, Selasa (18/12/2018).

Wahana Komunikasi Rakyat (WKR) memberikan award kepada Walikota Sugeng Rismiyanto karena tidak memiliki kartel bisnis sejak menjabat sebagai orang nomor satu di Kota Madiun. “Lembaga kami melakukan penelitian sejak tahun 2015, dan membuktikan bahwa Walikota tidak memiliki Kartel bisnis, ini adalah sosok pemimpin masa depan,” ujar Budi, koordinator LSM WKR.

Biasanya, kalau seseorang menjabat maka dia akan membuat PT, CV atau badan usaha yang lain baik dikelola sendiri maupun dikelola keluarganya dan itu rawan terjadi penyimpangan, sambung Budi.

“Untuk itu, LSM WKR memberikan WKR Award yang perdana kepada Walikota Sugeng Rismiyanto sebagai bentuk apresiasi kami kepada beliau.” Pungkas Budi.

Mendapatkan penghargaan tersebut, Walikota Sugeng Rismiyanto mengucapkan terima kasih atas penghargaan yang diberikan. “Dikesempatan ini saya ingin mengingatkan kembali kepada seluruh ASN dan pejabat di lingkungan Pemerintah Kota Madiun untuk kembali kepada aturan yang berlaku sebagai panglima yang harus ditaati,” ucap Sugeng Rismiyanto.

Sugeng juga menjelaskan bahwa progres pembangunan di Kota Madiun harus terintegrasi dengan pembangunan secara nasional dengan memberikan kemanfaatan bagi seluruh masyarakat Kota Madiun, sambung Sugeng Rismiyanto.

“Selain itu, sinergitas OPD dan kolaborasi dengan instansi terkait harus terus dijaga untuk meningkatkan pelayanan kepada seluruh lapisan masyarakat.” Pungkas Sugeng Rismiyanto.

Hadir dalam kegiatan tersebut, jurnalis, aktivis LSM, jajaran OPD dan instansi di Kota Madiun. (Yah/gin)

Madiun – Portalnews Madiunraya.com
Isak tangis dari saudara, keluarga dan handai taulan terlihat saat kedatangan jenazah Alfiani Hidayatul Sholikha Pramugari Lion Air PK-LQP yang jatuh beberapa saat yang lalu, Rabu (14/11).

Tiba di rumah duka di Desa Mojorejo, Kecamatan Kebonsari, Kabupaten Madiun, Jawa Timur, Jenazah Pramugari cantik tersebut langsung disemayamkan dan kemudian disholatkan oleh keluarga dan kerabat yang telah menunggu sejak pagi.

Ibu Alfiani, Sukartini tak kuasa menahan kesedihan hingga berteriak histeris dan beberapa kali pingsan.

Rasa haru dan sedih juga menyelimuti seluruh keluarga dan sejumlah kru awak kabin dari lion air yang ikut mengantarkan Almarhumah Alfiani hingga peristirahatan terakhir.

Senior Pramugari lion Air yang sekaligus atasan Alfiani di kabin kru, Dwi Afri menyatakan rasa duka cita yang mendalam atas kejadian yang menimpa sesama rekan kerjanya tersebut dan berharap yang terbaik bagi keluarga yang ditinggalkan

“Pastinya dukacita kita sangat mendalam, dari Lion Air. Alfiani itu teman kita terutama dari kawan-kawan prammugari, kita antarkan mbak Alfiani hingga peristirahatan terakhir, kita berharap semoga lion bisa lebih baik,” terang Dwi Arfi.

Sementara itu mantan Pengajar Alfiani di sekolah pramugari Jogja Flight Education Center Dedi Arliadi yang turut hadir juga memberikan kesan tersendiri terhadap sosok Alviani yang memiliki obsesi tinggi untuk membahagiakan orang tuanya yang selama ini bekerja ke luar negeri sebagai TKI

“Obsesinya yang luar biasa ingin membahagiakan orang tuanya melalui profesinya sebagai kru kabin ini. Ya kemudian dia lolos ikut diterima di Lion di Angkatan 406 JT,” kata Dedi.

Sebelumnya Tim Disaster Victim Identification (DVI) Mabes Polri telah berhasil mengidentifikasi tiga korban kecelakaan Lion Air PK-LQP, Selasa (13/11/2018).

Tiga korban yang teridentifikasi adalah, pramugari Lion Air, Alfiani Hidayatul Solikah (19), penumpang Adonia Magdiel Bongkal (52), dan seorang Warga Negara Asing (WNA) asal Italia bernama Andrea Manfredi.

Jenazah Alfiani diterbangkan dari Jakarta Rabu sekitar jam 8 pagi dan tiba di solo pukul 08.00. kemudian diberangkatkan menuju madiun melalu perjalana darat dan tiba di rumah duka pukul 12.00 wib. Setelah disholatkan dan didoakan, Alfiani langsung dimakamkan di pemakaman umum desa Mojorejo, Kebonsari-Madiun.(rri/gin)

Madiun – Portalnews Madiunraya.com

Dipilihnya Madiun oleh PT. Mitra Pinasthika Mulia ( MPM) distributor sepeda motor Honda wilayah Jatim dan NTT untuk mengadakan acara Honda Sport Motorshow pada tanggal 12 – 13 Oktober 2018 bertempat di Mall Suncity Madiun merupakan suatu apresiasi tersendiri yang di berikan MPM untuk masyarakat Madiun dan sekitarnya.

Dengan mengusung tema  Total Control, kegiatan rutin tahunan ini digelar khusus untuk menyapa seluruh konsumen setia sepeda motor Honda jenis sport yang tampil dengan desain lebih aggressive, berperforma tinggi dan juga tangguh.

Salah satu warga Madiun melakukan test ride
Salah satu warga Madiun melakukan test ride

Nuryono salah satu warga jalan kapten saputro Madiun yang hadir dalam acara honda motorsport show sangat senang dengan acara yang di adakan oleh MPM karena selain menambah pengetahuan tentang motor honda sekaligus hiburan yang di berikan sangat membuat gembira warga madiun,jelas nuryono yang sudah sepuluh tahun lebih pakai motor honda

Marketing Comynication MPM Budi Santoso saat di konfirmasi mengatakan bahwa Kegiatan ini untuk mendekatkan jajaran motor sport Honda dengan masyarakat dan semakin memperluas pemahaman masyarakat akan keunggulan serta kecanggihan teknologi pada jajaran motor sport Honda, “Terbukti selama acara berlangsung sebanyak 325 konsumen yang sudah merasakan riding experience motor bersama motor sport Honda”, terang Budi.

Lebih lanjut Budi juga menjelaskan bahwa Pada Honda Sport Motorshow, konsumen dapat mengenal lebih dekat jajaran motor sport Honda, seperti All New Honda CB150 Verza, Honda CB150R StreetFire, Honda CBR150R, Sonic 150R dan Honda CBR250RR. “Pengunjung dapat merasakan langsung keunggulan performa serta sensasi menunggangi motor sport Honda melalui sesi test ride dan berhadiah langsung kaos exclusive,” jelas Budi Santoso.

Pada aktivitas ini Honda juga memberikan apresiasi khusus kepada komunitas sepeda motor Honda dengan mengadakan berbagai rangkaian acara menarik seperti gathering komunitas, city rolling, city riding challenge, talk show, dan booth komunitas yang dihadiri pecinta motor sport. 

Sebanyak 100 komunitas yang berasal dari Honda Madiun Community melakukan city rolling dengan memakai kostum bertema Gentlement ride dan juga ada berber ride yakni sensasi potong rambut diatas motor Honda Sonic 150R.

Pada kegiatan ini juga disediakan beragam kebutuhan sepeda motor Honda yang tersedia pada booth penjualan Honda Genuine Accessories (HGA) dan Apparel guna mendukung gaya pengendara. Setiap pembelian HGA dan Apparel akan mendapatkan diskon 10 persen selama acara berlangsung. 

Selain itu juga konsumen berkesempatan mendapatkan voucher belanja 200 ribu setiap pembelian secara kredit all type bagi konsumen yang melakukan pembelian selama acara berlangsung. Untuk menambah kemeriahan acara ini, para pengunjung juga dapat menikmati berbagai hiburan menarik seperti penampilan hiburan musik OM Sagita dan kesenian tradisional jaranan.

Hadir dalam Honda motor sport show kali ini dari Honda Madiun Comunnity, masyarakat madiun dan sekitarnya,serta pecinta motor honda yang sangat fanatik dengan produk produk honda yang datang dari berbagai penjuru kota di wilayah eks karesidenan madiun. (aji/gin).

MadiunPortalnews Madiunraya.com

Kolonel Inf Masduki, S.E., M.Si. yang sekarang menjabat sebagai Komandan Korem (Danrem) 081/DSJ Ke-37 merupakan anak seorang petani dari pasangan Bapak Soengeb (Alm) dan Ibu Amanah.

Kolonel Inf Masduki kecil, lahir di sebuah desa kecil di Bojonegoro yang tinggal dengan kedua orang tuanya bersama 8 saudaranya.

Sebagai seorang anak petani, Kolonel Inf Masduki semasa kecilnya hingga remaja hidup dengan penuh kesederhanaan. Karena kesederhanaannya itulah, pria kelahiran 51 tahun yang lalu ini, hingga kini terkenal sebagai sosok yang humble dan humanis.

Namun hal itu tidak menjadikan rintangan untuknya dalam mewujudkan mimpi dan cita-citanya. Karena baginya, tidak ada kata menyerah untuk mewujudkan hal tersebut.

Ia menyampaikan perjuangannya untuk menjadi seperti sekarang ini tidaklah mudah.

“Saya mendaftar untuk menjadi Taruna Akmil sampai dengan 3 kali dan alhamdulilah di tahun ke-3 tepatnya tahun 1989 saya berhasil dan dinyatakan lulus melalui seleksi di Kodam V/Brawijaya,” kata Kolonel Inf Masduki di kediamannya, Jl. Pahlawan No. 51, Kota Madiun, Jawa Timur, Rabu (10/10/18).

“Atas pencapaian itu, tentunya saya sangat bersyukur sebagai anak seorang petani yang hidup penuh dengan kesederhanaan, namun dapat mewujudkan cita-cita saya,” ungkap Alumni Akmil 1992 itu.

“Oleh karena itulah, saya berpesan kepada generasi muda atau siapapun juga, jangan pernah berhenti bermimpi dan berusaha dalam mengejar cita-cita,” himbaunya.

Selain seperti sekarang ini, Kolonel Inf Masduki juga pernah menduduki berbagai jabatan strategis di lingkungan TNI-AD, seperti Danyonif Mekanis 203/AK, Dandim 0508/Depok, Aspers Kasdam IV/Diponegoro, Staf Ahli Pangdam XVI/Pattimura Bidang Hukum dan Humaniter, serta sebagai Dosen Utama Seskoad.(yah/gin)

MadiunPortalnews Madiunraya

Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Madiun, Jawa Timur akhirnya menetapkan pasangan nomor urut 1 dalam Pilkada Madiun yaitu Maidi-Inda Raya (Mada) yang diusung PDIP, Demokrat, PKB, PAN, dan PPP sebagai pemenang dalam pemilihan kepala daerah (Pilkada) Madiun.

Pilkada yang berlangsung pada tanggal 27 Juni 2018 tersebut dilakukan serentak dengan Pilgub Jatim dan berlangsung lancar dan kondusif.

Menurut Sasongko, Ketua KPU Kota Madiun, yang menjelaskan bahwa pasangan Mada ditetapkan sebagai pemenang dalam Pilkada Kota Madiun 2018, berdasarkan hasil rekapitulasi suara secara final dan pasangan Mada unggul dari dua pasangan lainnya. “Setelah melakukan rekapitulasi secara final, Pasangan Maidi-Inda Raya kami tetapkan sebagai pemenang Pilkada Kota Madiun 2018 dengan memperoleh sebanyak 39.465 suara dan unggul dari pasangan yang lain,” kata Sasongko.

Sasongko juga menjelaskan untuk posisi kedua ada pasangan Harriyadin Mahardika-Arief Rahman dari jalur perseorangan dengan raihan suara sebanyak 35.352 suara. “Untuk posisi ketiga diraih oleh pasangan Yusuf Rohana-Bambang Wahyudi yang diusung koalisi Gerindra, PKS, dan Golkar dengan raihan 27.610 suara, ” terang Sasongko.

Untuk total suara yang masuk, Sasongko menerangkan mencapai 106.596 suara. “Suara sah sebanyak 102.427 suara dan tidak sah ada 4.169 suara, ” terang Sasongko.

Untuk pelantikan, Sasongko menjelaskan akan digelar pada tahun 2019 mendatang. (Yah/Gin).

Pewarta : Yahya Ali Rahmawan

Redaktur : Agin Wijaya

Tidak Ada Postingan Lagi.

Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.