Level Dunia, Ponorogo menjadi UNESCO Creative Cities Network (UCCN)

Kang Bupati Sugiri Sancoko bersama pelaku kreatif di Ponorogo
Kang Bupati Sugiri Sancoko bersama pelaku kreatif di Ponorogo

Ponorogo, MADIUNRAYA.com

Keunikan budaya yaitu Reog Ponorogo menjadikan Kota Ponorogo ditetapkan menjadi salah satu kota kreatif di dunia versi UNESCO.

Penetapan ini diumumkan langsung oleh Direktur Jenderal UNESCO, Audrey Azoulay, bertepatan dengan peringatan Hari Kota Sedunia.

“Artinya, kita ber-sister city dengan 400 lebih kota kreatif dunia. Di Indonesia ada lima kota,” ujar Kang Bupati Sugiri Sancoko, yang hadir menemui para seniman di tengah perayaan, Sabtu Malam (01/11/2025).

Menurut Kang Bupati, dengan subsektor unggulan Craft (Kriya) and Folk Art (Seni Rakyat), Ponorogo siap berjejaring dan bermitra dengan kota-kota lain yang menjadikan budaya dan industri kreatif untuk menujang pembangunan.

Langkah ini juga melanjutkan jejak Reog Ponorogo yang sebelumnya telah diakui sebagai Warisan Budaya Tak Benda UNESCO pada Desember 2024 lalu.

“Kita masuk kategori kriya dan seni rakyat. Lagi-lagi, Reog berperan penting hingga akhirnya Ponorogo menjadi bagian dari UCCN,” terangnya.

Masuknya Ponorogo ke jaringan kota kreatif dunia, kata Kang Bupati, membuka peluang besar bagi Bumi Reog untuk memacu potensi yang selama ini dimiliki.

Budaya, kreativitas, dan sumber daya manusia menjadi modal utama untuk melahirkan daya baru yang kuat, menarik wisatawan, membuka ruang investasi, dan menunjukkan bahwa kreativitas wong ndeso bisa bersinar di panggung global.

“Maka kita punya peluang lebih besar untuk mempromosikan apa saja, budaya apa saja,” ujarnya dengan nada yakin.

Di hadapan para pelaku industri kreatif, Kang Bupati menegaskan bahwa peluang besar tidak datang dua kali. Harus ada arah dan langkah nyata untuk menangkap momentum ini.

Para pelaku industri kreatif, tegasnya, harus menjadi panglima, memperkuat ekosistem budaya dan ekonomi Ponorogo agar tak hanya hidup, tapi menghidupi.

“Mari kita menjaga ini, Meraih UCCN itu tidak gampang. Ini momentum kita untuk bangkit, perekonomian, karakter bangsa, budaya, dan kreativitas. semua harus bergerak,” tegasnya.

Kang Bupati yakin, semakin kedepan Ponorogo akan terus bertumbuh dengan budaya yang adiluhung.

“Menggelar event akan menjadikan daerah ini terus tumbuh. Lestari budayanya, dan tumbuh ekonominya.”Tutup Kang Bupati Sugiri Sancoko.

Dengan pencapaian itu, seniman dan pelaku kreatif menggelar pertunjukan di jalan.

Mereka merayakan dengan suka cita ditetapkannya Ponorogo sebagai salah satu kota kreatif dunia versi UNESCO, sehari sebelumnya, tepat pada 31 Oktober 2025.

Beragam pertunjukan digelar di empat titik sepanjang Jalan HOS Cokroaminoto. Ada Reog, musik, hingga jaran thik yang tampil silih berganti menandai euforia tersebut.

Kini, Ponorogo resmi bergabung dengan 408 kota di dunia yang menjadi bagian dari UNESCO Creative Cities Network (UCCN).

Capaian luar biasa masuk jejaring 408 kota kreatif dunia itu melengkapi status seni ikonik Reog Ponorogo yang sebelumnya sudah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda (ICH) oleh UNESCO.

Ponorogo kini tercatat salah satu kota di dunia yang memiliki pengakuan berganda. Yakni, warisan budaya takbenda dan ekosistem kreatif yang hidup. (adv/yah/gin).

Exit mobile version