Bupati Ponorogo yang akrab disapa Kang Bupati Sugiri menyatakan kesiapan Ponorogo menjadi tuan rumah MTQ Jawa Timur pada 2027.
Hal itu disampaikan oleh Kang Bupati saat melepas Kafilah Ponorogo dalam mengikuti MTQ XXXI Jatim di Pringgitan Rumah Dinas Bupati, Senin (8/9/25).
Dalam sambutannya, Kang Bupati menyampaikan bahwa sebagai salah satu Kota Santri, Ponorogo banyak mencetak Hafidz dan Hafidzah serta Ahli Qur’an.
“Namun yang terpenting, tujuan utama adalah anak-anak mencintai Al-Qur’an dan akhlaknya al-Qur’an,” ujarnya.
Kang Bupati memberikan dukungan penuh kepada para Kafilah Ponorogo. Ia berharap peserta tidak hanya sukses membawa pulang juara, tapi juga mampu menanamkan nilai-nilai Qur’ani dalam kehidupan sehari-hari.
“Juara itu penting, tetapi yang lebih penting adalah menanamkan nilai Qur’an dalam kehidupan sehari-hari,”tambahnya.
Dalam kesempatan itu, Kang Bupati Sugiri juga menyatakan kesiapan Ponorogo menjadi tuan rumah MTQ Jawa Timur pada 2027.
“Terakhir tahun 1983 mengadakan MTQ di Ponorogo. Maka sebagai kota KEN, tahun 2027 saya siap menggelar MTQ se-Jawa Timur di Ponorogo,” tambahnya.
Tentunya, saat menjadi tuan rumah nantinya, Ponorogo benar-benar siap menjadi panitia yang baik dan berkesan bagi para peserta MTQ.
“Yang terpenting Adalah event yang terus menerus, event religi sangat membantu pertumbuhan ekonomi. Penjual kopiah, sarung, tasbih dan lainnya akan meningkat hasil penjualannya dan otomatis, ekonomi akan tumbuh.”Tutup Kang Bupati.
Sementara Ketua LPTQ Ponorogo, Ahmad Zubaidi menjelaskan sebanyak 21 generasi Qurani dari Kabupaten Ponorogo bersiap mengukir prestasi pada Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) XXXI Provinsi Jawa Timur yang digelar di Jember, 11–20 September 2025.
“Mereka akan turun di lima cabang lomba Al-Quran yakni tahfidz al-Qur’an, tilawah al-Qur’an, karya tulis ilmiah al-Qur’an, Syahril Qur’an, serta khat al-Quran atau kaligrafi. Persiapan dilakukan berlapis, mulai dari seleksi tingkat kecamatan hingga kabupaten,” jelasnya.
Dari tiga besar tiap cabang, dipilih yang terbaik untuk kemudian mendapat pembinaan intensif selama empat bulan.
“Pembinaan dilakukan sejak sebelum Juli hingga kini. Semoga menorehkan prestasi yang membanggakan untuk Kabupaten Ponorogo.” Ucapnya. (adv/yah/gin).
