JANGAN DITIRU, hingga Mei 2025, 3 Warga Pacitan Meninggal karena Bunuh Diri

Kapolres Pacitan, AKBP Ayub Diponegoro Azhar. (Foto - IG AKBP Ayub Diponegoro Azhar)
Kapolres Pacitan, AKBP Ayub Diponegoro Azhar. (Foto - IG AKBP Ayub Diponegoro Azhar)

Pacitan, MADIUNRAYA.com

Kapolres Pacitan, AKBP Ayub Diponegoro Azhar menyampaikan bahwa hingga Mei tahun 2025 ini, sebanyak 3 orang warga Pacitan memilih mengakhiri hidupnya dengan bunuh diri.

Hal tersebut disampaikan oleh Kapolres Pacitan saat bertemu dengan awak media, Sabtu (17/05/2025).

Menurut Kapolres yang baru menjabat selama satu bulan itu, kejadian bunuh diri di Pacitan masih terjadi di Pacitan.

“Kejadian bunuh diri ada 3. Yang pertama ODGJ, yang kedua sakit menahun dan yang ketiga karena himpitan ekonomi,”jelasnya.

Dia berharap agar peristiwa itu tidak terjadi lagi.

“Sesuai data, ditahun 2024 terjadi 20 kasus bunuh diri. Semoga tahun ini bisa menurun lagi. Peran keluarga, tokoh agama dan masyarakat sangat membantu meminimalisir kasus bunuh diri di Pacitan,”Ungkapnya.

Sementara menurut salah satu Mahasiswa Psikologi di Pacitan, Bagus Sajiwo, kasus Bunuh Diri dipicu karena tekanan batin yang berat.

“Orang yang memilih jalan pintas ini biasanya dipicu tekanan batin yang cukup berat dan lama. Jadi dia berpikir Bunuh Diri adalah solusi yang terbaik. Padahal menurut semua agama dan keyakinan, pelaku Bunuh Diri digolongkan perilaku yang sesat dan neraka adalah tempat kembalinya,”jelas Bagus Sajiwo, Senin (19/05/2025).

Bagus juga membenarkan pendapat Kapolres Pacitan, bahwa dengan pendekatan dialogis dan kekeluargaan melalui anggota keluarga, tokoh masyarakat dan tokoh agama bisa meredam tekanan batin seseorang.

“Yakinlah, setiap soal pasti ada jawaban, dan setiap masalah pasti ada solusi. Buang jauh-jauh pikiran Bunuh Diri, karena sejatinya, persoalan itu tidaklah selesai, bahkan diwariskan kepada keluarga yang ditinggalkan.”Tutup Bagus Sajiwo. (yah/gin).

Peliput : Yahya Ali Rahmawan

Penyunting : Agin Wijaya