32 Event Grebeg Suro 2025, Ponorogo menuju Kota Kreatif Dunia

Pembukaan Grebeg Suro 2025 yang meriah.
Pembukaan Grebeg Suro 2025 yang meriah.

Ponorogo, MADIUNRAYA.com

Sebanyak 32 event dalam rangkaian Grebeg Suro tahun 2025 menjadikan Ponorogo menjadi sorotan dunia diujung pergantian tahun Islam.

Dibuka secara resmi oleh Kang Bupati Sugiri Sancoko, Selasa (17/6/2025), Grebeg Suro 2025 menjadi etalase potensi industri kreatif Ponorogo, khususnya di bidang seni pertunjukan.

“Sebanyak 32 event disajikan, meliputi event religi, budaya, hingga hobi. Sajian utamanya tentu saja, Festival Nasional Reog Ponorogo (FNRP) XXX yang akan diikuti oleh 41 grup Reog dari berbagai daerah di Indonesia. Pengakuan Reog Ponorogo sebagai Warisan Budaya Takbenda (WBTb) atau Intangible Cultural Heritage (ICH) dari UNESCO sudah digenggaman,” ucap Kang Bupati saat membuka Grebeg Suro 2025.

Kini, lanjut Kang Bupati, langkah Kabupaten Ponorogo untuk menjadi bagian dari Jejaring Kota Kreatif UNESCO atau UNESCO Creative Cities Network (UCCN) sudah di depan mata.

“Grebeg Suro 2025 memikul dua misi besar itu, memperluas keagungan Reog sekaligus menjadi pembuktian bahwa Ponorogo layak bergabung sebagai bagian dari Jejaring Kota Kreatif UNESCO,”lanjutnya.

Kang Bupati dan Bunda Lisdyarita saat pembukaan Grebeg Suro 2025

Reog kata Kang Bupati telah ditetapkan sebagai ICH UNESCO.

“Dan kini kami mendaftarkan kota yang kita cintai ini ke UCCN. Semoga di akhir tahun nanti, Allah meridhoi, dan UNESCO menetapkan Ponorogo sebagai bagian dari jejaring kota kreatif dunia,” harap Kang Bupati Sugiri.

Tidak hanya sekedar perayaan budaya, Kang Bupati Sugiri Sancoko ingin menjadikan Grebeg Suro menunjukan potensi sekaligus memantik geliat industri kreatif di Ponorogo.

Budaya tidak lagi hanya soal warisan masa lalu yang dijaga, tetapi juga menjadi jalan masa depan yang mampu memberikan kehidupan dan penghidupan.

“Selain melestarikan budaya dan membentuk karakter bangsa, kami ingin menghidupkan ekonomi melalui budaya sebagai kekuatan utamanya,” pungkasnya.

Pada malam pembukaan, potensi industri kreatif Ponorogo menunjukkan kelasnya.

Seni pertunjukan tradisional dipadukan dengan teknologi digital, menghadirkan perpaduan harmonis antara wirama, wiraga, wirasa, dan wirupa.

Tata cahaya yang cantik serta video mapping yang diproyeksikan ke latar putih panggung sebagai kanvas visual memperindah pertunjukan malam itu. (adv/yah/gin)