Hidup berkah merupakan kehidupan yang dipenuhi kebaikan, kedamaian, dan kebahagiaan batin, bukan hanya materi, melainkan melalui nikmat dan rahmat Allah SWT yang terus bertambah dan memberikan manfaat nyata serta rasa syukur yang mendalam.
Untuk mencapai hal tersebut, tentu umat Islam yang menjadi mayoritas penduduk di Indonesia berlomba-lomba dengan berbagai cara.
Salah satunya adalah dengan membuka rekening melalui aplikasi BSya BCA Syariah.
BSya merupakan aplikasi mobile banking dari BCA Syariah yang dirancang untuk mempermudah nasabah dalam melakukan berbagai transaksi finansial dan kebutuhan ibadah syariah.
Menurut banyak pihak, BSya merupakan terobosan cerdas dari BCA Syariah, mengingat di Indonesia penganut Islam sebanyak 250 juta orang atau 87 % persen dari total populasi.
“Selama ini, kalau kita mendengar BCA, pikiran kita terbawa kepada Bank yang cukup besar dan didominasi oleh etnis Tionghoa atau orang-orang kaya saja. Namun dengan membuka BCA Syariah, membuat kami (Umat Islam) menjadikan alternatif untuk bertransaksi secara baik dan syar’I,” ucap Juwaini, salah satu tokoh di Madiun, Selasa (30/09/2025).
Dia juga membandingkan dengan salah satu Bank Syariah yang dimiliki oleh Pemerintah, kehadiran BSya bisa membuat persaingan yang sehat dalam dunia perbankan Islam.
“Konsep syariah tentu memiliki keunggulan, karena menjauhi Riba merupakan salah perintah bagi Umat Islam, ini yang dimiliki oleh Bank-Bank Syariah. Selain Pemerintah, Ormas Muhammadiyah juga mulai membangun Bank Syariah sendiri. Ini semakin membuat persaingan dunia perbankan syariah semakin kompetitif,” lanjutnya.
Dia berharap, kehadiran BSya membuat keamanan data nasabah terjaga dengan baik, kemudahan transaksi dan ibadah bisa menjadi salah satu alternatif pilihan bagi Muslimin di Indonesia.
“Saya yakin, BCA Syariah akan menjadi pilihan umat, karena BCA selama ini dikenal memiliki kinerja yang cukup baik dan stabil. Laba dan Nilai sahamnya terus meningkat. Dengan membuka BCA Syariah akan memperkuat ekosistem perbankan syariah di Indonesia.”Tutupnya.
Sementara menurut Direktur BCA Syariah, Ina Widjaja, banyak umat Muslim, yang memiliki niat untuk beribadah seperti menunaikan sedekah atau menjaga waktu salat sangatlah kuat.
“Namun, kesibukan dan berbagai hambatan dalam kehidupan sehari-hari sering kali menjadi penghalang. BSya dirancang sebagai sebuah alat untuk menghilangkan hambatan tersebut, menjadikannya solusi digital yang tidak hanya memudahkan transaksi finansial, tetapi juga secara aktif mendukung pemenuhan kebutuhan ibadah. Desain aplikasi ini secara inheren memudahkan penggunanya untuk mengingat dan menjalankan kewajiban spiritual mereka. Jadi, prinsipnya adalah Ibadah dalam Genggaman,” terangnya, beberapa waktu yang lalu.
BSya BCA Syariah secara sadar dirancang untuk mengintegrasikan kebutuhan finansial dan spiritual sebagai bagian inti dari layanannya, bukan sekadar fitur tambahan. Direktur BCA Syariah, Ina Widjaja, menekankan bahwa BSya hadir sebagai solusi digital yang tidak hanya memudahkan transaksi, tetapi juga “mendampingi masyarakat dalam memenuhi kebutuhan ibadah”.
Komitmen ini diwujudkan melalui serangkaian fitur yang komprehensif. Nasabah dapat memanfaatkan BSya untuk berbagai kebutuhan ibadah, seperti “menunaikan zakat dan kurban, [dan] melakukan setoran haji” langsung dari aplikasi.
Fitur Zakat, Infak, Sedekah, dan Wakaf (ZISWAF) di dalam aplikasi memungkinkan pengguna untuk menyalurkan dana mereka secara langsung ke daftar Lembaga Amil Zakat (LAZ) terpercaya yang telah dikurasi. Fitur “autodebet Zakat” yang ditawarkan saat pembukaan rekening online adalah sebuah terobosan yang mengotomatiskan salah satu rukun Islam.
Untuk ibadah Haji, yang merupakan impian seumur hidup bagi jutaan umat, BSya menyederhanakan perjalanannya melalui fitur “Setoran Haji”, yang memungkinkan pengguna melakukan setoran awal dan memantau tabungan mereka, mengubah impian menjadi sebuah rencana yang konkret dan terkelola.
Demikian pula, fitur Kurban mengatasi tantangan logistik dengan memungkinkan pengguna memilih dan membayar hewan kurban mereka langsung dari aplikasi melalui lembaga mitra yang terverifikasi.
Integrasi fitur ibadah yang mendalam ini bukan hanya menjadi pembeda produk, tetapi juga menciptakan keunggulan kompetitif yang sulit ditiru. Sementara bank konvensional dapat meniru fitur transaksi seperti QRIS atau transfer, mereka akan kesulitan untuk meniru dan memasarkan fitur ibadah dengan kredibilitas dan keaslian yang sama.
Posisi strategis BSya sebagai pendamping transaksi dan ibadah membangun loyalitas berbasis nilai (value-based loyalty). Ketika nasabah menggunakan BSya untuk tujuan sepenting menabung Haji atau secara rutin menunaikan zakat, aplikasi tersebut menjadi bagian dari perjalanan spiritual jangka panjang mereka.
Loyalitas yang terbentuk dari sini jauh lebih kuat dan emosional daripada loyalitas yang hanya didasarkan pada biaya transfer yang lebih rendah atau promosi sementara, mengubah hubungan nasabah dari sekadar transaksional menjadi kemitraan spiritual.
”Selain kewajiban-kewajiban besar, BSya juga memperhatikan ritme ibadah harian. Aplikasi ini dilengkapi dengan fitur-fitur gaya hidup yang mendukung spiritualitas sehari-hari, seperti Jadwal Salat yang akurat berdasarkan lokasi pengguna dan Arah Kiblat terintegrasi yang presisi,” tambahnya.
Kehadiran fitur-fitur ini merupakan bukti komitmen holistik BSya untuk benar-benar “menemani langkah” nasabah dalam setiap aspek kehidupan mereka, memperkuat pesan bahwa BSya adalah mitra kehidupan yang utuh, bukan sekadar utilitas keuangan.
Selain itu, Direktur BCA Syariah, Ina Widjaja juga mengungkapkan bahwa dengan BSya BCA Syariah masyarakat bisa membangun masa depan yang penuh berkah.
“Yaitu Tabungan dan Investasi Aman dengan BSya BCA Syariah. Karena ketika berbicara tentang aplikasi keuangan, pertanyaan utama yang muncul di benak setiap pengguna adalah: “Apakah uang saya aman?”. BCA Syariah memahami bahwa sebuah perjalanan finansial yang “Penuh Berkah” haruslah dibangun di atas fondasi keamanan dan ketenangan pikiran,” ungkapnya.
Komitmen ini dibuktikan secara konkret dengan perolehan sertifikasi ISO 27001-2022, sebuah standar internasional yang diakui untuk sistem manajemen keamanan informasi, yang secara instan membangun kepercayaan dan kredibilitas.
Komitmen terhadap keamanan teknis ini selaras dengan visi kepemimpinan yang lebih luas. Visi Direktur BCA Syariah, Ina Widjaja, secara konsisten menekankan pentingnya BSya sebagai “teman terdekat dan terpercaya”. Kepercayaan ini harus dibangun di atas fondasi keamanan yang tak tergoyahkan.
Strategi komunikasi BCA Syariah secara canggih mengelola dua level kepercayaan: level teknis yang dikomunikasikan oleh manajer fungsional untuk membangun kredibilitas rasional, dan level eksekutif yang fokus pada narasi emosional “kepercayaan” dan “persahabatan”. Dengan demikian, fitur keamanan bukan lagi sekadar spesifikasi teknis, melainkan manifestasi dari hubungan baik dengan nasabah.
”Jadi, kami membuat benteng pertahanan berlapis. Keamanan di BSya BCA Syariah dirancang secara berlapis, di mana setiap lapisan memiliki fungsi spesifik untuk melindungi pengguna dari berbagai ancaman. Struktur keamanan tiga lapis ini—sesuatu yang Anda miliki (ponsel), sesuatu yang Anda ketahui (Kode Akses & mPIN), dan sesuatu yang menjadi bagian dari diri Anda (biometrik)—menciptakan sebuah benteng pertahanan yang kokoh,” ucapnya.
Lapisan tersebut meliputi:
- Akses Biometrik: Memanfaatkan sidik jari atau pemindaian wajah untuk login.
- Kode Akses: Kata sandi alfanumerik yang kompleks sebagai lapisan pertahanan pertama.
- mPIN (Mobile PIN): PIN terpisah yang hanya digunakan untuk otorisasi transaksi finansial, berfungsi sebagai kunci kedua yang krusial.
Keamanan adalah tanggung jawab bersama. Ina Widjaja juga mengingatkan nasabah untuk senantiasa menjaga kerahasiaan data digital seperti User ID, PIN, dan kode OTP, serta waspada terhadap tautan mencurigakan sebagai bagian dari upaya menjaga keamanan bersama.
Setelah fondasi keamanan terbangun, BSya BCA Syariah memfasilitasi langkah selanjutnya yaitu pertumbuhan aset. Aplikasi ini menawarkan produk tabungan syariah, seperti Tahapan iB Wadiah (akad titipan) dan Tahapan iB Mudharabah (akad bagi hasil), yang menjadi dasar bagi perencanaan keuangan jangka panjang.
Selain itu, sebagai aset yang telah teruji oleh waktu, emas dikenal sebagai instrumen lindung nilai terhadap inflasi. BSya menjadikan investasi emas lebih mudah diakses melalui fitur Pembiayaan Emas iB, yang memungkinkan pengguna untuk mulai membangun portofolio emas dengan uang muka ringan dan jangka waktu fleksibel.
”Dengan memfokuskan pada produk yang mudah dipahami dan memiliki tingkat kepercayaan tinggi seperti tabungan dan emas, BSya menyediakan jalur yang aman bagi penggunanya untuk mulai membangun kekayaan sesuai prinsip syariah.” Tutup Direktur BCA Syariah, Ina Widjaja. (yah/gin).














