Ponorogo – Portal Madiun Raya
Nasib apes dialami Dwi Cahyono, (29) warga Dusun Widodaren Lor, RT 02 RW 04, Desa Widodaren, Kecamatan Widodaren, Kabupaten Ngawi. Yang bersangkutan kehilangan motor kesayangannya pada hari Minggu tgl 19 Agustus 2018 diketahui sekira jam 05.00 wib.

Dwi yang merupakan Calon Tenaga Kerja tersebut kehilangan Sepeda Motor Honda VARIO tahun 2017, Warna Merah, Nopol AE 5434 MJ, Noka MH1JFV119HK613543, NosinJFV1E1619870, dan dilaporkan ke Kepolisian Sektor Balong sekira jam 09.30 wib.

Menurut Aiptu Dicky Afrianto, staf Humas Polres Ponorogo, kronologis kejadian tersebut pada awalnya adik ipar SUPRIYADI yang bernama DWI CAHYONO yang beralamat di Kab.Ngawi beberapa hari sebelumnya sambil menunggu panggilan pekerjaan sebagai TKI selalu pulang menginap di rumahnya, “Dan pada hari Sabtu tanggal 18 Agustus 2018 sekira jam 19.00 wib sdr DWI CAHYONO bermaksud pulang ke Ngawi dan meminjam sepeda motor milik saudara SUPRIYADI berupa sepeda motor Honda N MAX dan meninggalkan sepeda motor miliknya tersebut diatas, sepeda motor tersebut ditaruh di garasi rumah sdr SUPRIYADI”,urai Dicky.

Kemudian pada hari Minggu tgl 19 Agustus 2018 sekira jam 05.00 wib sdr SUPRIYADI mendapati sepeda motor milik sdr DWI CAHYONO tersebut sudah tidak ada ditempat (sepeda motor tersebut ditaruh di garasi rumah, pintu dalam keadaan terkunci, kunci kontak disimpan didalam kotak kunci di dapur rumah tersebut oleh sdr DWI CAHYONO), lanjut Dicky.

“Selanjutnya sekira jam 09.30 wib saudara SUPRIYADI melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Balong. Ditaksir kerugian materiil dengan kejadian tersebut kurang lebih RP. 20.000.000,- (Dua puluh juta rupiah)”,jelas Dicky.

Adapun saksi yang melapor adalah Supriyadi, Kusmiati, Titik Handayani yang beralamatkan di Dkh Krajan, RT 003 RW 002, Desa Ngampel, Kec. Balong, Kab. Ponorogo, ujar Dicky.

“Barang Bukti yang kita amankan adalah STNK Sepeda Motor Honda VARIO thn 2017, Warna Merah, Nopol AE 5434 MJ, Noka MH1JFV119HK613543, NosinJFV1E1619870 an SAMINI alamat Dsn Widodaren Lor, RT 02 RW 04 , Ds. Widodaren, Kec. Widodaren, Kab. Ngawi”,pungkas Dicky. (yah/gin).

Ponorogo – Portal Madiun Raya

Hasrat ingin memiliki Hand Phone yang tidak terbendung membuat 2 saudara kembar di Ponorogo nekat mencuri sepeda motor.

Ricky Dwi Saputra (23) dan Richa Eka Saputra (23), warga Gandu Kepuh Kecamatan Sukorejo tersebut kini terpaksa mengisi hari harinya di sel tahanan Polres Ponorogo karena menjadi tersangka pencurian sepeda motor.

Menurut Kapolres Ponorogo, AKBP Radiant, pihaknya menangkap pelaku curanmor di wilayah Kecamatan Siman Ponorogo dengan mengamankan barang bukti 2 unit sepeda motor serta 2 orang pelaku. “Dua orang pelaku curanmor yang kita tangkap ini indikasinya masih pemula, karena menawarkan hasil kejahatannya di Facebook, harga yang ditawarkanpun cukup murah yaitu Rp 700 ribu”,jelas AKBP Radiant, saat pers release, Rabu (08/08).

Menurut pengakuan tersangka, awalnya tidak ada niat untuk melakukan pencurian, namun saat akan melihat pertunjukan elekton, tersangka ini melihat sepeda motor yang ditinggal pemiliknya dengan kunci yang masih menggantung di motor, dan dari situ muncul inisiatif mereka untuk mengambil motor yang bukan miliknya tersebut, urai Kapolres.

“Menurut pengakuannya mereka terpaksa melakukan pencurian karena ingin memiliki hand phone, untuk itu kita sangka melanggar pasal 363 KUHP dengan ancaman 5 tahun penjara”,pungkas AKBP Radiant. (yah/gin).

Ponorogo – Portal Madiun Raya

KAPANU als. COLOMOT asl. GENOT (39) warga Desa Maguwan Kecamatan Sambit Ponorogo menjadi Daftar Pencarian Orang (DPO) setelah diduga menggelapkan 2 unit bus. Kapanu dilaporkan ke Polisi atas dugaan tindak pidana penggelapan atau penipuan sebagaimana dimaksud dlm Pasal 372 KUHP atau 378 KUHP.

Adapun yang melaporkan warga Maguwan Sambit tersebut adalah ALBERT WILOSA, (46) warga Temas Rt 04/08 Kec/Kota Batu yang merupakan orang kepercayaan dari MUHAMAD AUNUL HADI IDHAM CHALID, (50), pemilik 2 unit bus.

Menurut Kasubbag humas Polres Ponorogo, AKP Sudarmanto, polisi menerima laporan dengan barang bukti BPKB No.Pol DA 7518 HG dan BPKB No.Pol DA 7517 HG. “Kronologisnya adalah pada tahun 2016, korban mempercayakan 2 unit mobil jenis bus Mitshubhishi nopol DA 7517 HG dan Nopol DA 7518 HG, kepada terlapor untuk di kelola, pada awal mulanya 2 unit bus tersebut di kelola terlapor atau di operasionalkan terlapor di kota batu dengan sistim setoran kepada pelapor”,urai AKP Sudarmanto.

Dengan berjalannya waktu, terlapor meminta ijin kepada korban untuk mengoperasionalkan 2 unit bus tersebut di Ponorogo, dengan alasan bahwa usaha angkutan bus di kota batu sangat sepi, karena banyak saingan. Dan pada saat itu korbanpun mengijinkannya, sambung AKP Sudarmanto.

“Dan mulai sekira akhir tahun 2016, 2 unit bus tersebut di bawa terlapor ke Kab. Ponorogo untuk di operasionalkan atau untuk usaha angkutan travel (carteran) di Desa. Maguwan kec. Sambit Kab. Ponorogo”,lanjut Kasubbag humas Polres Ponorogo tersebut.

Kemudian pada hari Selasa, tanggal 24 April 2018, korban menyuruh pelapor sebagai orang kepercayaan korban Untuk mengecek keberadaan 2 unit bus tersebut di rumah terlapor yaitu Ds. Maguwan Sambit, sekaligus untuk cek fisik proses balik nama, Namun setelah di cek di rumah terlapor, ternyata terlapor sudah tidak ada di rumah dan 2 unit bus tersebut sudah di jual dan di gadaikan kepada orang lain, tanpa seijin pelapor, hingga terlapor sampai sekarang juga tidak bisa di hubungi lagi, jelas AKP Sudarmanto.

“Dengan kejadian tersebut korban merasa di tipu dan di bohongi, kemudian melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Sambit”,tukas AKP Sudarmanto.

Dengan kejadian tersebut di atas korban memgalami kerugian 2 unit bus, dengan tafsir kerugian kurang lebih sebesar Rp. 400.000.000,- ( empat ratus juta rupiah), dan terlapor masih kita tetapkan sebagai DPO, pungkas AKP Sudarmanto. (respo/gin)

Tidak Ada Postingan Lagi.

Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.