Ponorogo – Portalnews Madiun Raya

Demi menciptakan kondusifitas, jajaran Kepolisian Resort Ponorogo menggelar kegiatan Cangkrukan Kamtibmas. Cangkrukan Kamtibmas Kapolres Ponorogo kali ini bersama Ketua Perguruan Pencak Silat Dan Beladiri Se Kabupaten Ponorogo bertempat di RM Sami Lumayan Jl. Diponegoro Ponorogo. Kegiatan yang dihadiri 70 orang tersebut berlangsung hangat.

Adapun perguruan silat dan beladiri Kab. Ponorogo yang hadir Cangkrukan Kamtibmas Kapolres Ponorogo Bersama Ketua Perguruan Pencak Silat Dan Beladiri Se Kab. Ponorogo tersebut adalah Persaudaraan Setia Hati Terate, Persaudaraan Tunas Muda Winongo, Pagar Nusa, IKSPI Kera Sakti, Persatuan Hati, Ju Jitsu,Tae Kwondo, Pandan Alas, Perisai Diri, Margaluyu, Inkai, Merpati Putih, Yuda Palapa, Gasmi, PS Gubuk Remaja, IKS Pro Patria, Bayu Perkasa, Porsigal, Cempaka Putih, Nur Haries, Bintang Surya, Tapak Suci, Asad dan Beruang Putih

Menurut Kapolres Ponorogo, AKBP Radiant, diadakannya Cangkrukan Kamtibmas Kapolres Ponorogo Bersama Ketua Perguruan Pencak Silat Dan Beladiri Se Kabupaten Ponorogo adalah guna menciptakan kamtibmas yang kondusif menjelang pemilu 2019. “Mengantisipasi kerawanan menjelang pemilu 2019 kami menghimbau untuk tidak mengadakan kegiatan apapun yang sifatnya menghadiri massa yang cukup besar, itu semua tak lain untuk mensukseskan pemilu 2019 dan menjaga situasi yang aman dan kondusif di wilayah Kabupaten Ponorogo,” ujar Kapolres, Jum’at (11/01).

Kapolres menekankan kembali di wilayah Ponorogo untuk tidak ada atau tidak terjadi perselisihan yang melibatkan perguruan silat maupun kelompok – kelompok lain seperti di beberapa wilayah di luar Kab. Ponorogo.

“Media Sosial terdapat dampak positif dan negatifnya maka dari itu bijaklah untuk mengkonsumsi segala jenis berita yang menyebar di medsos dan jangan sampai terpecah belah sesama saudara kita sendiri dan bangsa yang kita cibtai dengan berita-berita di medsos yang belum tentu kebenarannya,” lanjut Kapolres.

Isu yang berkembang dan memanas pada akhir-akhir ini ialah adanya berita 7 kontainer surat suara yang telah tercoblos yang mana pasangan nomor urut 1. Bahwa berita tersebut adalah berita hoax yang tidak benar faktanya, terkait berita tersebut institusi Polri telah mengamankan 7 tersangka penyebaran berita Hoax tersebut, pungkas Kapolres.

Hadir dalam Cangkrukan Kamtibmas Kapolres Ponorogo Bersama Ketua Perguruan Pencak Silat Dan Beladiri Se Kab. Ponorogo, Kapolres Ponorogo AKBP RADIANT, S.I.K., M.Hum.,PJU Polres Ponorogo,Kapolsek Babadan AKP Sukamto, S.H.,Kapolsek Jenangan AKP Haryo Kusbintoro, S.H.,Ketua IPSI Cab. Ponorogo yang diwakilkan Sdr. Amrizal (Wakil Ketua IPSI Kab. Ponorogo),Ketua FKPSB Sdr. Mukhib. (Yah/gin)

Ponorogo – Portal Madiun Raya
Ir H Joko Widodo, Presiden ke 7 Republik Indonesia ternyata pendekar silat SH Terate.

Hal tersebut disampaikan oleh salah seorang sesepuh SH Terate di Ponorogo, Anton.

Menurut Anton Brewok, panggilan akrabnya, Jokowi menjadi warga kehormatan SH Terate pada tahun 2014 yang lalu. “Beliau disahkan di padepokan Persaudaraan SH Terate pusat Madiun pada tahun 2014,” jelas Anton.

Walaupun warga kehormatan, beliau juga menguasai ilmu silat yang diajarkan oleh Persaudaraan Setia Hati Terate, terangnya.

“Inti dari PSHT adalah ilmu kanuragan dan persaudaraan yang dilandasi iman kepada Alloh SWT, unsur persaudaraan menjadi pokok utama, karena tanpa persaudaraan tidak ada kemuliaan atau bahasanya ora ono kamulyan tanpo paseduluran, ” jelas Anton Brewok.

Tidak hanya Jokowi, namun banyak pejabat di level nasional, daerah maupun lokal yang juga menjadi warga SH Terate, karena SH Terate merupakan salah satu aliran silat yang sesuai dengan kebudayaan Indonesia, jadi bisa untuk seluruh suku, agama, golongan bahkan sudah menyebar ke luar negeri, urai Anton.

“Kita berharap, silat tetap lestari sebagai kekayaan budaya selain sebagai ilmu kanuragan namun juga sebagai media pemersatu bangsa,” pungkas Anton. (yah/gin)

PONOROGO, Madiunraya.com – Ketua IPSI Ponorogo Rahmad Taufik menyampaikan pandangannya terkait SH Terate dan falsafah yang harus dipegang teguh oleh para pendekarnya, jika tidak ingin SH Terate hancur. Dia menyampaikan perlu kembali memahami ajaran SH Terate dengan dalam agar bisa memaknai peersaudaraan. Saat ini menurutnya banyak yang berebut kekuasaan, berebut pengaruh. Sehingga jika itu terjadi, tinggal ditunggu kehancurannya. Simak videonya.

Tidak Ada Postingan Lagi.

Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.