Kota Madiun – Portalnews Madiun Raya

Wali Kota Madiun, H Maidi, terus melakukan upaya serius agar Kota Madiun bisa masuk ke level 1 PPKM.

Hal tersebut disampaikan Wali Kota Maidi saat menggelar cangkrukan bersama warga di Jalan Husein Palila, Kelurahan Kejuron, Jumat (17/9) malam.

Sebelumnya, Wali Kota Maidi mendatangkan petugas rapid test dari laboratorium swasta untuk langsung melakukan rapid antigen guna memastikan bahwa warga di sekitar lokasi tersebut sehat. Hasilnya, kurang lebih sebanyak 50 orang yang dilakukan test hasilnya negatif.

“Setiap hari saya melakukan pengecekan di kelurahan, saya ingin memastikan masyarakat Kota Madiun sehat,” ungkap Wali Kota dengan nada serius.

Wali Kota menegaskan bahwa pihaknya sedang mengejar ke level 1. “Maka dari itu pada level ini, angka kasus konfirmasi positif Covid-19 di Kota Pendekar harus kurang dari 20 orang per 100 ribu penduduk per minggu,” jelas Wali Kota.

Kejadian rawat inap di rumah sakit kurang dari lima orang per 100 ribu penduduk. Sedangkan angka kematian kurang dari satu orang per 100 ribu penduduk.

“Saat ini kita masih di level 2, maka dari itu kita kejar terus sebagai syarat menuju ke level 1. Saya terus berpesan agar masyarakat olahraga yang tertib, istitahat yang cukup biar imun meningkat,” terang Wali Kota.

Wali Kota Maidi juga menyebutkan bahwa tracing dan vaksinasi harus terus dimasifkan di Kota Madiun.

“Target kita 80 persen sasaran sudah tervaksinasi hingga akhir September ini. Sementara untuk tracing, target kita sebanyak 60 ribu warga terantigen. Dengan harapan agar warga yang terpapar segera ditemukan.
untuk segera dilakukan perawatan dan tidak menulari yang lainnya.”Pungkas Wali Kota Madiu. (Yah/Gin).

Peliput : Yahya Ali Rahmawan

Penyunting : Agin Wijaya

Kota Madiun – Portalnews Madiun Raya

Wakil Wali Kota Madiun, Indaraya, dinyatakan Positif Covid 19 setelah melakukan Test Antigen di Puskesmas Ngegong Kota Madiun, Selasa (14/09/2021) siang.

Dalam unggahannya di akun instagram @indaraya, Wakil Wali Kota Madiun itu menyebutkan bahwa jangan takut punya musuh, lawannya musuh disebut Jagoan. “Musuh saya sekarang dan mungkin 14 hari kedepan adalah Covid 19,” Ucap Wawali Indaraya.

Indaraya lantas menyampaikan kronologi Test Antigen yang dilakukan hari ini. “Berawal dari mau check up rahang mesle saya ke Dokter di Surabaya, saya harus Test Antigen dulu. Kemudian petugas dari Puskesmas Ngegong datang dan hasilnya positif. Lalu dilanjutkan dengan Test PCR, yang hasilnya baru keluar nanti sore, semoga negatif, ” Ujar Wakil Wali Kota.

Memang Indaraya mengaku kalau dirinya semlenget. “Setelah mereka sembuh lalu ganti saya. Nggak papa, sakit apapun biasanya seorang Ibu akan selalu bilang sini penyakitnya buat mama semua jangan anak-anaknya, ” Lanjut Wawali Indaraya.

Wakil Wali Kota Madiun itu juga menyampaikan bahwa memang dirinya harus istirahat sejenak. “Harus banyakin berjemur, olahraga, minum vitamin, banyakin makan, dan apapun yang bisa meningkatkan imunitas. ” Pungkas Wakil Wali Kota Indaraya. (Yah/Gin).

Peliput : Yahya Ali Rahmawan

Penyunting : Agin Wijaya

Madiun – Portalnews Madiun Raya

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa mengeluarkan SK Gubernur Jawa Timur yang isinya melarang penjualan bibit Tanaman Porang ke luar Provinsi Jawa Timur.

Hal itu disampaikan oleh Gubernur Khofifah sesaat setelah menyerahkan alat ekonomi produktif untuk KTH antara lain untuk prosesing porang di Desa Kradenan, Dolopo, Madiun, Rabu (8/9).

Menurut Gubernur Khofifah, Tanaman Porang telah menjadi komoditas ekspor unggulan Jawa Timur. “Sudah banyak yang diekspor, tujuannya, mulai dari China, Jepang, dan beberapa negara lainnya,” Jelas Gubernur.

Untuk melindungi kualitas dan menaikkan nilai ekonomi tanaman ini, maka telah dikeluarkan SK Gubernur Jatim agar tidak menjual benih dan bibit porang keluar Jatim terlebih dahulu. Benih porang juga tidak boleh diekspor ke luar negeri.

“Porang, hanya boleh diekspor ketika sudah panen dan diolah minimal dalam bentuk chip (keripik), tepung, beras porang dan hasil produk lainnya. Persis seperti yang disampaikan Presiden Jokowi bahwa porang tidak boleh diekspor dalam bentuk mentah. Melainkan sudah diolah dalam bentuk beras porang atau di Jepang disebut shirataki,”Lanjut Gubernur Khofifah.

InsyaAllah, dalam waktu dekat makin banyak petani porang yang bisa menjual porang dalam bentuk chip. “Dengan begitu kita harapkan penghasilan petani porang Jatim dapat semakin meningkat.”Pungkas Gubernur Jawa Timur. (Yah/Gin).

Peliput : Yahya Ali Rahmawan

Penyunting : Agin Wijaya

Ponorogo – Portalnews Madiun Raya

Dengan menggunakan beberapa aplikasi di Play Store bisnis Open BO atau Open Bookingan di Ponorogo tetap menggeliat. Bahkan bisa dikatakan lebih ramai bila dibandingkan dengan Kota Madiun.

Hal itu disampaikan oleh kontributor Madiunraya.com yang berhasil mewawancarai pelaku BO yang berasal dari Bandung, S (33).

Menurut S, dirinya biasa pindah-pindah kota untuk tetap bisa bekerja dan mencukupi nafkah bagi keluarganya. “Tidak ada pilihan lain mas. Yang terpenting anak saya di kampung dan tanggungan pinjaman bisa saya cukupi,”Terangnya.

Lebih lanjut S menggunakan beberapa aplikasi yang ada di play store untuk mempromosikan diriya. “Biasanya menggunakan beberapa aplikasi. Lalu kita pasang status, tambahkan teman sekitar dan kemudian kita melakukan tawar menawar di aplikasi tersebut. Jika deal maka kita ketemuan dan biasanya bayar ditempat,” ujarnya.

Namun menurut S, tidak semua calon konsumennya langsung setuju dengan apa yang ditawarkannya. “Biasa kita memasang tarif Rp 600 ribu sekali main mas. Karena saya juga harus membayar sewa hotel dan lainnya. Karena mungkin harganya segitu ada yang mau dan ada juga yang tidak mau. Banyak juga yang PHP, bilangnya mau kesini tetapi setelah ditunggu tidak datang,”urai S.

S juga menyebutkan bahwa setelah berkeliling dari satu daerah ke daerah yang lain, Ponorogo cukup ramai peminat BO nya. “Saya pernah di Kota Madiun, selama Pandemi ini disana sehari bisa 1 – 3 konsumen, namun kalau di Ponorogo bisa sampai 5 orang perhari. Dan kalau di Ponorogo, begitu deal langsung datang ke Hotel jadi tidak banyak yang PHP,” lanjutnya.

Saat ditanya apakah tidak takut dengan Pademi Covid 19 dan AIDS, S menjawab bahwa dirinya sudah pasrah kepada Tuhan. “Mau bagaimana lagi mas, hanya ini yang bisa saya lakukan untuk mencukupi kebutuhan saya dan keluarga di kampung. Yang terpenting saat melakukan itu, konsumen dalam keadaan bersih dan menggunakan kondom. Kalau soal Pandemi kan itu ada gejalanya, jika saya merasa meriang maka saya tidak membuka praktek, intinya pasrah saja sama Tuhan mas.”Pungkasnya. (Jim/Gin).

Peliput : Jimi Dian Pangestu

Penyunting : Agin Wijaya

Masyarakat Desa Bukur Kecamatan Jiwan Kabupaten Madiun aktif mengikuti Senam Terapi di tengah pandemi

Madiun – Portalnews Madiun Raya

Untuk meningkatkan imunitas di tengah Pandemi Covid 19, masyarakat Desa Bukur Kecamatan Jiwan Kabupaten Madiun secara rutin mengikuti Senam Terapi yang dilaksanakan di Halaman Balai Desa Bukur setiap Minggu Pagi.

Menurut Kepala Desa Bukur, Ratna Detaria Diyandira, SH, pihaknya all out untuk melawan Pandemi Covid 19. “Selain gencar sosialisasi 5 M dan PPKM Mikro serta Vaksinasi, kami secara rutin menggelar Olahraga secara rutin salah satunya Senam Terapi untuk meningkatkan imunitas, ” Ucap Ratna kepada Portalnews Madiun Raya, Ahad (20/06/2021).

Lebih lanjut Ratna Detaria Diyandira, menyatakan bahwa kegiatan Senam Terapi itu diikuti oleh warga desanya. “Dengan kegiatan ini kami berharap imunitas warga kami bisa terjaga dan terus meningkat agar bisa melawan segala jenis penyakit utamanya Covid 19 yang selama bulan Juni ini grafiknya terus meningkat, ” Lanjut Ratna.

Untuk itu, Kades Bukur sengaja mengundang Instruktur Senam Profesional. “Anggaran untuk kegiatan ini, termasuk instruktur senam kita ambilkan dari Anggaran Dana Desa tahun 2021,” Jelas Ratna.

Ratna juga mengungkapkan bahwa segenap upaya yang dilakukan oleh Pemerintah Desa Bukur adalah untuk melindungi warganya dari wabah Pandemi Covid 19. “Kami harapkan seluruh masyarakat Desa Bukur Kecamatan Jiwan Kabupaten Madiun untuk aktif mengikuti kegiatan ini, terutama untuk para Lansia dan warga Desa Bukur pada umumnya sehingga mampu melindungi warga kami dari wabah Pandemi Covid 19 yang masih berlangsung seperti saat ini. Kami yakin dengan menerapkan Protokol Kesehatan dengan disiplin, menjaga imunitas dan vaksinasi akan mampu melawan Covid 19, ini yang menjadi harapan kita semua. “Pungkas Ratna Detaria Diyandari, SH. (Yah/Gin)

Madiun – Portalnews Madiun Raya

Dari program Dana Desa tahun 2021 setelah dikurangi dari penggunaan Bantuan Langsung Tunai untuk penanganan Covid 19 diwilayahnya, Pemerintah Desa Sidodadi masih bisa mengalokasikan anggaran untuk membangun infrastruktur drainase lingkungan RT 06 Dusun Tohgaten.

Hal tersebut disampaikan oleh Wiyarno, Kepala Desa Sidodadi Kecamatan Mejayan kepada Portalnews Madiun Raya, Rabu (16/07).

Wiyarno, Kepala Desa Sidodadi Kecamatan Mejayan Madiun.

Menurut Wiyarno, Drainase yang dibangun sepanjang 158 meter menggunakan Dana Desa. “Alhamdulillah, setelah dialokasikan untuk BLT dan kebutuhan prioritas yang lain dalam masa Pandemi Covid 19 ini, kita bisa membangun Drainase atau saluran air di RT 04 Dusun Tohgaten sepanjang 158 meter dengan volume kedalaman 50 cm dan lebar 40 cm gorong-gorong setengah lingkaran dengan batako,”Ucap Wiyarno.

Lebih lanjut Wiyarno menyampaikan bahwa anggaran yang diserap dari Dana Desa untuk kegiatan pembangunan Drainase tersebut adalah 51 juta rupiah. “Total anggaran yang dipergunakan untuk pembangunan saluran tersebut adalah 51 juta rupiah dengan memperdayakan lingkungan sekitar secara padat karya,”Lanjut Wiyarno.

Sebelumnya, Kepala Desa Sidodadi menyatakan bahwa selalu ada genangan air saat hujan deras yang masuk kelingkungan warga. “Dengan pembangunan saluran air ini harapan kita bisa mengatasi persoalan dimana setiap hujan deras terjadi maka air banyak yang menggenang dirumah warga,” Terang Wiyarno.

Program pembangunan saluran air tersebut dijelaskan oleh Kades Sidodadi sudah masuk RPJMdes. “Rencana pembangunan ini ditunda selama setahun. Karena 2020 kemarin sudah tercover dari BLT dan BTT, dan ini melanjutkan ditahun 2021,” Ujarnya.

Pembangunan padat karya di Desa Sidodadi Kecamatan Mejayan.

Selain pembangunan saluran air tersebut, Pemerintah Desa Sidodadi juga melakukan pembangunan drainase 3 dusun. “Diantaranya di Dusun Taman, TohGaten dan 60 juta di Dusun Oro-oro Watu untuk pembangunan Jembatan. Untuk pembangunan jembatan sudah dilakukan di tahap pertama dan ini ditahap selanjutnya untuk proses pengerjaan,”Jelas Wiyarno.

Dari seluruh proses pembangunan yang dilakukannya, Kades Sidodadi berharap masyarakat Desa Sidodadi bisa terbantu dan memberikan manfaat. “Jadi walaupun ditengah Pandemi Covid 19, kita tetap bisa melakukan pembangunan infrastruktur yang memberikan manfaat bagi masyarakat Desa Sidodadi.”Pungkas Wiyarno. (Yah/Gin)

Saradan, Kabupaten Madiun – Portalnews Madiun Raya

Ditengah Pandemi Covid 19, Masyarakat Desa Klumutan Kecamatan Saradan Kabupaten Madiun menggelar kegiatan Bersih Desa, Jum’at Wage (28/05/2021).

Menurut Kepala Desa Klumutan, Agus Proklamanto, SE, rangkaian bersih desa yang dilakukan diantaranya Nyadranan, Hiburan dan Kegiatan Olah Raga.

“Untuk tradisi Nyadranan sudah dilakukan secara turun temurun dari Mbah mbah dan yang juga babat Desa Klumutan sejak dulu kala,” Ungkap Agus kepada Portalnews Madiun Raya.

Kegiatan Nyadaranan dilakukan dengan berdo’a bersama di kuburan desa dengan membawa ayam panggang dan diisi dengan berdo’a bersama dan tabur bunga. “Nyadranan ini diawali dengan musyawarah masyarakat desa dengan lembaga desa yaitu untuk menentukan hari yang tepat untuk nyadran. Nyadranan dilakukan pada hari Ringkel Desa Klumutan, jika Ringkel Wuku maka harinya harus Jum’at, kemudian setelah itu pembentukan panitia, Nyadranan merupakan adat dan tradisi turun temurun untuk menghindari pageblug. Masyarakat was-was jika belum ada rencana bersih desa  dengan sadar mempersiapkan ayam panggang,ketan untuk jadah, pisang untuk bersih desa,”Urai Agus Proklamanto.

Agus Proklamanto, SE, Kepala Desa Klumutan saat memimpin kegiatan Bersih Desa

Sebelum  Pandemi Covid 19, kegiatan bersih desa dilakukan dengan swadaya dari masyarakat yaitu mengumpulkan anggaran, hiburan siang dan malam wayang kulit dan gambyong serta pengajian umum.” Namun karena pandemi, kegiatan hiburan ditanggung oleh anggaran Desa Klumutan, namun untuk Nyadranan, masyarakat dengan sukarela menyiapkan keperluannya sendiri,”Lanjut Agus.

Kepala Desa Klumutan itu juga menyampaikan bahwa mitos dan pengalaman bagi warga desa Klumutan jika tidak melaksanakan bersih desa akan ada sesuatu yang tidak diinginkan. “Pernah dulu Kepala Desa dengan sengaja ataupun tidak sengaja meninggalkan bersih desa yang bersangkutan meninggal dunia. Selain itu timbul pageblug dengan adanya hama tikus yang menyerang tanaman di sawah, ini yang dihindari sehingga tradisi Bersih Desa terus dilakukan hingga saat ini,”ujar Agus Proklamanto.

Untuk kegiatan hiburan yaitu Gambyong di makam Mbah Branti dan Wayang Kulit di Pendopo Rumah Kades digelar pentas wayang kulit namun karena kondisi pandemi maka dikurangi waktunya. “Walaupun PPKM Mikro karena Pandemi Covid 19, karena sudah adat maka Bersih Desa tetap dilaksnakan dengan Protokol Kesehatan dengan disiplin seperti wajib bermasker, menjaga jarak dan menyiapkan tempat cuci tanga,”kata Agus Proklamanto.

Harapan kita, dengan Bersih Desa yang dilakukan akan segera menghentikan Pandemi Covid 19 yang masih berlangsung. “Hidup kita kembali normal, panen kita melimpah ruah, karier kerja kita bisa lancar dan dijauhkan dari bala dan musibah.”Pungkas Agus Proklamanto. (Yah/Gin).

Peliput : Yahya Ali Rahmawan

Penyunting : Agin Wijaya

Madiun – PORTALNEWS MADIUN RAYA

Di usianya yang ke-39 tahun, PT Wahana Ottomitra Multiartha Tbk (“WOM Finance”) berkomitmen menjadi perusahaan yang semakin peduli dengan lingkungan hidup, khususnya ekosistem pohon yang semakin berkurang karena penebangan. Apalagi saat ini bencana banjir juga melanda hampir seluruh wilayah di Indonesia yang disebabkan salah satunya kurangnya penyerapan air melalui lahan hijau.

Sebanyak 1.000 bibit pohon ditanam WOM Finance Kantor Cabang Madiun di wilayah BPP Kuwiran, Desa Kuwiran, Kecamatan Kare, Kabupaten Madiun-Jawa Timur. Dalam kegiatan tersebut, WOM Finance Cabang Madiun menanam beragam bibit pohon, yaitu bibit kelapa, bibit pisang cavendise, bibit kopi robusta, bibit alpukat, bibit duren montong, bibit jambu merah deli, bibit belimbing bangkok dan bibit manggis. Bibit pohon di tanam langsung oleh Branch Head WOM Finance Kantor Cabang Madiun, Imam Iswahudi didampingi oleh Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan Kabupaten Madiun, Sodik Heru Purnomo, S.Si disaksikan oleh perwakilan karyawan WOM Finance. Karena masih dalam pelaksanaan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM), maka kegiatan ini menerapkan protokol kesehatan yang ketat tanpa melibatkan kerumunan massa.

“Jika tanaman buah, bisa dimanfaatkan buahnya. Dengan penghijauan kita bisa terhindar dari bahaya banjir, tanah longsor atau erosi. Intinya jika kita sayangi alam kita, maka alam pun akan sayang kepada kita. Oleh karena itu mari hijaukan lingkungan kita,” tutur Imam.

Lebih lanjut Imam menambahkan bahwa program penanaman pohon memiliki banyak manfaat seperti menambah produksi oksigen, mengurangi CO2 dan polutan lainnya. Selain itu program ini juga sejalan dengan semangat WOM Finance yang mendukung program Go Green di lingkungan kerja.

“Selain itu dengan banyaknya bencana yang terjadi yang diakibatkan oleh kerusakan lingkungan, menuntut kepedulian bersama untuk menata kembali lingkungan salah satunya dengan penghijauan mulai dari lingkungan rumah, kantor dan lingkungan lainnya,” pungkasnya.

Menyambut hari jadinya yang ke 39 tahun ini, WOM Finance mengadakan kegiatan Corporate Social Responsibility (CSR) dengan penanaman total 10.000 bibit pohon. Kegiatan ini dilaksanakan serentak menjelang perayaan HUT di 9 kota, yaitu Jakarta, Cibinong, Sumedang, Magelang, Madiun, Bagan Batu, Palembang, Banjarmasin dan Ciputat.

Selain aksi penanaman 1.000 pohon di setiap kota, dalam menyambut HUT nya, WOM Finance juga melaksanakan kegiatan CSR lainnya, yaitu renovasi Posyandu dan pemberian bantuan sosial pandemi Covid-19 di 39 Kecamatan zona merah.

Selain menggunakan kode QR, WOM Finance juga telah bekerjasama dengan beberapa marketplace seperti Tokopedia, Bukalapak, Shopeepay dan Go-Bills dimana konsumen juga dapat membayarkan angsurannya melalui platform marketplace tersebut.   Konsumen yang ingin mengetahui informasi terkini tentang WOM Finance dapat mengakses website www.wom.co.id. Kantor Layanan WOM Finance tetap beroperasi secara terbatas dengan melakukan penyesuaian jam operasional, yaitu dari Senin sampai dengan Sabtu pukul 09.00 – 15.00 WIB.

Di masa pandemi COVID-19, WOM Finance menghimbau konsumen untuk melakukan transaksi secara digital maupun melalui channel payment. Konsumen dapat melakukan pembayaran melalui kanal pembayaran via online yang telah tersedia seperti melalui transfer bank atau juga lewat minimarket, seperti Indomaret dan Alfamart. Selain itu, konsumen dapat melakukan pembayaran angsuran berbasis kode QR dengan menggunakan 16 (enam belas) e-wallet atau e-money dan 22 (dua puluh dua) mobile banking. 

Tentang WOM Finance
PT Wahana Ottomitra Multiartha Tbk didirikan pada 1982 dengan nama PT Jakarta Tokyo Leasing yang bergerak di bidang pemberian pembiayaan sepeda motor, khususnya untuk sepeda motor merek Honda. Pada 2000, Perseroan mengubah nama menjadi PT Wahana Ottomitra Multiartha sejalan dengan transformasi bisnis yang dilakukan Perseroan terus mengalami perkembangan dan tidak lagi hanya melayani pembiayaan sepeda motor merek Honda, tapi juga sepeda motor merek Jepang lainnya, seperti Yamaha, Suzuki, dan Kawasaki.

Pada 2005, Perseroan menjadi bagian dari kelompok usaha PT Bank Maybank Indonesia Tbk (MBI) setelah mengakuisisi 43% kepemilikan saham Perseroan. Pada 2015, Perseroan melakukan right issue melalui Penawaran Umum Terbatas, di mana MBI bertindak sebagai standby buyer. Dalam right issue ini, Perseroan menerbitkan 3.481.481.480 saham baru. Kemudian kepemilikan saham MBI di Perseroan naik menjadi 68,55%. Pemegang saham terbesar kedua di Perusahaan adalah PT Wahana Makmur Sejati dengan jumlah kepemilikan saham sebesar 25,01% dan publik sebesar 6,44%. Untuk mendukung pendanaan Perusahaan, Perseroan telah mendapatkan fasilitas revolving loan sebesar Rp 250 miliar dari PT Bank DBS Indonesia pada bulan Januari, fasilitas kredit modal kerja dari PT Bank Shinhan Indonesia sebesar Rp 100 miliar pada bulan Februari, mendapat fasilitas pinjaman tetap 17 dari PT Bank Panin
IndonesiaTbk sebesar Rp 600 miliar pada bulan Oktober dan PT Bank Mandiri Tbk sebesar Rp 250 miliar pada bulan November. Selain itu Perseroan juga menerbitkan Obligasi Tahap III WOM Finance 2020 sebesar Rp260,3 miliar serta Obligasi  Berkelanjutan III Tahap IV WOM Finance 2020 sebesar Rp 500 miliar yang digunakan untuk modal kerja pembiayaan.

Hingga saat ini, kinerja operasional Perseroan didukung oleh 175 kantor jaringan dengan lebih kurang 2.599 karyawan untuk melayani 403 ribu konsumen aktif melalui sumber daya manusia yang unggul dan layanan yang berkualitas.

Untuk informasi lebih lanjut, hubungi :
Zacharia Susantadiredja
Direktur/Corporate Secretary
PT Wahana Ottomitra Multiartha, Tbk. (WOM Finance)
Altira Office Tower Lt 32,33 dan 35
Jl. Yos Sudarso Kav.85, Kelurahan Sunter Jaya,
Kecamatan Tanjung Priok, Kota Administrasi Jakarta Utara – 14350,
Phone : 021 – 2188 2400 (hunting)
Fax : 021 – 2188 2420
Email : corporate_secretary@wom.co.id

Tidak Ada Postingan Lagi.

Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.