Madiun, MADIUNRAYA.com
Untuk mengentaskan persoalan Stunting di Desa Rejosari Kecamatan Kebonsari Kabupaten Madiun, Pemerintah Desa setempat bersama dengan Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPKBPPPA) Kabupaten Madiun menggelar kegiatan Orientasi Sekolah Orang Tua Hebat (SOTH) dan Kartu Kembang Anak (KKA) di Balai Desa Rejosari, Jum’at (21/11/2025).
Diikuti oleh puluhan Ibu-ibu dari desa setempat, kegiatan tersebut berjalan lancar dan menghasilkan tekad bersama, mengentaskan stunting dari Bumi Rejosari.
Menurut Kepala Desa Rejosari, Sumaryono, Stunting adalah gangguan pertumbuhan dan perkembangan anak yang disebabkan oleh kekurangan gizi kronis dan infeksi berulang.
“Stunting ditandai dengan tinggi badan anak yang lebih rendah dari standar usianya. Kondisi ini tidak hanya memengaruhi pertumbuhan fisik, tetapi juga dapat menghambat perkembangan kognitif dan meningkatkan risiko penyakit kronis saat dewasa,” jelasnya kepada Madiunraya.com, Senin (24/11/2025).
Untuk itu, Pemerintah Desa Rejosari Kecamatan Rejosari, Kabupaten Madiun siap mendukung program percepatan penurunan stunting untuk mencapai target Proyek Prioritas Nasional.
“Dengan program Sekolah Orang Tua Hebat ini, diharapkan angka Stunting di desa kami ini bisa menurun dan kedepan bisa tidak ada lagi stunting disini,”tambahnya.

Sumaryono juga memberikan dukungan semangat kepada para Ibu-ibu didesanya agar aktif dan maksimal.
“Sehingga dapat menularkan ilmu yang didapat dalam SOTH serta mengaplikasikannya di daerah masing-masing,” ujar Sumaryono.
Adapun anggaran yang dikucurkan dalam SOTH tahap 2 di Desa Rejosari, Sumaryono mengungkapkan bahwa sebanyak Rp 19.905.000,-.
“Anggaran yang dikucurkan dalam kegiatan ini sebesar Rp 19.905.000,-Kegiatan SOTH adalah Sekolah Orang Tua Hebat, sebuah program pendidikan nonformal yang digagas oleh BKKBN untuk meningkatkan pengetahuan, sikap, dan keterampilan orang tua dalam mengasuh anak. Program ini berbentuk kegiatan belajar mengajar yang fokus pada pengasuhan balita, termasuk pemenuhan gizi, stimulasi tumbuh kembang, dan pencegahan stunting.”tutup Sumaryono. (yah/gin/wan)














