Ponorogo – Portalnews Madiunraya.com
Pasar Rakyat di alun-alun Ponorogo dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW 1440 H resmi dibuka oleh Bupati Ipong Muchlissoni, Selasa malam (20/11).

Dengan menampilkan produk unggulan UMKM dari Dinas Indagkop Provinsi Jawa Timur, Dinas Indagkop Kabupaten Sidoarjo, Dinas Perdakum Ponorogo, serta peran serta dari beberapa kabupaten di wilayah Mataraman, kegiatan tersebut juga diisi pentas budaya jawa dan religus.

Wahana komedi putar, role coaster, kereta kuda, tong edan juga menambah semarak Pasar Rakyat di alun-alun Ponorogo tersebut.

Dalam pidato sambutannya, Bupati Ipong Muchlissoni mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah mensukseskan acara tersebut. “Ini adalah yang pertama di Ponorogo, dan saya berharap di tahun 2019 mendatang akan banyak kegiatan seperti ini, karena akan meningkatkan perputaran perekonomian di Ponorogo, ” ujar Bupati Ipong Muchlissoni.

Apalagi, kegiatan ini tidak menggunakan dana APBD, ini yang membuat saya langsung mendukung acara ini, sambung Bupati Ipong Muuhlissoni.

“Saya berharap, dengan kegiatan ini dapat memacu pertumbuhan UMKM di Ponorogo yang akhir akhir ini sudah mulai tumbuh dengan baik sehingga akan meningkatkan perekonomian di Kabupaten Ponorogo.” pungkas Bupati Ipong Muchlissoni.

Diakhir sambutannya, Bupati Ipong Muchlissoni membuka pasar rakyat tersebut dengan memukul gong.

Sementara dari DMR Production, Damar, pihaknya mengucapkan terima kasih atas dukungan Bupati Ponorogo sehingga dapat menggelar kegiatan tersebut. “Ada momen yang sudah teragendakan di Ponorogo yaitu Grebeg Suro, kali ini kita membuat kegiatan di bulan Maulid dengan mengemas dalam kegiatan pameran produk unggulan termasuk dari Tanggulangin Sidoarjo, ” jelas Damar.

Di akhir sambutannya, Damar memberikan cinderamata kepada Bupati Ipong Muchlissoni berupa koper dari kulit asli.(yah/gin).

Pacitan – Portalnews Madiunraya.com
Peringatan Maulid Nabi 1440 H di belahan negeri muslim digelar dengan berbagai cara dan adat masing masing.

Ada yang mengarak gunungan, membuat hiasan telur, ataupun cukup dengan berdo’a saja.

Seperti adat yang dilakukan oleh masyarakat di lingkungan Tambaksari, Dusun Sudomakmur, Desa Kasihan Tegalombo Pacitan ini. Mereka cukup berkumpul dirumah Tetua adat dan berdo’a bersama disana.

Namun, mereka juga membawa ayam ingkung dan nasi uduk yang diletakkan dalam sebuah baskom. Satu rumah membawa satu ingkung. Total ada delapan ingkung yang dibawa kerumah Susianto, Tetua ditempat tersebut.

Usai berdo’a sebagian dari ingkung dibagi dengan paket nasi uduk dan dibuat berdasar jumlah warga di tempat itu. Dari delapan rumah ada 42 jiwa yang harus mendapat bagian nasi bungkus. Sebagian lagi ayam ingkung dikembalikan ke baskom dan dibawa pulang lagi.

Susianto, tetua di tempat tersebut berdo’a semoga rasa cinta kepada Kanjeng Nabi berbuah manis dengan mendapatkan syafaat di hari akhir kelak. “Semoga kehidupan kami dilindungi Alloh SWT, dicukupi kebutuhannya dan jauhkan dari bala’ dan malapetaka, ” doa Susianto, yang diaminkan oleh hadirin.

Usai do’a, hadirin secara bersama makan bagiannya masing-masing dan saling bercengkerama satu sama lainnya. (yah/gin)

Tidak Ada Postingan Lagi.

Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.