Pada Rabu (31/08/2022), Warga Ponorogo memadati berbagai Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) yang ada diberbagai titik.
Seperti yang terlihat di SPBU Nailan Slahung, ratusan pengendara motor dan mobil terlihat antri di tempat itu untuk mengisi full tangkinya dengan Pertalite.
Tak hanya motor, puluhan Mobil Diesel juga antri untuk mendapatkan bahan bakar solar.
Menurut salah satu warga, Andrianto, dirinya antri untuk mendapatkan Pertalite karena isunya per tanggal 01 September 2022, harga Pertalite akan naik menjadi Rp 10.000,- / liter.
“Saat ini harganya Rp 7.650,- selisih Rp. 2.350,- mas. Lumayan. Ini saya antri biar full tangkinya mas sehingga bisa untuk beberapa hari,” ucap Andri yang merupakan sales salah satu produk Rokok ini.
Walaupun mendapatkan tambahan biaya operasional, Andri menjelaskan bahwa dengan harga yang sekarang bisa menghemat dan bisa dipergunakan untuk keperluan yang lain.
“Ini kalau harga BBM naik maka harga kebutuhan pasti meningkat mas. Makanya perlu dihemat uangnya untuk kebutuhan yang lain,” tandasnya.
Andri berharap, jika harga BBM naik maka ada program Pemerintah yang bisa meningkatkan penghasilan pekerja seperti dirinya.
“Harus ada kebijakan mas, sehingga pekerja seperti saya bisa tetap bisa bertahan. Mungkin dengan meningkatkan UMR,” jelas Andri.
Andri pun berharap mendapatkan Bantuan Langsung Tunai (BLT) BBM.
“Saya mendengar akan ada bantuan BLT BBM, semoga saya dapat mas.” Tutup Andrianto.
Sementara Nasirudin, pengendara Truk Colt Diesel mengungkapkan bahwa dirinya antri BBM jenis solar.
“Ini saya full kan mas. Agar besuk bisa mengambil pasir dengan BBM Full. Lumayan dari Rp 5.150,-/ liter sekarang menjadi 7 ribuan. Selisih dua ribu perliter lumayan bisa beli beras untuk isteri di rumah.” Ujar Nasirudin. (yah/gin).
Peliput : Yahya Ali Rahmawan
Penyunting : Agin Wijaya