Salah satu senjata khas Ponorogo adalah Mothik. Seperti pedang namun ada ulir (untuk jalan air atau jalan darah).
Mothik adalah senjata untuk membela diri dan bukan untuk kebutuhan keseharian.
Dahulu, Mothik dipakai oleh para Warok di Ponorogo. Baik untuk menjaga diri ataupun menyerang para musuhnya.
Mothik pun menjadi pelengkap senjata para Warok dan Pendekar Ponorogo yang juga memiliki Kolor, Pecut ataupun Panah.
Hingga kini, banyak orang Ponorogo yang mengkoleksi Mothik sebagai senjata atau pusaka yang diturunkan oleh leluhurnya.
Seperti Rumah Tahanan (RUTAN) Kelas III Ponorogo pun juga mengoleksi Mothik dan terawatt rapi disalah satu ruangan.
Seperti dijelaskan oleh Agus, Karutan saat itu, pihaknya merawat dengan baik Mothik peninggalan para Sipir dari jaman Hindia Belanda hingga tahun 1950 an.
“Namanya Mothik, ini senjata para Sipir untuk menjaga keamanan disini, menjaga para tahanan dan Napi. Jadi ini dipakai untuk mempertahankan diri sebelum ada senjata api,” ucapnya.
Dia juga mengatakan koleksi puluhan Mothik itu sebagai symbol bahwa Rutan Ponorogo merawat peninggalan dari pendahulu.
“Secara rutin, ini kami bersihkan dengan baik. Selain sebagai koleksi juga sebagai tanda bahwa Rutan ini berdiri sejak dahulu kala, bahkan sejak jaman Belanda,” lanjutnya.
Diapun berharap agar koleksi Mothik ini tetap terjaga dengan baik kedepannya.
“Ini sebagai warisan agar generasi penerus kelak bisa melihat peninggalan para Leluhur dan merawatnya terus sehingga bisa lestari.”Tutupnya. (yah/gin).
Peliput : Yahya Ali Rahmawan
Penyunting : Agin Wijaya











