Solo – Portalnews Madiun Raya

Penyanyi Didi Kempot atau yang lebih dikenal sebagai The God Father of Broken Heart dikabarkan meninggal dunia di Rumah Sakit Kasih Ibu, hari ini, Selasa (05/05/2020).

Menurut Humas Rumah Sakit Kasih Ibu, David, dirinya membenarkan kabar tersebut. “Benar, beliau meninggal disini, pukul 07.45,” Ucapnya singkat.

Dengan nama lahir  Dionisius Prasetyo, Didi lahir di Surakarta31 Desember 1966. Sehingga saat wafat hari ini, penyanyi jawa itu berusia 54 tahun.

Didi Kempot merupakan putra dari seniman tradisional yang terkenal yaitu Ranto Edi Gudel yang lebih dikenal dengan Mbah Ranto. Didi Kempot merupakan adik kandung dari Mamiek Prakoso, pelawak senior Srimulat yang juga sudah berpulang. Sugeng tindak Mas Didi, mugi pikantuk panggenan sae wonten ngarso dalem Alloh SWT, hati kami ambyar, seambyarnya…….

PONOROGOPortalnews MADIUN RAYA

Sosok Dory Harsa yang merupakan pengendang Penyanyi DIDI KEMPOT mampu membuat para Wanita di Ponorogo yang menonton konser menjadi AMBYAR.

Sosok ganteng yang menjadi pengendang DIDI KEMPOT itu dielu-elukan oleh penonton sejak sang Maestro Lagu Jawa itu muncul dan menghibur ribuan warga Ponorogo, Selasa (10/12/2019).

“Dory, Dory, Dory,” teriak para Wanita yang kebanyakan masih cewek itu. “Atiku ambyar melihat kamu,” ujar salah seorang penonton.

Tidak mau kalah, Dory membalas, “Tidak usah teriak-teriak, lek mung nggawe loro atine wong lanang, (Kalau hanya membuat sakit hati kaum pria),” ujar Dory, yang disambut histeris teriakan penonton.

Didi Kempot yang menyaksikan hal itu tersenyum, lalu bercerita. “Dory ini sudah lama ikut grup saya, dulu Bapaknya juga ikut, Dory ini sejak kelas 1 SMU sudah ngendangi saya, kuliah lalu pacaran dan menikah. Namun isterinya meninggalkan Dory, dan statusnya saat ini duda, ada yang mau sama Dory ??”, tanya Didi Kempot yang di jawab, ” Maauuuuuu”, oleh para penonton.

Senyum Didi Kempot dan Dory yang berdiri disebelahnya semakin lebar. “Baiklah, untuk itu Dory akan menyanyikan lagu Neng Nickeri, sebagai ungkapan isi hatinya,” lanjut Didi Kempot.

Lagu Neng Nickeri yang menceritakan kisah ambyarnya hati Dory kepada sang isteri mampu dibawakan dengan apik dan membuat penonton larut dalam suasana lagu itu.

“Ambyar tenan mas, ambyar pokok e,” ujar Diah, cewek asal Tegalombo, Kauman.

Di akhir lagu, Dory berpesan kepada sobat Ambyar Ponorogo untuk tetap kompak dan menjaga kondusifitas.

“Sampai ketemu dikonser Ambyar berikutnya.” Pungkas Dory yang disambut aplaus oleh penonton.

Keluar dari ruang ganti menuju mobil, Dory terpaksa dikawal ketat oleh Polisi dan Satpol PP karena banyaknya penonton yang ingin berswafoto dengan Dory. (Yah/Gin)

Pewarta : Yahya Ali Rahmawan

Redaktur : Agin Wijaya

Tidak Ada Postingan Lagi.

Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.