Iuran Komite Sekolah Tidak Dilarang, Kepala Dinas Pendidikan Pacitan : Untuk Kemajuan Pendidikan

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Pacitan, Kemal Pandhu Pratikna.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Pacitan, Kemal Pandhu Pratikna.

Pacitan, MADIUNRAYA.com

Untuk memajukan Pendidikan, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Pacitan Kemal Pandhu Pratikna menyatakan akan melakukan semua hal.

Setelah kemarin melaunching program Pendidikan sekolah sak ngajine, kini Kemal menyatakan bahwa iuran komite sekolah tidak dilarang.

“Ini untuk membiayai Pendidikan putra putri anggota komite sekolah agar bisa bersaing dengan sekolah-sekolah yang bagus. Setelah kami pelajari tidak ada aturan yang melarang bahkan semboyan Provinsi Jawa Timur adalah Jer Basuki Mawa Bea, artinya jika ingin mencapai sesuatu maka harus membutuhkan modal, ya waktu, tenaga dan biaya, jadi iuran uang komite sekolah tidak dilarang,” ucap Kemal usai buka bersama dengan Awak Media di Halking (Halaman Wingking) Pendopo Kabupaten Pacitan, Jum’at (13/03/2026).

Di depan Pewarta, dia meminta agar memberikan informasi yang benar terkait isu iuran komite sekolah.

“Selama tidak ada paksaan kepada anggota komite sekolah (sukarela) maka diperbolehkan. Termasuk nominal dan tenggat waktu bisa dimusyawarahkan bersama, bagi yang tidak mampu maka jangan dibebankan. Ini yang Masyarakat harus mengetahui dengan jelas. Kalau ingin Pendidikan kita semakin berkualitas maka diperlukan kerja sama semua pihak, termasuk komite sekolah dalam hal ini,” lanjut Kemal.

Soal Pendidikan gratis yang digaungkan oleh Pemerintah, Kemal memberi penjelasan yang detail.

“Pendidikan gratis itu seperti kita makan, ini yang gratis adalah nasi putihnya saja, untuk menu-menu yang lain misalnya sate, opor ayam, atau yang lainnya kita harus membeli sendiri sesuai dengan selera kita. Ini yang harus dipahami bersama.”Tutupnya.

Hal tersebut diamini oleh salah satu warga Pacitan, Ali Rohman, menurutnya Pendidikan tidak harus mahal, tetapi Pendidikan yang berkualitas perlu dukungan biaya.

“Kalau kita melihat sekolah swasta, pondok-pondok yang modern itu biaya puluhan juta rupiah, dan kita lihat prestasi anak-anak didik mereka juga cukup baik, termasuk kesempatan mengikuti ajang-ajang Pendidikan bergengsi juga memerlukan waktu, tenaga dan biaya. Jika Masyarakat memahami bahwa Pendidikan berkualitas itu perlua biaya maka dia tidak akan keberatan, karena itu adalah investasi masa depan.”Tutupnya.