Berkat kerja keras semua pihak, angka prevalensi stunting di Kabupaten Pacitan dinyatakan turun drastis.
Hal itu disampaikan oleh Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pacitan, dr Daru Mustikoaji.
“Sesuai dengan hasil Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) Tahun 2024 yang secara resmi telah dilaunching oleh Kementerian Kesehatan pada hari Senin, 26 Mei 2025, Prevalensi stunting di Kabupaten Pacitan menunjukkan angka prevalensi 11,8%. Ini merupakan pencapaian luar biasa yang didapatkan oleh Kabupaten Pacitan, dalam hal Program Percepatan Penurunan Stunting,” ucap dr Daru kepada awak media, Kamis (12/06/2025).
Lebih lanjut Kadinkes Pacitan mengatakan bahwa pencapaian tersebut sangat luar biasa.
“Mengapa luar biasa, karena menilik dari hasil survei pada 2 tahun sebelumnya dimana pada Tahun 2022 angka prevalensi stunting 20,6 dan pada tahun 2023 diangka 20,9%. Secara propinsi Pencapaian Pacitan dibawah rata-rata propinsi Jawa Timur yaitu diangka 14,7%, dan Angka nasional 19,8 %.Pacitan mengungguli Propinsi dan Nasional,” jelas dr Daru.
Pencapaian ini, kata dr Daru, menunjukkan keseriusan Pemerintah Kabupaten Pacitan dalam Program Percepatan Penurunan Stunting.
“Pencapaian ini tentunya karena sinergi dan kolaborasi dari semua unsur mulai dari masyarakat, Pemerintah Desa/Kelurahan, Kecamatan, TPPS Kabupaten (BAPPEDA, Dinas KBPP, Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, Dinas PMD, Dinas PUPR, Dinas Kominfo, Dinas Perikanan, Dinas Ketahanan Pangan), Akademisi, dan Organisasi Kemasyarakatan,”tambahnya.
Tentunya pencapaian ini, jelas dr Daru, bukan berarti penanganan Stunting di Kabupaten Pacitan sudah selesai.
“Kita semua masih perlu kerja keras dari semua pihak agar bisa mempercepat zero stunting, terutama stunting baru,”tegasnya.
Untuk target RPJMN penurunan stunting di Tahun 2045 untuk Kabupaten Pacitan adalah sebesar 4,85 %.
“Semoga dengan kerjasama semua unsur angka ini bisa dicapai jauh lebih cepat.”tutupnya.
Sementara menurut Hendro, salah satu warga Pacitan menyampaikan apreasiasi atas pencapaian tersebut.
“Harapan kami, tidak ada lagi stunting di Pacitan, untuk itu perlu kerja sama semua pihak terutama pasangan yang hendak menikah. Jangan sampai anak keturunan kita menjadi cacat ataupun tidak normal. Kesehatan anak cucu kita sangat penting karena masa depan bangsa ditentukan oleh anak-anak kita hari ini.”tambahnya. (yah/gin).














