Undang Fasilitator UNESCO, Pemkab Ponorogo berharap Reyog jadi Warisan Budaya Dunia

oleh -Dibaca oleh : 3012 Pemirsa

Ponorogo – MADIUNRAYA.COM

Pemkab Ponorogo terus berusaha supaya Reyog secara resmi diakui menjadi sebuah kebudayaan yang diakui dunia. Rencananya, Pemkab Ponorogo bakal mengusulkan Reyog Ponorogo sebagai Warisan Budaya Takbenda (Intangible Cultural Heritage) dari United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO).

Bupati Sugiri Sancoko mengungkapkan untuk merealisasikan rencana itu, Pemkab Ponorogo mengundang fasilitator Intangible Cultural Heritage (ICH) UNESCO wilayah Asia-Pasifik. Dengan adanya fasilitator ini, diharapkan bisa mengarahkan dan melakukan penilaian sebelum naskah atau dokumen tentang narasi Reyog Ponorogo ini dikirimkan ke UNESCO.

“Ini usaha keras kami, UNESCO kan tidak ada disini. Maka fasilitator daru UNESCO kita undang untuk memberi arahan dan penilaian sebelum dokumen itu kita kirim nanti di bulan Maret 2022,” kata Bupati Sugiri Sancoko, Rabu (22/12/2022).

Upaya yang saat ini dilakukan oleh Pemkab Ponorogo, kata Sugiri seperti menyelenggarakan seminar, forum grup diskusi (FGD) dan melakukan riset-riset di lapangan tentang reyog. Bagaimana reyog itu berdampak ekonomi, bahan bakunya, apakah budaya rakyat. Hingga hal-hal yang detail, selain itu prinsipnya UNESCO bahwa kebudayaan itu sudah memenuhi hak asasi manusia (HAM). Sehingga adanya reyog ini tidak ada pemaksaan.

“Jadi ini harus dirumuskan betul-betul, bagaimana mencukupi selera dari UNESCO, maka diundang tenaga ahli yang expert di bidang ini,” katanya

Sementara itu fasilitator ICH UNESCO untuk wilayah Asia-Pasifik, Harry Waluyo menyebut butuh komitmen bersama antara komunitas reyog dengan melibatkan pemerintah. Sehingga kolaborasi ini nantinya bisa mengawal kepentingan untuk Ponorogo. Dalam hal ini, mengusulkan Reyog Ponorogo ke salah satu badan bentukan Persatuan Bangsa-bangsa (PBB).

“Kalau Reyog Ponorogo ini diusulkan dari komunitas yang berkolaborasi pemerintah daerah, nantinya pasti bakal menjadi perhatian dari Pemerintah Pusat,” ungkap Harry Waluyo, saat ditemui awak media.

Publik pun tahu, beberapa tahun lalu tepatnya di tahun 2009, dihebohkan informasi yang mengatakan Reyog Ponorogo dikalim milik negara tetangga. Tahun 2017 juga terjadi lagi dari negara tetangga lainnya.

“Pemerintah jangan sampai tidak memberi perhatian. Masak negara tetangga memberi perhatian, sedangkan kita pemilik aslinya tidak perhatian,” katanya.

Usulan Reyog Ponorogo untuk menjadi Warisan Budaya Takbenda akan terwujud, selama Pemkab Ponorogo mengikuti petunjuk dari pengisian berkas-berkasnya. Tapi mudah-mudahan bisa segera terwujud, ” Pungkasnya.( Yogie)

Tinggalkan Balasan

No More Posts Available.

No more pages to load.