Reporter : Tatang Dahono

Trenggalek – Portal Madiun Raya

Menindak lanjuti rapat Musyawarah DPRD Kabupaten Trenggalek pada tanggal 11 Mei 2018, bertempat di Graha Paripurna (21/5) dewan menggelar Rapat  Paripurna DPRD dengan agenda, penyampaian penjelasan dua Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) usulan DPRD, dan Rancangan Peraturan DPRD Kabupaten Trenggalek tentang tata tertib. 

“Secara umum rapat ini dianggap sah karena dari 44 orang anggota DPRD, yang hadir 38 anggota dewan”, terang Agus Cahyono, salah satu unsur pimpinan dewan.

Politikus dari PKS ini menjelaskan jika dua Raperda usulan DPRD adalah inisiator dari Komisi I. “Semua payung hukum yang dibuat itu harus lebih memihak kepada masyarakat, sehingga perlu ada penjelasan yang detail sebelum disahkan,” ungkapnya.

Terpisah, Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Trenggalek, Sukaji menjelaskan jika masyarakat perlu mendapat perlindungan secara hukum agar bisa tercipta ketentraman.

Selain itu, tidak kalah penting adalah terciptanya sebuah ketertiban di masyarakat dalam menjalani kehidupan. “Rancangan ini sudah dikaji dan disesuaikan dengan kondisi masyarakat Trenggalek,” katanya. 

Politisi dari Partai Golkar ini berharap agar peran aktif dari pemerintah dalam mengemban amanat. “Pemerintah harus hadir disaat masyarakat membutuhkan,” ujarnya. 

Sementara itu, Ketua Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) DPRD Kabupaten Trenggalek, Alwi Burhanudin mengatakan, dengan terbitnya Peraturan Pemerintah Nomor 12 Tahun 2018  tentang, Pedoman Penyusunan  Tata Tertib DPRD provinsi, Kabupaten dan Kota, mengharuskan kita segera menyesuaikan Peraturan Tata Tertib yang kita miliki.”

Setelah Tata Tertib ini terbentuk kata Alwi, sudah saatnya para legislator untuk menjunjung tinggi aturan tersebut.

“Karena tata Tertib DPRD sangatlah penting, karena sebagai landasan kerja dalam mengemban amanat rakyat”,pungkasnya. (Ono/GiN)

Reporter : Tatang Dahono

Trenggalek – Portal Madiun Raya

Rapat kerja organisasi perangkat daerah dengan Pansus DPRD, dalam rangka melanjutkan LKPJ Bupati tahun 2017 (12/4) kemarin berjalan alot.
‌Sukarudin Ketua Pansus merasa kecewa karena serapan anggaran APBD tahun 2017 banyak yang tidak terserap, dan kurang dari 80 persen.
‌Padahal sebelumnya mereka minta tambahan anggaran, namun setelah berjalan, anggaran tersebut banyak yang tidak terserap, ini patut dipertanyakan, ungkap Sukarudin.

“Seperti di Dinas PUPR, ada beberapa kegiatan yang serapan anggaranya tidak mencapai 80 persen yaitu, anggaran operasional bencana alam , anggaran alat untuk mengukur mendeteksi jalan juga tidak terealisasi, karena harganya 1 Milyard, sedangkan anggarannya yang disediakan hanya 200 juta”, jelas Sukarudin.

Serapan anggaran ini tidak hanya di Dinas PUPR saja, tetapi juga di Dinas PKPLH, Dinas Kesehatan dan lain lain.
Jika Melihat laporan dari masing masing organisasi perangkat daerah ( OPD ) ini Sukarudin menilai, perencanaanya patut dipertanyakan, “Apalagi di Dinas PUPR, sudah jelas alat pendeteksi jalan harganya 1 Milyard, kenapa dianggarkan 200 juta ini aneh tapi nyata”, katanya dengan nada kecewa.

Sukaji anggota Pansus menilai ini, disebabkan optimisme dalam menetapkan pagu anggaran. “Ternyata setelah direncanakan hanya membutuhkan Anggaran sedikit, akhirnya terjadi selisih”,jelasnya.

Sedang kan masalah anggaran pendeteksi jalan dalam perencanaan awal pagu tidak berorientasi pada kebutuhan riil. Ini yang harus diperbaiki. kedepan kalau mengusulkan sesuatu harus sesuai dengan kebutuhan sebuah kegiatan, lanjut Sukaji.

“Sehingga dalam perencanaan kontrak nanti kalau terjadi selisih, terbatas hanya pada rinciannya”,lanjut Sukaji.

Sukaji pun menyampaikan, bila target kegiatan terpenuhi, dananya sisa, berarti kesalahan pada perencanan anggaran.

“Sebaliknya jika kegiatan tidak bisa dilaksanakan, ada dua hal yang melatar belakangi yaitu, perencanaan asal asalan, timing waktu yang tidak tepat ketika pelaksanaan di kontrakan, dan pelaksanaan teknis terlambat, yang berimbas juga pada keterlambatan kontrak”, urai Sukaji.

Karena itu saya peringatkan setiap kegiatan harus menghitung waktu dalam sebuah kegiatan, jangan semaunya,pungkas Sukaji. (Ono/gin)

Tidak Ada Postingan Lagi.

Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.