Surabaya, Portalnews Madiun Raya

Mengendarai motor di bulan Ramadan sedikit berbeda jika dibandingkan dengan bulan biasa. Saat berpuasa harus bisa mempersiapkan diri agar ibadahnya tidak terganggu oleh rutinitas saat berkendara, terutama saat menghadapi kemacetan yang panjang dan pengendara yang tidak tertib.

Instruktur safety riding MPM, Hari Setiawan membagikan tips saat berkendara di bulan puasa. Berikut tips – tips berkendara pada waktu puasa. Yang pertama tentukan route plan perjalanan, pada saat berkendara sangat perlu untuk membuat route plan sehingga berkendara bisa lebih efesien dan efektif dan yang perlu di perhatikan dalam pembuatan route plan yaitu Waktu perjalanan dan Jalan yang akan dituju agar terhindar dari macet.

Yang paling penting sebelum berkendara adalah cek kondisi motor yang meliputi tekanan angin ban, bensin, lampu, rem, dan spion. Selanjutnya saat berkendara gunakan kecepatan dengan benar. Pada saat berada di jalanan perkotaan kecepatan berkendara baiknya 40-50 km/jm dan untuk di area perumahan baiknya menggunakan kecepatan 20-30 km/jm.

Dan yang terakhir hormati pengguna jalan yang lain dengan cara jangan menggunakan klakson yang berlebih, gunakan lajur berkendara yang benar, dan jangan zig-zag saat berkendara karena dijalan tidak hanya pengendara sepeda motor saja, tetapi ada pejalan kaki, sepeda angin dan mobil.

“Jaga kondisi tubuh agar tetap fit sebelum berkendara dengan istirahat yang cukup dan juga asupan gizinya, meskipun sedang berpuasa” kata Hari.


Surabaya, – Portalnews Madiun Raya

Pada musim hujan bulan ini membuat pengendara, khususnya pengendara roda dua agar dapat mempersiapkan diri dan kelengkapannya agar berkendara lebih nyaman dan aman.

Instruktur Safety Riding MPM, Hari Setiawan memberikan beberapa tips berkendara saat musim hujan. Yang pertama cek kondisi motor. Sangat penting pada saat musim hujan kita harus mengecek kondisi motor seperti Lampu kendaraan, Klakson, Lampu Sein, Rem depan dan belakang, Ban depan dan belakang, Cob busi serta kelistrikan
Berikutnya bawalah perlengkapan berkendara seperti jas hujan , saat kita berkendara dalam kondisi hujan agar tetap menggunakan perlengkapan berkendara, tidak hanya untuk melindungi tubuh dari hawa dingin karena air hujan tetapi juga apabila kita terjatuh. Selain jas hujan ,pelerlengkapan lainnya yang wajib digunakan antara lain helm, jaket, sarung tangan, celana panjang, dan sepatu. Pemilihan jas hujan juga mempengaruhi pada waktu berkendara. Jas hujan yang tepat yaitu modelnya seperti jaket dan celana, berwarna cerah, berbahan tebal, serta sesuai dengan ukuran. Pemilhan warna pada jas hujan bertujuan agar pengendara lain mudah melihat kita.

Selanjutnya hindari daerah banjir. Buatlah road plan perjalanan terlebih dahulu. Perlunya banyak rute saat kita berkendara sangatlah penting untuk menghindari area mana yang sering terjadi nya banjir. Dan pastikan tubuh kita dalam kondisi fit dan Prima. Untuk boncenger agar tetap menggunakan perlengkapan berkendara seperti helm , jas hujan , jaket dan sepatu dikarenakan resiko bocengers sangat tinggi terjadinya kecelakaan.

“ Pemilihan perlengkapan berkendara bisa membuat lebih fleksibel pada saat berkendara. Jaga jarak aman dengan pengendara lain karena pandangan terbatas. Serta lebih fokus dan sigap terhadap kondisi jalan. Misalnya jalan berlubang dan tergenang air. Meskipun kondisi hujan tetap Cari_Aman pada waktu berkendara “ Kata Hari Setiawan

Tidak Ada Postingan Lagi.

Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.