Ponorogo – Portalnews Madiun Raya

Team Speed Warok Satlantas Polres Ponorogo mengamankan sebanyak 30 kendaraan saat melakukan mobiling dan hunting di JL. Suromenggolo, JL.Trunojoyo, Jalan Raya Dengok Ponorogo – Pacitan, JL. Juanda dan JL. Bathoro Katong Ponorogo, Minggu Pagi (24/10)

Kendaraan tersebut diamankan petugas lantaran tidak memenuhi spectec atau standar pabrik juga knalpotnya brong, diduga akan digunakan untuk aksi balap liar pada lokasi tersebut.

Kepada awak media, Kasat lantas Polres Ponorogo AKP Ayip Rizal membenarkan bahwa pihaknya telah mengamankan 30 unit kendaraan tidak sesuai spectec atau tidak standart pabrik, “Motor-motor tersebut kenalpotnya brong yang di duga akan digunakan untuk balap liar,”terang AKP Ayip.

Lebih lanjut AKP Ayip Rizal menyatakan bahwa kendaraan yang tidak sesuai standart pabrik ini sangat beresiko sekali jika kendaraan tersebut digunakan untuk berlalu lintas dijalan apalagi untuk aksi balap liar.

“Ini sangat beresiko menjadi penyebab terjadinya laka lantas, baik bagi pemilik kendaraan dan juga pengguna jalan lain,” kata Kasatlantas.

Lebih lanjut AKP Ayip Rizal menegaskan bahwa pihaknya akan memberi efek jera, “Kami akan melakukan tindakan tegas dan terukur sesuai dengan perundang-undangan,”Tegas Kasatlantas Polres Ponorogo.

AKP Ayip juga menyebutkan bahwa  kebanyakan yang terjaring Team Speed Warok adalah dari kalangan anak-anak remaja yang tidak mempunyai surat ijin mengemudi bahkan belum cukup umur.

“Jika terbukti melanggar, maka akan kami berikan surat tilang dengan barang bukti kendaraannya. Selain itu, kita hadirkan juga orang tuanya kita berikan edukasi dan bagi kendaraan yang tidak sesuai spech tech kami wajibkan untuk dikembalikan sesuai dengan standart pabrik. Ini semua adalah untuk keselamatan kita semua.”Pungkas Ayip Rizal. (Yah/Gin).

Peliput : Yahya Ali Rahmawan

Penyunting : Agin Wijaya

Ponorogo – Portalnews Madiun Raya

Jangan membeli kucing dalam karung, istilah itu mungkin tepat dengan apa yang telah digambarkan oleh SY (41). Warga Magetan yang menceritakan pengalamannya sesaat setelah Open BO di Ponorogo.

Pria yang telah menduda itu menceritakan bahwa suatu ketika dirinya membooking cewek melalui aplikasi Michat.

“Seperti biasa mas, saya memilih dari sekian banyak cewek yang ready di statusnya. Setelah sepakat saya menuju disebuah hotel di Ponorogo dan langsung menuju ke kamar yang bersangkutan,” terang SY, Sabtu (23/10/2021).

Namun, alih-alih hendak asyik-asyik dengan cewek pilihannya, SY justru terkejut setelah masuk kamar hotel. “Aduh, ternyata dia Waria mas. Parasnya memang cantik, tapi kalau adu pedang nggak lah mas, saya masih normal, setelah tahu saya beri uang 100 ribu lalu saya pamit,” ucapnya dengan tersenyum kecut.

SY lalu berpesan, kalau mau Open BO harus hati-hati. “Disini banyak Waria alias Bencongnya. Pastikan teman mainnya itu benar-benar wanita. Kalau perlu minta nomor WA nya dan di video Call dulu, nggak papa kalau minta DP dulu yang penting kita beli dan kita dapat barang yang sesuai,”ungkapnya serius.

SY menjelaskan bahwa masa pandemi Open BO memang menjadi pilihan untuk menyalurkan hasratnya. “Yah, hitung-hitung ikut membantu sesama mas. Tapi janganlah kalau Waria atau Bencong, kecuali memang anda tidak normal alias Bencong juga, ha ha ha.”Tutup SY sambil tertawa. (Red).

*Ditulis dari wawancara dengan Kontributor*

Ponorogo – Portalnews Madiun Raya

Wakapolres Ponorogo Kompol Meiridiani, merasa prihatin melihat belasan anak punk yang terjaring razia. Apalagi saat melihat ada 3 anak perempuan yang menjadi punk, Kompol Meiridiani lalu menghampiri dan ikut menasehatinya.

“Owalah ndok,  mulai sekarang di rubah ya sikapnya. Jangan seperti ini. Kasihan keluargamu. Kamu cantik dan masih muda. carilah pekerjaan yang baik ya,” kata Meiridiani sambil memberikan uang kepada mereka, Sabtu (23/10/2021).

Sebelumnya belasan anak Punk yang keberadaannya dianggap meresahkan terjaring Personil Sat Samapta Polres Ponorogo di 3 (tiga) lokasi yang berbeda diantaranya traffic light perempatan mlilir, traffic light perempatan Tambak Bayan dan traffic light perempatan Terminal Selo Aji Ponorogo.

Mereka dibawa ke Mapolres Ponorogo untuk diberi pembinaan dan rambutnya digunduli sebelum mereka dipulangkan ke rumah masing masing.

Wakapolres juga  menjelaskan bahwa razia anak punk tersebut digelar dalam rangka Operasi Bina Kusuma Semeru 2021. “Hal ini dilakukan guna menekan terjadinya ganggungan Kamtibmas diantaranya premanisme, kenakalan remaja dan penyalahgunaan narkoba,”tambahnya.

Ada 11 anak Punk yang kami jaring. 8 orang laki-laki dan 3 perempuan. Semuanya masih di bawah umur.

“11 anak Punk tersebut akan didata dan diberikan pembinaan pengarahan selanjutnya mereka dibersihkan dan satu per satu digunduli kecuali yang perempuan,”jelas Kompol Meiridiani.

Usai di berikan pengarahan dan dipotong rambutnya untuk anak laki-laki, Seluruh anak punk yang terjaring diberikan surat pernyataan agar tidak mengulangi perbuatannya,  lalu dikembalikan ke daerah asalnya masing-masing. (Yah/Gin).

Peliput : Yahya Ali Rahmawan

Penyunting : Agin Wijaya

Ponorogo – Portalnews Madiun Raya

Sebuah mobil BMW X5 Warna Hitam Nopol L 1220 ZX mengalami kecelakaan tunggal setelah terjungkal dijalan Desa Wagir Lor tepatnya di dekat pemandian air panas, Kecamatan Ngebel, Kabupaten Ponorogo, Sabtu siang (23/10/2021).

Menurut Kapolsek Ngebel, AKP Eko Murbiyanto, kejadian tersebut terjadi setelah mengalami mati mesin saat menanjak kemudian berjalan mundur dan terbalik di jurang.

“Jadi pada hari Sabtu 13 Oktober 2021 jam 14.30 wib telah terjadi laka tunggal di Jl raya Desa Wagir lor Ngebel tepatnya di Tikungan Pemandian air panas Desa Wagir Lor Ngebel,” Terang Kapolsek.


Mobil posisi dari parkiran pemandian air panas mau pulang arah Ngebel. “Mobil jenis Sedan BMW Nopok L.1220 ZX warna hitam mau nanjak tidak kuat kemudian mesin mati terus mobil mundur langsung jatuh ke jurang dengan kedalaman sekitar 15 M. Posisi mobil terbalik,” lanjut Kapolsek Ngebel.

Dalam kejadian itu, AKP Eko menyebutkan bahwa Farida Annafiya, warga Desa Kadipaten Kecamatan Babadan Kabupaten Ponorogo menjadi korban laka lantas tunggal tersebut. “Korban mengalami luka dan langsung dibawa ke Rumah Sakit,” ujar Kapolsek.

Dengan kejadian itu Kapolsek Ngebel menghimbau agar para pengendara berhati-hati dalam mengoperasikan kendaraannya. “Selain memastikan kondisi kendaraan sehat juga wajib mengetahui medan yang akan dilaluinya. Juga harus mematuhi peraturan lalu lintas.” Pungkas AKP Eko Murbiyanto. (Yah/Gin).

Peliput : Yahya Ali Rahmawan

Penyunting : Agin Wijaya

PONOROGO – Portalnews Madiun Raya

Belasan anak Punk yang keberadaannya dianggap meresahkan terjaring Personil Sat Samapta Polres Ponorogo di 3 (tiga) lokasi yang berbeda diantaranya traffic light perempatan mlilir, traffic light perempatan tambak bayan dan traffic light perempatan terminal Selo aji Ponorogo, Sabtu (23/10).

Mereka dibawa ke Mapolres Ponorogo untuk diberi pembinaan dan rambutnya digunduli sebelum mereka dipulangkan ke rumah masing masing.

Kasat Samapta Polres Ponorogo mengatakan, Razia anak punk ini digelar dalam rangka Operasi Bina Kusuma Semeru 2021 guna menekan terjadinya ganggungan Kamtibmas diantaranya premanisme, kenakalan remaja dan penyalahgunaan narkoba.

“Saat ini ada 11 anak Punk yang kami jaring. 8 orang laki-laki dan 3 perempuan. Semuanya masih di bawah umur,” Kata AKP Edy

Lebih lanjut Edy menjelaskan, 11 anak Punk tersebut akan didata dan diberikan pembinaan pengarahan selanjutnya mereka dibersihkan dan satu per satu digunduli kecuali yang perempuan.

Sementara itu, Wakapolres Ponorogo Kompol Meiridiani,S.H.,M.H., M.M merasa prihatin melihat 3 perempuan anak punk tersebut. Lalu menghampiri dan ikut menasehatinya.

“Owalah ndok, mulai sekarang di rubah ya sikapnya. Jangan seperti ini. Kasihan keluargamu. Kamu cantik dan masih muda. carilah pekerjaan yang baik ya,” kata Meiridiani sambil memberikan uang kepada mereka

Usai di berikan pengarahan dan dipotong rambutnya Seluruh anak punk yang terjaring diberikan surat pernyataan agar tidak mengulangi perbuatannya, lalu dikembalikan ke daerah asalnya masing-masing. (Yah/Gin).

Peliput : Yahya Ali Rahmawan

Penyunting : Agin Wijaya

Portalnews Madiunraya.com

Pebalap Astra Honda Racing Team, Mario Aji menampilkan performa impresif pada sesi latihan perdananya pada GP Moto3 yang berlangsung di Misano World Circuit Marco Simoncelli (22/10).

Baru pertama kali balapan di kelas GP Moto3, Mario langsung mendapat tantangan track sirkuit yang basah pada sesi latihan bebas. Namun Mario justru menikmati tantangan ini.

Turun sebagai wildcard bersama Honda Team Asia, di sesi latihan pertama Mario mampu mengisi posisi keempat dengan raihan waktu tercepat 1’53.429.

Memasuki sesi latihan kedua di sore hari, Mario berusaha untuk mendapatkan performa yang lebih cepat. Meskipun sempat mengisi posisi pertama pada beberapa lap, namun sayang pada percobaan kedua Mario harus terjatuh. Pada sesi latihan hari pertama ini, Mario berada di posisi tujuh atas kombinasi waktu yang dicapainya.

“Saya menyukai sensasi berada di tengah pebalap top GP Moto3. Seru sekali rasanya. Saya pun dapat menikmati kondisi track yang basah. Saya sudah cukup cepat di sesi latihan pertama dan pada sesi latihan kedua saya mencoba untuk lebih cepat lagi. Tapi pada saat saya keluar pit kedua kalinya, saya melakukan kesalahan dan terjatuh, sehingga harus kehilangan kesempatan di sisa latihan. Tapi tugas hari ini sudah selesai dan tim bekerja dengan sangat baik.” kata Mario

Marketing Communication & Development Division Head MPM Honda Jatim, Suhari mengatakan semoga dibalapan GPMoto3 ini Mario mendapat hasil terbaik dan bisa menjadi inspirasi bagi pembalap daerah Jatim khususnya Magetan.

Hari ini, Sabtu 23 Okt 2021, Mario akan menjalani sesi latihan ketiga pada jam 14:00 WIB dan sesi kualifikasi pada jam 17:35 WIB.

Ponorogo – Portalnews Madiun Raya

Entah apa yang terlintas dipikiran H, warga Mlarak Ponorogo yang mencantumkan gelar ST, M.Kom dibelakang namanya di akun Instagram miliknya.

H tertangkap melakukan aksi pencurian Laptop di Unmuh Ponorogo kemudian menjualnya senilai Rp 2.250.000,-

Hal itu disampaikan oleh pelaku saat dilakukan pemeriksaan di Polsek Siman.

Menurut sumber yang tidak mau disebutkan namanya, H pernah kuliah di Unmuh Ponorogo. “Namun yang bersangkutan tidak lulus alias Drop Out,”Ucap sumber tersebut.

Namun sumber tersebut menyayangkan bahwa yang bersangkutan mengaku sebagai Dosen dan Karyawan di Unmuh Ponorogo sejak lama dilingkungannya. “Bahkan dia juga mencantumkan gelar ST dan M,Kom di akun media sosialnya,”Tambahnya.

Sumber tersebut mengaku kasihan dengan anak pelaku yang masih kecil. “Kami menyerahkan ke pihak yang berwajib karena beberapa waktu terakhir ada beberapa kasus kehilangan disini mas, Alhamdulillah hari ini sudah terdeteksi. Semoga ada titik terang.”Pungkasnya.

Sementara menurut salah seorang petugas keamanan di Unmuh Ponorogo, pelaku mondar mandir di Lantai kedua FKIP Unmuh Ponorogo.

Setelah dicari dan akan ditangkap pelaku sempat mengaku tidak mencuri, namun bukti rekaman CCTV tidak bisa dibantah kembali. (Yah/Gin).

Peliput : Yahya Ali Rahmawan

Penyunting : Agin Wijaya

Ponorogo – Portalnews Madiun Raya

Ternyata tidak sia-sia apabila kita memasang CCTV untuk mengawasi lingkungan kita, terutama dalam mengungkap kasus kejahatan.

Seperti yang terjadi di FKIP Unmuh Ponorogo pagi hari ini, Jum’at (22/10/2021). Seorang pencuri berinisial H berasal dari Kecamatan Mlarak terekam CCTV mengambil sebuah Laptop ditempat tersebut.

Sesuai rekaman CCTV, H terlihat mondar-mandir ditempat itu dan akhirnya memasuki sebuah ruang kelas kuliah di FKIP Unmuh.

Berbekal video rekaman CCTV yang kemudian di sebar diberbagai grup media sosial akhirnya pelaku berhasil ditangkap.

Akun Instagram Ponorogo.Update mengabarkan tertangkapnya pelaku pencurian Laptop tersebut.

“Belum mencapai 1×24 jam pelaku sudah ditangkap oleh pihak kepolisian area Kota Ponorogo. Pelaku insial (H) kecamatan Mlarak Ponorogo,” Caption @ponorogo.update.

Namun admin akan segera menghapus postingan tersebut karena pelaku masih orang Ponorogo.

“Sementara itu yang dapat admin Informasi kan, berita berikutnya akan kami posting kembali ( 1×24 jam INSYAALLAH postingan ini akan tak hapus, karena masih lingkup wong ponorogo),” tambahnya.

(Yah/Gin).

Peliput : Yahya Ali Rahmawan

Penyunting : Agin Wijaya

Tidak Ada Postingan Lagi.

Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.