Ponorogo – Portalnews Madiun Raya

Wabup Soedjarno membuka Bursa Inovasi Desa klaster 3 di Lokasi Embung, Kawasan Bangunsari Desa Krisik Kecamatan Pudak Kabupaten Ponorogo.
Menurut Kepala Dinas PMD, Supriyanto, kegiatan tersebut diikuti¬† lima kecamatan. ” Klaster tiga ada lima kecamatan yaitu Kecamatan Ngebel, Pudak, Sooko, Pulung dan Jenangan, ” ucap Supriyanto.
Kegiatan tersebut bertema “Dengan Inovasi Desa Wisata kita wujudkan Ponorogo lebih maju, berbudaya dan religius”, sambungnya.
“Para peserta menampilkan unggulan daerahnya masing-masing. Kita berharap dengan inovasi yang dilakukan, desa akan menjadi tempat yang maju dan mensejahterakan warganya.” Pungkas Supriyanto.
Sementara dalam sambutannya, Wabup Soedjarno menyatakan bahwa kegiatan tersebut mendapat respon positif dari masyarakat. “Hal itu terbukti dengan dibukanya Klaster 3 Bursa Inovasi Desa hingga akhir tahun 2019,” ucap Wabup Soedjarno.
Kegiatan ini juga harus menjadi ajang kreativitas dan inovasi bagi setiap desa untuk membangun desanya masing-masing, sambung Wabup Soedjarno.
“Kita berharap dengan kegiatan ini, desa di Ponorogo akan lebih maju dan bersaing dalam inovasi yang lebih baik.” Pungkasnya. (Yah)

Ponorogo – Portalnews Madiunraya.com

Sekretaris Jenderal Kemendesa PDTT, Anwar Sanusi membuka secara resmi bursa Inovasi Desa di Kabupaten Ponorogo, Rabu (19/12).

Bertempat di Pendopo Kabupaten Ponorogo, Bursa Inovasi Desa di Ponorogo diikuti 700 orang dari 307 desa di Ponorogo dengan mengambil tema “Dengan Inovasi Desa, Kita Wujudkan Ponorogo lebih maju, berbudaya dan religius”.

Dalam sambutannya, Anwar Sanusi menyatakan bahwa Bursa Inovasi Desa akan menjadi ajang bertukar pikiran dalam rangka mewujudkan desa menjadi lebih maju dan berkembang. “Kita berharap dengan ajang ini akan dapat menjadikan pembangunan di desa dapat terus berjalan sesuai dengan harapan kita semua,” ucap Anwar.

Agenda BID merupakan agenda tahunan yang kita gelar untuk menyamakan persepsi bahwa desa harus menjadi tempat yang maju dan berkembang, sambung Anwar Sanusi.

“Dengan dana desa yang terus meningkat jumlahnya setiap tahun, kita berharap dapat mengurangi pengangguran dan meningkatkan perekonomian masyarakat di desa.” Pungkas Anwar Sanusi.

Sementara dalam sambutannya, Bupati Ipong Muchlissoni berharap supaya desa berbenah secara maksimal dengan dana desa yang telah diberikan pemerintah. “Ditahun 2019 mendatang kita menetapkan sebagai tahun wisata di Ponorogo, untuk itu saya berharap dengan inovasi yang tepat dapat menjadikan desa yang bersangkutan dapat menjadi desa wisata yang mampu mandiri dan membuat sejahtera masyarakatnya.” Ucap Bupati Ipong Muchlissoni.

Apalagi di Ponorogo memiliki budaya dan wisata alam yang tidak kalah dengan daerah yang lain, selain itu UKM di Ponorogo juga bergerak secara aktif, sambung Ipong Muchlissoni.

“Kita optimis, dengan diawali dari desa, Ponorogo dapat menjadi daerah tujuan wisata menuju Kabupaten yang berbudaya, nasionalis dan religius.” Pungkas Ipong Muchlissoni.¬†

Usai sambutan, Sekjen Kemendesa PDTT RI meresmikan berbagai inovasi  yang dikembangkan oleh desa di Ponorogo, serta membuka secara resmi Bursa Inovasi Desa yang kedua di Ponorogo. (Yah/gin)

Tidak Ada Postingan Lagi.

Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.