Pengawasan Diperkuat, Lapas Pemuda Madiun Pastikan Blok Hunian Bersih dari HANDPHONE, PUNGLI dan NARKOBA

Penggeledahan insidentil, jajaran Lapas Pemuda Kelas IIA Madiun menyisir Blok B Kamar 10 dan 11, Senin (24/8/2026).
Penggeledahan insidentil, jajaran Lapas Pemuda Kelas IIA Madiun menyisir Blok B Kamar 10 dan 11, Senin (24/8/2026).

Madiun, – MADIUNRAYA.com

Suasana pagi di Lapas Pemuda Kelas IIA Madiun berlangsung penuh kewaspadaan.

Bukan karena adanya gangguan keamanan, melainkan sebagai bentuk langkah sigap jajaran pemasyarakatan dalam memastikan lingkungan hunian tetap aman dan terbebas dari berbagai potensi pelanggaran.

Melalui kegiatan penggeledahan insidentil, jajaran Lapas Pemuda Kelas IIA Madiun menyisir Blok B Kamar 10 dan 11, Senin (24/8/2026).

Kegiatan ini menjadi bagian dari strategi deteksi dini untuk mempersempit ruang masuknya barang-barang terlarang sekaligus memperkuat komitmen mewujudkan Zero HALINAR (Handphone, Pungutan Liar, dan Narkoba).

Penggeledahan tersebut dipimpin langsung oleh jajaran pengamanan, yakni Ka.KPLP, Kasi Administrasi Kamtib, Kasubsi Portatib, dan Kasubsi Keamanan, bersama staf KPLP serta Regu Pengamanan. Dengan mengedepankan prinsip profesionalitas dan humanis, petugas melakukan pemeriksaan secara menyeluruh terhadap area kamar hunian.

Hasilnya, seluruh proses berjalan aman dan terkendali. Petugas tidak menemukan adanya handphone maupun narkoba di dalam kamar hunian yang diperiksa. Kondisi ini menunjukkan bahwa sistem pengawasan dan pembinaan keamanan di Lapas Pemuda Madiun terus berjalan secara optimal.

Kepala Lapas Pemuda Kelas IIA Madiun, Rudi Kristiawan, menegaskan bahwa penggeledahan bukan sekadar kegiatan rutin, tetapi merupakan bentuk keseriusan dalam menjaga marwah pemasyarakatan.

“Penggeledahan insidentil ini merupakan bentuk komitmen kami dalam menjaga keamanan dan ketertiban. Kami akan terus melakukan deteksi dini dan pengawasan secara konsisten untuk mencegah masuknya handphone maupun narkoba ke dalam Lapas, sehingga situasi tetap aman dan kondusif,” ujar Rudi.

Menurutnya, keamanan lapas tidak hanya dibangun melalui pengawasan fisik, tetapi juga melalui kedisiplinan petugas, sinergi antarjajaran, serta komitmen bersama seluruh elemen pemasyarakatan.

Kegiatan ini juga menjadi bagian dari implementasi 15 Program Aksi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, khususnya dalam penguatan pemberantasan narkoba dan pencegahan berbagai bentuk pelanggaran di lingkungan Lapas dan Rutan.

Dengan langkah cepat, pengawasan ketat, dan deteksi dini yang berkelanjutan, Lapas Pemuda Kelas IIA Madiun terus membangun sistem keamanan yang kokoh. Komitmen menuju Lapas Bersih, Aman, dan Kondusif terus digaungkan demi menciptakan lingkungan pemasyarakatan yang tertib serta mendukung keberhasilan proses pembinaan warga binaan.

Zero HALINAR bukan sekadar slogan, tetapi komitmen nyata yang terus dijaga setiap hari oleh seluruh jajaran Lapas Pemuda Kelas IIA Madiun. (YAHYA)