DPRD Kabupaten Ponorogo menggelar Sidang Paripurna di Gedung DPRD Ponorogo dengan agenda mendengarkan Visi Misi Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko dan Wakil Bupati Lisdyarita yang baru saja dilantik menjadi Pemimpin Kabupaten Ponorogo, Kamis (6/3/2025).
Ketua DPRD Ponorogo, Dwi Agus Prayitno, SH M.Si menyampaikan, usai dilantik, Bupati dan Wakil Bupati harus menyampaikan Visi Misi di Gedung Rakyat (DPRD Ponorogo).
“Hari ini kita mendengarkan Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko dan Wakil Bupati Lisdyarita menyampaikan visi dan misi yang merupakan arah pembangunan kabupaten Ponorogo lima tahun yang akan datang,” kata Dwi Agus Prayitno, ketua DPRD Ponorogo saat memimpin sidang paripurna.
Atas nama pimpinan dan seluruh anggota DPRD Ponorogo, Dwi Agus Prayitno menyampaikan selamat dan sukses kepada bupati dan wakil bupati Ponorogo yang telah diberi amanah oleh masyarakat.
“Amanat ini sekaligus tanggung jawab dan kehormatan yang harus dijalankan dengan penuh dedikasi, kejujuran dan kerja nyata,” ungkapnya.
Diharapkan, kata Kang Wie, dengan kepemimpinan di periode kedua, Ponorogo semakin maju dan sejahtera dan mampu bersaing ditingkat nasional.
“Pelayanan dan program yang maksimal untuk masyarakat sangat ditunggu agar kemudahan dan kesejahteraan bisa semakin meningkat di Bumi Ponorogo.”Tutup Kang Wie.
Sementara Bupati Sugiri Sancoko dalam sambutannya mengucapkan terima kasih kepada semuanya atas kepercayaan yang diberikan. Namun katanya, memimpin kabupaten Ponorogo di periode kedua ini memiliki makna yang amat dalam yaitu berupa ikrar dan komitmen untuk kerja keras mencapai kehendak bersama-sama.
Visi dan misi Bupati dan Wakil bupati 5 tahun mendatang, jelas Kang Giri, panggilan akrabnya adalah pertama Mewujudkan Ponorogo hebat yaitu harmonis, elok, bergas, amanah dan bertaqwa.
“Kedua, Transformasi ekonomi dalam rangka penguatan UMKM, koperasi dan Bumdes. Ketiga, Penguatan ketahanan sosial, budaya dan ekologi. Keempat, Mewujudkan birokrasi yang transparan. Kelima, Peningkatan dan pemenuhan infrastruktur,”jelasnya.
Pemerintahan yang kami pimpin, kata Kang Giri, harus bisa memastikan bahwa setiap rakyat Ponorogo merasakan kehadiran pelayanan pemerintah.
“Untuk itu saya juga mengajak kepada seluruh rakyat untuk semangat bersama-sama,” pintanya.
Sugiri Sancoko sadar bahwa dalam memimpin kabupaten Ponorogo selalu dalam situasi yang rumit dan penuh tantangan.
Beliau bercerita di periode pertama tahun 2021 di pemerintahannya menghadapi pandemi covid 19.
Sedangkan pada periode kedua dihadapkan pada situasi ekonomi global yang tidak menentu. Sehingga bapak Presiden mengeluarkan kebijakan dan efisiensi anggaran mulai APBN, APBD propinsi dan APBD kabupaten dan kota.
“Hal ini merupakan langkah antisipasi menghadapi situasi ekonomi global tersebut, dan hari ini juga kami syukuri karena semua kami maknai dan ambil hikmahnya,” jelasnya.
Beliau percaya, ini merupakan langkah konkret berupa peletakan pondasi besar reformasi berokrasi yang lebih efektif efisien dan memberikan hasil kepada masyarakat. Semua harus berfikir ekonomis dan tidak boleh menyerah pada keadaan.
Bupati Sugiri juga menyinggung masalah kemandirian fiskal Ponorogo dimana pencapaian pendapatan anggaran daerah (PAD) di tahun 2030 harus mendapatkan satu triliun.
“Kita sudah hitung-hitung dan kalkulasi dan estimasi tersabut sangatlah masuk akal untuk kita capai bersama-sama.”Tutupnya. (adv/yah/gin).
Peliput : Yahya Ali Rahmawan
Penyunting : Agin Wijaya
