Ponorogo,- Portal Madiunraya.com

Kebakaran lahan dan hutan yang beberapa kali terjadi di wilayah Kabupaten Ponorogo menjadi perhatian Dandim 0802/Ponorogo Letnan Kolonel Inf Made Sandy Agusto.

Untuk itu, Dandim 0802/Ponorogo memerintahkan satuan Koramil jajaran Kodim 0802/Ponorogo untuk melaksanakan upaya pencegahan terjadinya kebakaran lahan dan hutan di wilayah tanggung jawab masing-masing.

Menindaklanjuti perintah Dandim 0802/Ponorogo tersebut, Kapten Kav A. Kohar Danramil 0802/21 Pudak bersama instansi terkait di wilayah Kecamatan Pudak menggencarkan aksi pencegahan kebakaran lahan dan hutan dengan cara melakukan patroli untuk menghimbau warga masyarakat agar tidak membakar lahan dan hutan di seluruh wilayah Kecamatan Pudak.

Dalam kesempatan tersebut Kapten Kav A. Kohar menyampaikan bahwa patroli kewilayahan kali ini merupakan upaya untuk mencegah terjadinya kebakaran lahan dan hutan di wilayah kecamatan Pudak. “Patroli ini dilaksanakan secara bersinergi antara satuan Koramil 0802/21 Pudak, Polsek Pudak dan Perhutani RPH Pudak.” terang Danramil.

Menurut Danramil 0802/21 Pudak ini, selain melakukan himbauan secara langsung kepada masyarakat agar tidak membakar lahan dan hutan, patroli gabungan ini juga memasang papan peringatan yang berisi himbauan serupa di beberapa titik yang mudah dilihat oleh masyarakat. (dim0802/gin)

Ponorogo – Portal Madiun Raya

Yatinem (52) warga Desa Ngadirojo, Kecamatan Sooko, Kabupaten Ponorogo meninggal dunia karena kebakaran lahan, Ahad (26/08).

Pada awalnya Yatinem berniat menyiapkan lahan garapan dipinggiran hutan pinus di Desa Ngadirojo, Kecamatan Sooko, Kabupaten Ponorogo. Yang bersangkutan membersihkan lahan dengan membakar semak dan ranting kering yanh ada ditempat tersebut.

Menurut Kapolsek Sooko, AKP Suyanto, korban merasa panik, karena angin berhembus kencang sehingga api merembet ke huta pinus. “Karena panik, korban berusaha memadamkan api yang terlanjur membesar, namun yang bersangkutan terjebak dalam kobaran api dan akhirnya ditemukan meninggal.” jelas Kapolsek.

Beberapa warga yang berusaha memadamkan kebakaran akhirnya menemukan korban, “Setelah dilihat ternyata yang bersangkutan (Yatinem) sudah meninggal dunia”,lanjut Kapolsek.

AKP Suyanto berharap kepada masyarakat Ponorogo untuk berhati hati menggunakan api disaat musim kemarau seperti saat ini. “Apalagi hembusan angin sangat kencang, sehingga mudah merembet,” ucap Kaposek.

Kapolsek juga berharap bagi para petani yang hendak meyiapkan lahan tidak menggunakan api untuk membersihkan lahan. (yah/gin)

Tidak Ada Postingan Lagi.

Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.