PONOROGO – Portalnews Madiun Raya

Kelanjutan sidang mediasi antara penggugat 24 warga Desa Mlarak Kecamatan Mlarak Kabupaten Ponorogo dengan 3 tergugat yakni PT Global Sekawan Sejati Jogjakarta (GSSJ), Notaris dan Mantan Kades Mlarak tidak ada titik temu alias gagal.

40 hari waktu yang diberikan oleh Pengadilan Negeri (PN) Ponorogo sebagai mediator terhadap kedua belah pihak yang berperkara sudah habis.

Pantaun di lokasi Pengadilan Negeri tampak puluhan warga desa yang sebagian sudah lansia dari desa Mlarak mendatangi PN mengikuti mediasi yang dilakukan secara tertutup di ruang sidang Candra.

Penasehat hukum yang mendampingi dalam sidang tersebut Suryo Alam, SH, MH, Mega Aprillia, SH, Didik Hariyanto, SH dan Ratih Laraswati, SH tergabung dalam SM Law OFFICE Suryo Alam.

“Pada prinsipnya sidang hari ini sidang mediasi yang terakhir, sesuai dengan peraturan mediasi ini hanya di batasi selama satu bulan atau paling lama 40 hari,” kata Suryo Alam usai mengikuti sidang di PN jalan Juanda 23 Ponorgo, Kamis (18/3/2021).

Faktanya lanjut Suryo, para tergugat satu, dua atau tiga ini tidak pernah hadir sendiri di dalam mediasi, sehingga sesuai dengan aturan pada Sekma no 1 tahun 2016 bahwa itikad tidak baik di tunjukan para tergugat.

“Penilaian tersebut sesuai mendasar pada aturan dimana para tergugat tidak pernah hadir, untuk itu kami serahkan kepada majelis hakim atau majelis mediator untuk memberikan penilaian dalam masalah pelaksanaan mediasi,” terangnya.

Suryo mengatakan, pihaknya tadi sudah sampaikan kepada majelis mediator bahwa itikad tidak baik di tunjukan oleh pihak tergugat satu, dua, dan tiga.  

“Kami mohon untuk diputus langsung dan dilanjut pada pemeriksaan perkara, sehingga untuk mediasi sudah gagal,” ucapnya.

Selanjutnya, Suryo menjelaskan masih menunggu  perintah selanjutnya dari majelis hakim kapan kira kira sidang kembali, mengingat bahwa sesuai dengan aturan jadwal untuk persidangan nanti majelis yang akan menentukan apakah ini perlu di tunda 1 minggu atau di perpanjang. 

“Masalah mediasinya kami masih menunggu putusan majelis,” jelasnya.

Dengan keputusan ini, Suryo  tetap optimis sebenarnya dari hati nurani kami tetap menginginkan kekeluargaan, namun demikian toh dari tergugat tetap bersikukuh.

“Pihaknya tetap akan mengejar sampai di mana pun, diakhirat pun akan kami kejar,” tandas Suryo.

Sementara itu Wiji Astutik (50 thn) yang datang menggendong anak kecilnya, memohon dan berharap bapak bapak yang ada di Pengadilan Negeri Ponorogo bisa membantu mengeluarkan setifikat yang sudah  3,5 tahun dibawa PT Global Sejati.

“Niki wau sidang mediasi ne gagal, Saya bersama warga yang lain tetap ingin sertipikatnya dikembalikan. ‘Kulo mboten percoyo kalih PT Niko’ (PT Global Sekawan Sejati), gek sertipikat kulo pun 3,5 tahun dibeto,” pungkas ibu Wiji Astutik dengan muka sedih. (red)

Yogyakarta – Portalnews Madiun Raya

Sejumlah warga Desa Mlarak yang didampingi Pengacara, Staf Kecamatan Mlarak, Polsek Mlarak dan juga Kepala Desa Mlarak, akhirnya bisa mendatangi kantor PT Global Sekawan Sejati di Kota Baru, DI Yogyakarta, Rabu (22/07/2020).

Namun mereka tidak bisa bertemu langsung dengan Direktur PT Global Sekawan Sejati.

Mereka hanya bertemu dengan notaris Budi Untung yang ditunjuk oleh PT tersebut.

Pertemuan dilakukan secara tertutup di ruang kerja notaris tersebut. Perwakilan warga yaitu dari Kepala Desa, Staf Kecamatan, Polsek Mlarak dan Pengacara.

Dalam keterangannya, Pengacara warga Desa Mlarak, SM LAW OFFICE Suryo Alam SH MH dan rekan yang diwakili Didik Haryanto, SH, pihaknya kecewa karena tidak bisa menemui Direktur PT Global Sekawan Sejati. “Kami bertemu notaris Budi Untung, namun jawaban yang diberikan normatif, secara yuridis apa yang dikeluarkan notaris Budi Untung dalam bentuk perikatan jual beli dan kuasa menjual, yang diakuinya, itu melebihi kewenangannya, dan kita sudah melaporkan ke Dewan Pengawas Notaris Daerah DIY, ” Terang Didik kepada Awak Media, Rabu (22/07/2020).

Lebih lanjut Didik menyatakan jawaban yang disampaikan Notaris tidak sesuai dengan substansi. “Kita menyampaikan pesan kepada Notaris agar Direktur PT Global Sekawan Sejati tanggal 29 Juli 2020 ini ditunggu kedatangannya di Desa Mlarak, ” Lanjut Didik Haryanto.

Tindak lanjut dari kegiatan tersebut, Didik menegaskan bahwa pihaknya akan terus memburu Direktur PT Global. “Untuk sertifikat warga, seperti yang disampaikan oleh notaris Budi Untung disimpan di notaris, jadi tinggal menunggu itikad baik dari PT Global, jika tidak maka akan kita lanjutkan ke proses hukum baik pidana maupun perdata. ” Pungkas Didik Haryanto. (Yah/Gin).

Peliput : Yahya Ali Rahmawan

Penyunting : Agin Wijaya

Tidak Ada Postingan Lagi.

Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.