Kota Madiun – Portalnews Madiun Raya

Mendapatkan prestasi sebagai pembina Keselamatan dan Kesehatan Kerja terbaik VIII se Jawa Timur, Walikota Madiun, Maidi terus mengajak kepada perusahaan yang ada di Kota Madiun untuk terus berbenah.

“Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) merupakan hal wajib yang tidak bisa ditawar lagi menuju Zerro Accident, ini harus kita dorong terus supaya perusahaan yang ada di Kota Madiun mencapai hal itu,”Ucap Walikota Maidi saat membuka Madiun Safety Forum & Exhibition di Hotel Aston, Rabu (05/02/2020).

https://youtu.be/ca-iNl7pMFM

Walikota Maidi juga menyampaikan bahwa perusahaan harus eksis, begitu pula dengan karyawannya. “Jika hal itu terjadi maka akan ada hak dan kewajiban yang seimbang dan akhirnya memunculkan budaya Keselamatan dan Kesehatan Kerja atau K3, saya sangat berterima kasih atas terselenggaranya kegiatan ini, nanti Disnaker akan menindaklanjuti kegiatan ini dengan menginventarisir perusahaan mana yang sudah menerapkan managemen K3, indikator apa yang belum dipenuhi bagi perusahaan yang belum menerapkan managemen K3 dan terus akan kita bina,” urai Walikota Madiun.

Apabila budaya K3 ini dapat dilaksanakan, kata Walikota Maidi, maka Pemerintah Kota akan lebih mudah dalam mencapai program pembangunan. “Jika karyawannya sehat, program yang dilakukan oleh Pemerintah Kota Madiun akan lebih mudah untuk dicapai, dan ini adalah harapan kita semua.”Pungkas Walikota Maidi.

https://youtu.be/lGC9O7s8Q9c

Sementara menurut Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Madiun, Suyoto dalam wawancaranya menjelaskan bahwa baru 18 perusahaan di Kota Madiun yang mendapatkan zerro accident dan menerapkan Sistem Manajemen K3. “Arahan dari Bapak Walikota, kita (Disnaker) untuk terus mendampingi perusahaan di Kota Madiun yang belum menerapkan Sistem Managemen K3, jumlahnya masih ratusan yang belum dan tahun ini kita menargetkan 25-30 perusahaan yang menerapkan Sistem Managemen K3, apabila itu terpenuhi maka Kota Madiun akan naik peringkatnya, dari VIII menjadi VI atau VII di Jawa Timur tentang Keselamatan dan Kesehatan Kerja,” Jelas Suyoto.

https://youtu.be/C5tUarOw_E4

Kepala UPT PLN Kota Madiun, Suyitno yang menjadi penyelenggara Madiun Safety Forum & Exhibition menerangkan bahwa pihaknya menjadi pionir dalam forum K3 di Kota Madiun. “Kedepan ya bergantian, hari ini kita mengundang puluhan perusahaan di Kota Madiun untuk berdiskusi dan berbagi pengalaman tentang K3, harapannya adalah Keselamatan dan Kesehatan Kerja tetap menjadi prioritas.” Ujarnya.

Madiun Safety Forum & Exhibition yang berlangsung di Hotel Aston mengambil tema “Leadership to Bulid Safety Culture in Industrial Revolution of 4.0”. (Adv/Yah/Gin)

SURABAYAPortalnews Madiunraya

Apel dalam rangka Peringatan Bulan Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) Nasional tahun 2020 di Lapangan Sepakbola Kawasan SIER Surabaya menjadi hal yang manis bagi Kota Madiun.

Di moment tersebut, Kota Madiun berhasil meraih penghargaan dari Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa.

Penghargaan pertama diberikan kepada Walikota Madiun Maidi sebagai top 10 Bupati/Walikota Sebagai Pembina K3 Tahun 2020. Sedangkan, penghargaan berikutnya diberikan kepada 18 perusahaan di Kota Madiun untuk kategori zero accident.

Moment saat Walikota Madiun, Maidi, menerima penghargaan dari Gubernur Jawa Timur. (Foto - Diskominfo Kota Madiun)

‘’Terima kasih kepada seluruh pengusaha di Kota Madiun yang telah menjalankan tugasnya dengan baik sehingga kita kembali meraih penghargaan dari ibu gubernur,’’ tutur walikota saat ditemui setelah apel di Surabaya, Senin (13/1).

Menurut walikota, penghargaan ini tidak hanya menjadi apresiasi atas kerja keras yang dilakukan oleh pemkot dan pengusaha di Kota Madiun. Tetapi juga meningkatkan tanggung jawab untuk dapat menciptakan suasana bekerja yang lebih baik lagi. Sehingga, para pekerja di Kota Madiun bisa semakin sejahtera.

Walikota berharap, ke depannya capaian ini bisa ditingkatkan lagi. ‘’Perusahaan yang belum dapat penghargaan tahun ini semoga bisa termotivasi. Sehingga, pada peringatan selanjutnya semuanya bisa mendapatkan penghargaan,’’ imbuhnya.

Sementara itu, pada apel Peringatan Bulan K3 di SIER Surabaya tersebut Gubernur Khofifah membacakan sambutan Menteri Tenaga Kerja Ida Fauziyah. Dalam sambutan itu disebutkan bahwa saat ini Indonesia menghadapi tantangan dunia ketenagakerjaan yang makin kompleks.

Untuk itu, Menaker Ida meminta semua pihak dapat melakukan upaya konkrit terhadap pelaksanaan K3 di lingkungan masing-masing. Agar, budaya K3 benar-benar terwujud di seluruh tanah air. “Kita perlu melakukan lompatan dan terobosan dengan inovasi-inovasi baru agar pelaksanaan K3 dapat terus diperkuat di tengah gerak perubahan masyarakat dan revolusi industri yang kian melesat, ” ujarnya.

Dalam kesempatan itu juga diungkapkan jumlah kecelakaan kerja pada 2018 telah terjadi 157.313 kasus kecelakaan kerja. Sedangkan, sepanjang Januari hingga September 2019 terdapat 130.923 kasus. Hal ini menunjukkan terjadinya penurunan kasus kecelakaan kerja sebesar 26.40 persen.

Meski begitu, Menaker Ida Fauziyah berpesan kepada seluruh pemangku kepentingan baik pengusaha, serikat pekerja, pekerja dan masyarakat, untuk terus meningkatkan pengawasan dan penyadaran akan pentingnya K3.

‘’Persoalan K3 hendaknya tidak hanya diingat dan dibahas saat terjadi kasus kecelakaan atau musibah di tempat kerja. Tapi merupakan tanggung jawab bersama untuk dapat mewujudkan lingkungan kerja yang aman dan nyaman,’’ tandasnya. (Adv/Yah/Gin).

Pewarta : Yahya Ali Rahmawan

Redaktur : Agin Wijaya

Tidak Ada Postingan Lagi.

Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.